Senin, 22 Desember 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Keberanian Gus Dur Menurut KH Saifuddin Amsir
Senin, 13/05/2013 09:01

Jakarta, NU Online
Ketokohan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat luar biasa. Keberaniannya melakukan manuver politik patut kita hargai dan teladani. Banyak hal yang tidak dilakukan orang karena takut, Gus Dur berani melakukannya.

Contoh, Gus Dur dengan tanpa beban menyebut SDSB (Soeharto dalang segala bencana). Padahal, zaman itu sedang musim Petrus (penembakan misterius). Banyak orang yang kritis terhadap pemerintah Orde Baru tiba-tiba mati tertembak atau hilang tanpa kabar.

Demikian dikatakan KH Saifuddin Amsir di hadapan para jamaahnya usai menggelar pengajian kitab hadis Riyadlush Shalihin di Masjid Ath-Thahariyah, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jum’at (10/5) malam lalu. 

Menurut Ustadz Asep, salah satu jamaah, pengajian rutin ini telah digelar sejak sepuluh tahun silam. Ta’lim dilaksanakan tiap malam Sabtu dengan selingan kitab fiqih.

Usai pengajian, Kiai Amsir menceritakan, pada Muktamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo pada November 1999, pemikiran Gus Dur tentang doa bersama non muslim banyak dipersoalkan. Namun, ketika ulama Betawi ini didaulat untuk memimpin sidang bahtsul masail diniyyah waqi’iyyah, ia berpendapat bahwa kegiatan tersebut boleh, asal dipimpin oleh orang Islam.

Tidak jarang kiai yang mengritik keras pendapat Gus Dur, namun banyak pula yang mengajukan pembelaan. Kiai Saifuddin Amsir sendiri tak jarang memberikan catatan atas sejumlah pendapat yang disampaikan Gus Dur.

Terkait keberanian Gus Dur, satu hal yang menarik bagi Saifuddin Amsir, Gus Dur pernah menulis kata pengantar di buku biografi LB Moerdani. Ada satu kalimat Gus Dur yang mencengangkan: “Meskipun intelektualitasnya mumpuni, namun saya tidak setuju dengan penembakan misterius (petrus).”

“Ini kan menunjukkan betapa Gus Dur itu tidak sekedar berani namun piawai memainkan kritiknya. Satu sisi dia memuji Moerdani, tetapi pada saat yang sama dia dengan tegas menolak aksi yang dilakukan jenderal itu,” ujar Rais Syuriyah PBNU ini. 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ali Musthofa Asrori

Komentar(1 komentar)
Selasa, 14/05/2013 13:10
Nama: m.s.badar
subhanalloh
ghofarollohu dzunubahu wasataro 'uyubahu wanawwaro qobrohu waqobila 'amalahu... mari qta lanjutkan semangat juang Abdurrohman Wahid waliyulloh...
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::