Selasa, 30 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Gerakan Shalawat Jamrud Lider
Selasa, 07/05/2013 08:03

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan pada medio 2010 Jamaah Rutin Simthud Durar Lintas Daerahtau Jamrud Lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap. Sehingga semakin dicintai umat.

Acara Jamrud Lider pada hari Sabtu 5 Mei 2013 di Selakambang Kec Kaligondang Kab Purbalingga, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah puluhan ribu jamaah warga Nahdliyin yang datang dari pelbagai penjuru wilayah Kab Purbalingga dan sekitarnya memadati area lapangan desa setempat. 

Mereka datang baik sendiri-sendiri maupun berjamaah, abaik berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua dan roda empat hadir di acara jama’aah rutin Simthud Durar lintas daerah yang digelar tiap hari Sabtu Pon malam Ahad Wage.

Selepas shalat isya, jamaah mulai berdatangan dan menempati tempat duduk beralaskan tikar atau terpal yang disediakan panitia, ada sekitar 50 terpal digelar di area lapangan sepak bola dan jamaah benar-benar tumplek blek memadati tempat digelarnya pembacaan maulid Simthud Durar maha karya habib Ali bin Husein Al Habsyi itu.

Keindahan sastra maulid, riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu memang belakangan ini menjadi sebuah acara tontonan sekaligus tuntunan yang menarik dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih di wilayah Kab Purbalingga. 

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan Jamaah rutin pada medio 2010, di Bukateja dengan pengijazahan secara ‘am (umum) oleh Habib Alwi bin Ali bin Alwi Al Habsyi, jamrud lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap.

Terlebih iringan kelompok rebana jamrud yang hampir pasti menyeluruh di masing-masing kecamatan mereka mengasah diri untuk tidak sekedar membaca kisah maulid Simthud Durar namun juga kasidah-kasidah yang ada di dalamnya. Kemasan iringan rebana dan dipadu suara yang rampak dari para munsyid Jamrud mampu mengundang ribuan jamaah baik anak-anak, sampai orang tua , laki-laki perempuan untuk menghadiri acara pengajian jamrud tiap bulan dan berpindah-pindah tempat dan pembicara ternama dari Ibukota ataupun dai –dai yang biasa tampil di depan televisi maupun khalayak umum. 

Mereka seperti syechermania bagi jamaah Habib Syech bin AbdulQodir Asegaf (Solo) atau Jamuro (KH Abdul Karim-Solo). Begitu acara dimulai, lantunan shalawat disambut dengan gerakan tangan atau bendera dari berbagai majlis taklim, taman pendidikan Al Qur'an, bendera Ansor , Nahdlatul Ulama, Muslimat dan jamaah-jamaah pengajian yang tersebar se-eks kars Banyumas. 

Barisan muda Ansor bertidak sebagai panitia mulai dari area parkir , mengatur jalan raya bekerja sama dengan aparat keamanan setempat sampai mengamankan tempat acara. Kebetulan pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu, di awal bulan Mei 2013 yang mengisi pengajian adalah KH Mudatsir Idris dari Jatilawang, Banyumas.

Acara pembacaan maulid Simthud Durar dibuka dengan pembacaan kalam ilahy oleh ustadz Zamzami Suyuthi berlanjut dengan sambutan pembuka oleh Habib Ali bin Umar al Quthban, pembina Jamrud Lider se-eks Karsidenan Banyumas. 

“Tidak ada tujuan lain dari Jamrud Lider, semata-mata adalah pengajian sebagai latihan untuk mencintai rasulullah SAW, tidak ada dukung-mendukung partai politik.Yang ada adalah cara untuk mencintai Rasulullah melalui pengajian shalawatan,” kata Habib Ali in Umar Al Quthban kepada jamaah. 

Dilanjutkan, “Setiap ada pengajian tidak hanya pembacaan Simthud Durar, namun juga mengundang mubalig. Jamaah mengekpresikan kepada kepada Rasulullah SAW, jamaah tidak boleh berjoged, bendera boleh berkibar . Selama pembacaan Simthud Durar, jamaah tidak boleh merokok. Selepas pembacaan Simthud Durar, dibacakan juga Aqidahtul awwam(Aqidahnya orang awam). Sebab sekarang banyak orang mengaku orang berakidah ahlussunnah wal jamaah, namun tidak hafal nabinya dan malaikatnya.” 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Aji Setiawan

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::