Rabu, 19 Juni 2013
Language :
Find us on:
Pesantren 
Ngaji Kitab Mbah Hasyim di Pesantren Tambakberas
Senin, 23/07/2012 10:04

Jombang, NU Online
Pagi itu, Senin (23/07), suara orang membaca kitab kuning dari pengeras suara dari beberapa kelas di Madrasah Muallimin Muallimat Tambakberas Jombang terdengar bersahutan. Pagi itu, adalah hari ketiga Madrasah Muallimin Muallimat mengadakan kegiatan Ramadhan yang berupa pengajian kitab-kitab yang dikarang oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak Sabtu (21/7), dan rencananya akan berlangsung sampai Senin (6/8) depan tersebut harus diikuti oleh seluruh siswa-siswi Madarash Muallimin Muallimat, mulai dari kelas I sampai kelas VI. Untuk siswi dimulai pukul 07.30-09.00 wib dan untuk siswa dimulai pukul 09.30-11.00 wib.

Menurut Kepala Madrasah, KH Abd. Nashir fattah, siswa atau siswi yang tidak mengikuti pada hari yang ditentukan harus nembel atau memberikan makna dengan mencontoh teman yang mengikuti pengajian.

“Izin bagi yang tidak mengikuti akan diberikan, tetapi harus nembel di lain hari. Yang jelas saat diperiksa harus sudah penuh dalam memberi maknanya”, tutur Kiyai Nashir.

Sedangkan menurut Humas Madrasah Muallimin Muallimat, H. Maksum Chudlori, S.Ag, pemilihan kitab-kitab mBah Hasyim sebagai materi pengajian adalah untuk memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah kepada para siswa.

“Kita pilih kitab-kitab karya Hadratus Syaikh sebgai materi dalam ngaji Ramdahan kali ini adalah untuk memperkuat akidah Aswaja Annahdliyah siswa-siswi, dari sumbernya langsung”, ungkap pria yang akrab disapa Gus Maksum ini.

Dalam kegiatan tersebut, kitab-kitab yang dibaca antara lain, untuk kelas I, II dan, III kitab Audhahul Bayan li Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Untuk kelas IV, V dan, VI kitab At Tibyan dan At Tanbihat al Wajibat li Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Muslimin Abdilla


Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>