Kamis, 02 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Jumlah Pesantren Tradisional Masih Dominan
Jumat, 08/03/2013 18:30

Jakarta, NU Online
Jumlah pesantren bergaya tradisional tetap menduduki posisi paling atas di antara pesantren modern dan kombinasi tradional-modern. Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU mencatat totalnya mencapai 13.477 dari sekitar 24.000 pesantren.

Hal ini disampaikan Agus Muhammad, koordinator media, data, dan informasi Pengurus Pusat RMI, Kamis (7/3) petang. Artinya, lebih dari separuh pesantren di Indonesia didominasi pesantren tradisional.

Menurut Agus, pengertian pesantren tradisional (salafiyah) mengacu pada pola pembelajaran yang mengedepankan kitab kuning tanpa terlalu menekankan adanya lembaga pendidikan formal semacam madrasah atau sekolah. Untuk pulau Jawa, pesantren model ini banyak ditemui terutama di provinsi Banten.

Namun, lanjut Agus, jumlah ini terus berkurang akibat timbulnya keinginan pihak pengelola pesantren untuk mendirikan madrasah atau sekolah yang diakui pemerintah. Sehingga, jumlah model kombinasi tradisional-modern meningkat.

“Hal ini wajar karena masyarakat mulai merasa, legalitas menjadi kebutuhan mereka,” ujarnya.

Sementara pesantren modern (‘ashriyah) yang menekankan pendidikan formal, meski juga mengaji kitab berbahasa Arab, totalnya sekitar 3166. Agus menjelaskan, semua jumlah ini bisa berubah dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut, mengingat pesantren akan mengalami perubahan, baik kelahiran, pengembangan, bahkan pembubaran.


Penulis: Mahbib Khoiron

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::