Kamis, 24 Juli 2014
Language :
Find us on:
Internasional 
Buku “Pesantren Studies” Dibedah di Yaman
Ahad, 04/11/2012 09:01
Buku “Pesantren Studies” Dibedah di Yaman

Tarim, NU Online
Buku “Pesantren Studies” karya kader NU asal Makassar Ahmad Baso dibedah dalam acara Panggung Sumpah Pemuda di Auditorium Ahgaff Center, Tarim, Kamis (1/11) kemarin. Acara yang dipelopori PPI Yaman ini dihadiri sekitar 120 mahasiswa Yaman, khususnya daerah Hadramaut.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kerja sama antara Departemen Pendidikan dan Dakwah dengan Departemen Seni dan Budaya. 

Bedah buku dihadiri para pelajar dari berbagai lembaga yang ada di Tarim, seperti Universitas Al-Ahgaff, Darul Al-Musthofa, Darul Al-Ghuroba, Ribath Tarim dan Ribath Hauthoh.

Dalam sambutannya, Pandi Yusron, ketua DPW PPI Yaman Cabang Hadramaut berharap acara ini bisa membangkitkan dan memperkuat spirit nasionalisme yang sudah tertanam sejak 80 tahun silam.

Bedah yang buku dipandu oleh Muhammad Robi ini menghadirkan Zainal Fanani, Koordinator Dept. Pendidikan dan Dakwah dan H Sofiyulloh, mantan aktivis PMII Kediri. 

Dalam pemaparannya, Zainal mengungkap bahwa Indonesia sedang dilanda krisis di segala aspek kehidupan; mulai dari sosial, pendidikan, dan ekonomi.

“Walaupun SBY mengungumumkan pada waktu itu bahwa perekonomian kita stabil, namun, semua itu masih belum bisa dirasakan oleh sebagian besar rakyat jelata Indonesia.” ungkapnya. 

Ditambahkan Zainal, Indonesia masih dalam tahap seleksi dalam mencari tipe pendidikan, sehingga terlihat carut-marut dalam progresnya.

Sementara materi H. Sofiyulloh, lebih menjurus pada sosok penulis Ahmad Baso, mantan aktivis Komnas HAM dan Wakil Ketua PP Lakpesdam NU, latar belakang dan motif ia menulis Pesantren Studies hingga sembilan seri, juga pengalaman narasumber ketika bersama Penulis.

Bersama penulis dan keder-kader NU ia pernah dikumpulkan oleh Gus Dur di Blok M, Jakarta. Gus Dur bertanya pada para kader, “Apa yang kalian bawa dari pesantren untuk bangsa ini?” ungkapnya.

Buku “Pesantren Studies” secara lugas membahas sepak terjang pesantren sebagai lembaga pendidikan klasik dalam membendung arus kolonialisasi dan globalisasi. 

Pesantren merupakan sebuah lembaga yang puluhan tahun mengakar sebagai pondasi rakyat jelata Indonesia, yang telah banyak mencetak manusia yang menggambarkan karakter bangsa yang mandiri. Demikian topik utama kegiatan ini.

Diskusi dan bedah buku ini merupakan akhir dari serangkaian acara PPI Yaman dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda; mulai dari lomba karya tulis opini hingga pertandingan sepak bola antar lembaga.

Sebelum Panggung Sumpah Pemuda ditutup, PPI Yaman membagikan beberapa kado hadiah bagi para pemenang lomba yang dihelat. Sepak Bola PPIY Cup yang dimenangkan oleh Universitas Al-Ahgaff  dan juga pemenang lomba karya tulis ilmiah, Zainal Fanani dan setelah itu diakhiri dengan doa yang dilantunkan oleh H Sofiyulloh. 




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Deni-Amal

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::