Selasa, 02 September 2014
Language :
Find us on:
Pesantren 
Pondok Pesantren Rejoso
Kamis, 04/10/2012 09:00

Dikenal dengan nama Pondok Pesantren Darul Ulum yang terletak sebuah pesantren di Jombang Jawa Timur.Pesantren ini didirikan oleh K.H Tamim Irsyad dan menantunya, KH Kholil (yang waktu kecil bernama Muhammad Juraemi). Pondok Pesantren ini adalah salah satu yang tertua dan menjadi tempat menimba ilmu masyarakat NU. 

Pondok pesantren Rejoso mulanya adalah sebuah mushala dan jamaah tareqat qodiriyah wa-naqsyabandiyah yang dipimpin oleh K.H Kholil. Surau atau mushala ini dibangun pada tahun 1885.

KH Kholil adalah murid dari Kyai Asy’ari (ayah hadratussyaikh Hasyim Asy’ari) di pesantren Keras dan dalam hal tareqat menjadi murid dari Syaikh Ahmad Khatib al-Sambasi di Mekah. Kiai Kholil mendapatkah ijazah irsyad sebagai mursyid tareqat qodiriyah wa-naqsyabandiyah dari Ahmad Hasbullah (yang merupakan murid Kyai Abdul Karim dan Syaikh Ahmad Khatib al-Sambasi di Mekah) untuk mengajarkan ilmu di wilayah Nusantara khususnya Jawa bagian timur. Tareqat qodiriyah wa-naqsyabandiyah di bawah bimbingan Kiai Kholil ini secara luas saat ini dikenal dengan nama Tareqat Rejoso yang para pengikutnya datang dari berbagai penjuru.

Di tempat yang sama didirikan pula pengajian ilmu fiqih yang dipimpin KH Tamim Irsyad. Kiai Tamim Irsyad adalah ahli dalam syariat Islam disamping memiliki ilmu kanuragan kelas tinggi. Ia Tamim Irsyad dilahirkan di Desa Pareng Bangkalan Madura dan menjadi murid Syekhona Cholil. Pada mulanya setelah hijrah dari Madura K.H Tamim Irsyad tinggal di Desa Pajaran Jombang sebelum akhirnya pindah ke Rejoso menempati sebidang tanah di samping rumah menantunya,  Kiai Kholil.  

Pengembangan pondok pesantren ini juga dibantu oleh KH Romly Tamim putra Kiai Tamim Irsyad. Kiai Romly Tamim adalah santri dari Pondok Pesantren Tebuireng yang di asuh Kyai Haji Hasyim Asy'ari. Pada tahun 1927 M Kiai Romly Tamim mulai mengajar di pondok Rejoso ini.

Setelah KH Tamim Irsyad dan K.H Cholil wafat, pesantren dikelola oleh penerusnya yakni Kiai Romly Tamim, Kiai Dahlan Cholil (putra Kiai Cholil), dan Kiai Haji Ma'sum Cholil (putra kiai Cholil). Kyai Romly Tamim memegang kebijakan umum Pondok Pesantren serta ilmu tasawuf dan tareqat qodiriyah wan naqsyabandiyah. Kiai Dahlan Cholil memegang kebijakan khusus siasah (manajemen) dan pengajian syariat dan  Al-Qur'an. Sementara Kiai Ma'soem Cholil mengemban organisasi sekolah. Pada masa ini pondok Rejoso mengembangkan sistem pengajaran yang lebih sistematis dari masa sebelumnya dan sangat terkenal dalam melahirkan dua hal. 

Pertama, salikin atau ahli tareqat qodiriyah wan naqsyabandiyah. Yaitu para murid tarekat di bawah asuhan KH Romly Tamim Irsyad. Kedua, huffadz atau penghafal Al-Qur'an, yaitu para lulusan madrasah huffadz Al-Qur'an diasuh langsung oleh KH. Dahlan Cholil. 

Ketiga kiai tersebut adalah alumni Darul Ulum Addiniyyah di Mekah yang kemudian menginspirasi mereka untuk memberi nama pondok Rejoso secara formal dengan nama Pondok Pesantren Darul Ulum pada tahun 1933.

Pada tahun 1938 M didirikanlah sekolah klasikal yang pertama di Darul 'Ulum yang di beri nama Madrasah Ibtidaiyyah Darul 'Ulum. Sebagai tindak lanjut sekolah tersebut pada tahun 1949 M didirikan arena belajar untuk para calon pendidik dan da'wah. dengan nama Madrasah Muallimin (untuk siswa putra) dan pada tahun 1954 didirikan sekolah yang sama untuk kaum putri. Selain madrasah-madrasah tersebut terdapat keluarga besar Darul 'Ulum yaitu Jam'iyah tareqat qadiriyah wan naqsyabandiyah yang jamaahnya datang dari berbagai kota di Nusantara. Ribuah jamaah tarekat ini mengadakan pertemuan khusu tiga kali dalam setahun yaitu pada pada bulan sya'ban.

Setelah Kiai Dahlan dan Kiai Romly wafat pada tahun 1958, kemudian KH Ma‘shum Kholil wafat pada tahun 1961, kepemimpinan Pesantren dipegang oleh KH Musta'in Romly dan dibantu oleh saudara-saudaranya. 

Kiai Musta'in Romly tidak hanya memoderiasai pesantren namun juga mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Sebagaimana para pendahulunya. Ia Musta'in Romly juga sangat aktif dalam gerakan tareqat. Salah satu kekhasan pesantren Darul Ulum adalah para kyai-nya memperkenalkan praktik tareqat kepada para santri. Kendati para santri tidak diwajibkan menjadi anggota tareqat, pengenalan praktik tareqat menjadi bagian dari program-program pesantren. 

Pada  tahun 1965 di Darul Ulum didirikan  Universitas Darul 'Ulum yang memiliki Fakultas Alim Ulama, Fakultas Hukum, Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Pertanian. Di masa sekarang, Pondok Rejoso tidak hanya menyelengarakan pendidikn diniyah, namun juga mendirikan SMA putri, SMEA, STM, dan Akademi Perawatan. (Sumbe: Ensiklopedi NU)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::