Rabu, 19 Juni 2013
Language :
Find us on:
Puisi 
Puisi-puisi Sidiq Paninggal
Sabtu, 04/08/2012 09:07

Sepeda Azimat
Sepeda kecil roda dua
Asli bikinan shanghai china
Dibeli abah seharga kitab safinatun naja
Dibayarnya bercicil berkali lima

Sepeda mini elok dipandang
Indah nian berhias bintang
Dengan keranjang di depan stang
Lari kencang penuh seimbang

Sepeda kenangan dari abah almarhum
Warnanya khas merah ranum

Sengaja ku-bawa serta sebagai prasasti
Tanda-tarikh dan pengingat diri
Dari mana aku memulai
Hidup yang sekarang diberkahi

Dia-lah milikku sedari kecil,
Kuwarisi dari kakaknya-kakakku selewat baligh aqil,
Setelah menghafal jurumiyah dan munggah Ibn Aqil,
Sebagai tanda melampaui masa jahil

Sepeda itu warisan turun temurun,
Menghantarku, adik dan kakakku mengaji berbagai rukun.

Dulu ku kayuh setiap hasibis dzhur
Ke sekolah arab di kampung balik-sumur.
kini aku telah udzur,
tapi sepeda itu masih saja berumur.

Tinta emas yang menandainya masih terbaca lamat-lamat,
Jika ia kupandangi, memberiku ia air semangat
Jika ia kuingat-ingat, ingatlah aku pada pelajaran akhirat.
Sepedaku, lebih dari sekedar azimat.
 

Orang Awam
Aku orang awam
Imanku, imannya orang awam
Taqwaku, taqwanya orang awam
Sujudku, sujudnya orang awam
Lakuku, lakunya orang awam

Jangan kau tanya aku yang rumit-rumit
Karena aku orang awam
Jangan kau tuntut aku yang sulit-sulit
Karena aku orang awam
Jangan kau cerca aku dengan berbelit
Karena aku orang awam

Beginilah aku orang yang awam
Beginilah tulisanku, tulisan yang wam
Beginilah sajakku, sajak yang awan


Persangkalan
Ku ingin sekali menyerah pada-Mu
Tapi hatiku masih padaku
Ku ingin sekali serahkan segala-gala
Tapi duniaku selalu merebutnya

Ku ingin sekali terbenam dalam sujud
Tapi rusukku enggan membuat sudut

Ku ingin sekali air mata deras bertetesan
Tapi kalbuku masih sering tertawa cekikikan

Walau air mataku terkadang banjir berlinang
Namun jiwaku masih terasa kerin kerontang

Tingginya langit sulit diukur
Tapi jiwa harus tetap dilatih dan diatur


Belum Berhasil
Ketika mulut mulai berkomat-kamit
Merapal tasbih sebagai wirid
Ke-Akuan harus beringsut untuk pamit
Karena kalbu akan segera singit

Harusnya tak ada apapun yang hadir
Tidak juga logika berpikir
Kepada kekosongan, hati sumampir
Meniti jalan berlatih dzikir

Jangan cari ke mana-mana
Karena ada di mana-mana
Rasakanlah kehadirannya
Sejuk hati sebagai tanda

Baca syahadat

Baca sholawat
Qulhuwallahu ahad
Dengan penuh hikmat

Diri ini terlalu musykil
Mengharap selalu akan hasil
Terkadang malah merasa kamil
Padahal bukti belum berhasil

 

SIDIQ PANINGGAL adalah santri di Pondok Pesantren Kroya, Jawa Tengah

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>