Kamis, 20 Juni 2013
Language :
Find us on:
Puisi 
Puisi-puisi Muhammad Riyan
Sabtu, 11/08/2012 07:04

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Kaum Muhajirin dari Indonesia 
Bapak dan ibu jadi budak di negri yang katanya bersaudara seiman dan seagama
Terjebak dibawah kolong jembatan Jeddah
Tak ada bedanya dengan kolong jembatan di Jakarta
Mengapa harus jauh-jauh jika harus sengsara
Tak ada tempat tinggal yang layak bahkan hidup terlunta-lunta

Lihatlah disana kakak perempuanku
Badannya memar bekas disiksa
Keponakanku yang lahir tanpa seorang bapak

Lihat juga disana tetanggaku  yang stress memikirkan nasib keluarganya di Indonesia
Sedang ia bekerja tak menerima hasil jerih payahnya

Lihatlah kehidupan di bawah kolong jembatan Jeddah itu
Mereka yang membuat koloni baru
Yaitu koloni kesengsaraan
Yang dibangun dari sisa puing-puing kedzaliman 
dinaungi awan kesedihan

sudahlah cukup wahai saudaraku
keringkanlah air mata mu 
tak usah kau bersedih
dan aku disini di negri ini
tak bisa berbuat apa-apa lagi

berdoalah wahai ayah-ibu
semoga kebaikan kaum anshor yang dahulu datang kembali
dan menerima kita sebagai kaum muhajirin dari Indonesia
bukan sebagai budak yang hina

Jerakah,25 Juli 2012

Obrolan di Serambi Mushola 
Di sebuah serambi mushola
Terdengar obrolanmu tentang semua
Tentang nasib dan masa depanmu
Tentang cita-cita
Tentang cinta
Tentang agama
Tentang pendidikan
Tentang pergerakan
Tentang rencana-rencana besar
Tentang bentuk kepedulian
Tentang nasib sesama
Tentang keikhlasan
Dan Tuhan pun mendengarkannya

(Serambi Mushola Al-Azhar)

Bertafakur 
Tafakur hatimu 
Adakah satu ketakutan? 
Tafakur akalmu
Adakah sebuah kebimbangan?
Tafakur dirimu
Adakah sebuah kesalahan?
Sadarilah dirimu hanya sebuah ciptaan

Renungan di Pagi Hari 
Satu pagi aku sadari
Betapa kurangnya diri 
Tak ada lagi yang bisa dibanggakan 
Dan sungguh tak pantas ada kesombongan
Maka pantaslah kita harus selalu belajar
Mengoreksi diri
Selalu belajar setiap hari
Tanpa ada ruang untuk berhenti   


MUHAMMAD RIYAN, bergiat di komunitas Waroeng Sastra, Farabi Institute, FLP Semarang, CSSMORA IAIN Walisongo dan Mahasiswa Walisongo Pecinta Alam (MAWAPALA), masih terdaaftar sebagai mahasiswa Fakultas Syariah Jurusan Konsentrasi Ilmu Falak Semester VI IAIN Walisongo Semarang, tinggal di Pondok Pesantren Daarun Najaah Jln. Stasiun Jerakah Tugu Semarang-Jawa Tengah. Bisa dihubungi melalui :ryanz63@yahoo.co.id

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>