Rabu, 03 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Kang Said, Tokoh Perubahan 2012
Selasa, 30/04/2013 23:03

Jakarta, NU Online
KH Said Aqil Siroj dinobatkan sebagai tokoh perubahan tahun 2012 versi harian Rapublika. Penobatan dengan simbol pemberian piala oleh pemilik PT Republika Media Mandiri, Erick Thohir, tersebut, digelar di gedung Jakarta Teater, Jakarta, Selasa malam (30/4).

Ketua Umum PBNU tersebut menyampaikan pidato di hadapan ratusan hadirin selama 8 menit. Ia menyampaikan, sebenarnya masih banyak tokoh lain yang lebih layak menerima penghargaan tersebut, “Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun terhadap umat maupun bangsa ini,” katanya.

Kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut mengatakan, meski demikian, anugerah tersebut semoga menjadi pemicu agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Pria kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat tahun 1953 tersebut kemudian menjelaskan, sebenarnya perubahan itu bukan kepada siapa dianugerahkan, tapi benarkah sudah terjadi perubahan?

Menurut Kang Said, pertanyaan tersebut tidak menuntut retorika jawaban, apalagi dalam sebuah pidato sambutan, “Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan keseharian,” jelasnya.

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang disinggahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal “perubahan” tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil, “Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?” tanyanya.

Ia kemudian mengutip ayat Al-Quran yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka, (QS Ar-Ra’du, 11).

“Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah. Dan firman Allah tadi, tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Selain Kang Said, penerima anugerah tersebut adalah Ketua MPR RI Taufik Kiemas dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto.


Penulis: Abdullah Alawi

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::