Sabtu, 02 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Internasional 
Qunut Nazilah untuk Mesir dan Suriah
Jumat, 16/08/2013 13:30

Jakarta, NU Online
Usai khotbah di masjid An-Nahdyiyah PBNU, sebelum mengimami shalat Jum’at KH A. Nuril Huda diam sejenak menghadap para jamaah. “Nanti kita akan membacakan qunut nazilah untuk kaum Muslimin di Mesir dan Suriah,” katanya. Tatapan matanya seperti kosong, menerawang jauh.

“Marilah kita mendoakan saudara-saudara kita sesama muslim di Mesir dan Suriah yang saat ini kondisinya tidak karu-karuan itu,” kata sesepuh Lembaga Dakwah NU itu, sambil menjelaskan singkat teknis pelaksanaan qunut nazilah, Jum'at (16/8).

Pada rakaat kedua shalat Jum’at itu, usai ruku’, Kiai Nuril Huda memimpin para jamaah membacakan qunut nazilah, doa qunut yang persis dibaca ketika shalat subuh dengan sedikit tambahan. “Allahumma sallimna wal Muslimin.” Ya Allah selamatkan kami dan kaum Muslimin.

Diwartakan, konflik dan perang saudara di Suriah belum selesai. Kini Mesir diumumkan berada dalam kondisi darurat. Pemerintah sementara pascakudeta militer mengumumkan bahwa negara dalam keadaan bahaya selama sebulan ini.

Pemerintah mengklaim para demonstran telah melakukan tindakan anarkis dengan merusak banyak fasilitas negara, yang berbuntut pembubaran paksa dengan senjata di titik-titik kerumunan massa. Ratusan orang dikabarkan tewas, dan ribuan luka-luka.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (15/8) kemarin telah mengimbau umat Islam di Indonesia untuk membacakan qunut nazilah untuk kaum Muslimin di Mesir. Doa qunut nazilah dibaca ketika umat Islam dirundung bencana yang sangat berat. “Umat Islam itu satu tubuh, jika ada yang sakit yang lain ikut merasakan," katanya. 

Terlepas dari tarik-menarik politik antar kekuatan di Mesir yang notabene sama-sama muslim, ia menyerukan umat muslim di Indonesia untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban. "Sekurang-kurangnya melalui doa, karena kekuatan doa itu sangat dahsyat," ujarnya.

Namun, sebelumnya PBNU telah menghimbau warga negara Indonesia, terutama para mahasiswa yang berada di Mesir untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Mesir.

“Tidak perlu berkomentar secara lisan atau tertulis. Nanti kalau ketahuan malah jadi problem. Keadaan di sana masih tidak kondusif,” kata KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU pertengahan Ramadhan lalu. (A. Khoirul Anam)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::