Kelangsungan NU ke depan tergantung bagaimana kader-kader NU dibina dan dikembangkan. Tugas IPNU dan IPPNU-lah yang menyiapkan mereka untuk mengganti kepemimpinan NU dimasa mendatang. Konsep apakah yang akan jalankan oleh IPPNU dalam mengembangkan kader putri NU, berikut ini wawancara dengan ketua IPPNU Wafa Patria Umma disela-sela padatnya acara Ramadhanan.
Apa fokus yang akan dilakukan untuk mengembangkan IPPNU ke depan?
Sesuai dengan komitmen awal ketika kongres kemarin, nanti ke depan IPPNU yang akan aku bawa ke depan berkaitan dengan kaderisasi yang akan lebih dimatangkan lagi, lebih dikuatkan dan diperluas, karena setelah flashback kemarin, ternyata kita mengalami kemunduran kaderisasai.
Dari kongres kemarin yang hadir 25 wilayah dan 256 cabang, padahal harusnya kita memiliki 312 cabang dan 30 wilayah. Minimal tahun pertahan kita bisa mengembalikan yang tadinya 25 menjadi 30 lagi. Alhamdulillah, tadi ada surat dari NTT minta pembentukan wilayah. Sebetulnya pada periode Mbak Dian (Kepemimpinan Ratu Dian Chatifah). red, sudah ada tapi akhirnya vakum lagi dan sekarang minta dibentuk kembali.
Kedua, lebih konsentrasi pada kemandirian kader, disini bisa dikategorikan tiga kemandirian, yaitu kemandirian manajemen, kemandirian material dan kemandirian dalam organisasi. Jadi dalam tiga hal ini kita berharap bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia, tidak hanya di pimpinan pusat.
Lalu bagaimana caranya agar remaja putri tertarik ikut IPPNU?
Pertama, kita harus jalur struktural, artinya kita memakai NU dan diluar NU. Kita tidak bisa menggantungkan di luar saja sementara di NU tidak. Kita nantinya akan ada kerjasama dengan Maarif NU, RMI dan Lakpesdam, yang artinya menguatkan kita membingkai pengkaderan yang aktual itu bagaimana, ini yang akan kita garap bersama Lakpesdam.
Kita rencananya akan ada workshop pengkaderan yang menghadirkan para tokoh NU. diharapkan dari situ bisa menghasilkan konsep pengkaderan yang aktual saat ini seperti apa. Dan setelah itu, hasilnya akan kita bawa ke PBNU. Bagaimanapun bantuan dari PBNU sangat perlu bagi kita, akan kita distribusikan ke wilayah-wilayah dan cabang.
Kalau kita bisa memakai jalur stuktural seperti itu, kalau berjalan IPPNU akan bisa berkembang. Bisa jadi PBNU menginstruktikan ke Maarif, makanya kita berharap dalam MoU ini ada PBNU-nya untuk memfasilitasi agar ada “beban moral” dari fihak Maarif dan RMI bahwa ini tanggung jawab mereka juga untuk mengembangkan IPPNU.
Kedua, kalau dari non struktural, kita bekerjasama rencananya dengan PKBI, mereka punya cabang sekitar 20-an yang mau bekerjasama dengan IPPNU. Mereka akan melatih tentang kesehatan reproduksi remaja atau gerakan anti narkoba yang nantinya akan membentuk tim pelatih professional yang nantinya akan dikembangkan di NU.
Penguatan jaringan keluar agak sulit karena kaitannya dengan aturan sekolah yang tidak mudah untuk ditembus. Yang saya tahu, ini bagaimanapun kita harus bekerjasama dengan kepala sekolahnya dan BP-nya dan kalau sudah ada sinergi insyaallah gampang. Masalahnya kita harus siap dulu bingkai apa yang akan kita bawa, sekolah-sekolah kan sudah mandiri, ketika kita tawarkan semacam konseling, disitu sudah ada.
Jadi harus bisa menawarkan sesuatu yang belum ditawarkan sekolah itu?
Ya harus begitu, karena banyak teman sekolah di daerah kesulitan ketika menawarkan itu, misalnya menawarkan bimbingan konseling, mereka menjawab, kita sudah ada, terus menawarkan bimbingan apa, sama saja. Makanya kita harus menawrakan sesuatu yang belum tergarap.
Lalu bayangannya apa yang mau ditawarkan?
Kita nantinya pleno dan sekaligus workshop pengkaderan, kita mau denger masukan-masukan daeri daerah. Kebetulan di kepengurusan kita kan ada sekitar 10 wilayah, kita akan urun rembuk apa yang mau ditawarkan. Kalau gambaran saya pribadi, gimana anak sekolah tidak terlalu banyak yang terbebani, kalau terlalu menguras fikiran dia, akan kerepotan karena di sekolah sendiri sudah banyak yang harus difikirkan.
Ini yang pertama, pengenalan awal seperti outbond nanti. Lalu mengadakan acara apa, nanti 2007 kita akan mengadakan jalan sehat dengan mengundang kepada sekolah, yang penting having fun saja untuk awal. Anak sekarang beda, kalau terlalu serius mereka tida
kurang
yang terjadi sekarang ipnu-ippnu seperti mati suri,seperti ditempat saya...tidak ada yang peduli dengan kader2nya..masih kalah dengan organisasi2 islam moderen dari segi kegiatan menjadikan anak2 muda nu minder...kalaupun ada kegiatannya pun kurang oke..ketinggakan jaman akhirnya
setuju
yap benar sekali IPNU - IPPNU memang tak ada anggaran sama sekali. Dan itu jd PR kita semua sebagai Pelajar NU.
masyhuri ketip
IPNU-IPPNU berbeda dengan organisasi NU lainnya,misalkan MUSLIMAT, NU (PBNU), dan FATAYAT NU.
IPNU-IPPNU tidak ada anggaran dananya kok disuruh maju???? ini kan organisasi NU untuk pelajar.....apakah pelajar sudah bekerja???beda kan dengan FATAYAT dan MUSLIMAT, yang notabene mereka sudah bekerja.
Saya sebagai pelajar IPNU, terlebih sebagai ketua ranting IPNU di Kel.Jetis,Kec. Kendal,KENDAL, saya prihatin dengan keadaan IPNU-IPPNU yang administrasi organisasinya seperti itu.
Sekarang bagaimana pendapat anda dengan hal itu??
kemajuan
assalamu'alaikum wr. wb.
kepada dewan pimpinan nu : kami anak anak ipnu_ippnu pac karangpucung cilacap selalu terhambat dalam kegiatan kami, padahal dulu kami sering mengadakan makesta dan lain lain ! tapi sekarang semua anggota bubar, kehidupan pac ipnu_ippnu seperti mati suri ! tolong kami minta petunjuk bagaimana agar kami bisa menghidupkan kembali gerakan ipnu_ippnu di wilayah kami ! demi bangkitnya kembali generasi penerus NU. terimakasih
wallauhul muwafiq illa aqwamithoriq
wassalamu'alaikum wr. wb.
Sudah ngga jamannya
Organisasi IPNU IPPNU harus update programnya, sesuai dengan kebutuhan anak muda sekarang, jadi ngga bikin bete. Buatlah stigma bahawa organisasi tidak butuh mereka, malah mereka yang butuh beroganisasi.
Stagnasi dalam tubuh IPPNU
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya melihat adanya stagnasi yang terjadi dalam tubuh IPPNU di sekiitar saya, Memang benar, banyak kegiatan yang diadakan demi meningkatkan kualitas IPPNU itu sendiri,Namun kok saya belum melihat adanya kontribusi yang nyata setelahya? baik dari pesertanya maupun dari para aluminya sendiri?, Nah, bagaimana pedapat Rekanita menanggapi hal ini?
Terimakasih..
CONTOH
TOLONG SAUDARAKU DI KEPEMUDAAN NU,CONTOH LAH MUAHAMMADIYAH YANG SELALU MENDUKUNG KEGIATAN PARA PEMUDA
Kuatkan ikatan dalam simpul yang terkunci erat
Asslamu'alaikum Wr.Wb.
IPPNU adalah sebuah organisasi kader yang mengepentingkan kepelajaran, juga sebagai cikal dasar kader-kader NU di masa depan. Selama ini terlihat IPPNU bergerak sendiri-sendiri, tanpa harus memperhatikan apa yang sudah dianggarkan dalam AD ART IPPNU. Terkesan, pengkaderan yang dilaksanakan acak-acakan, dan antara satu cabang dengan cabang yang lain tidak ada komunikasi yang inten. IPPNU berusaha merubah imej organisasi lain yang selama ini lebih terkontaminasi oleh dunia poltik praktis, dan sekarang IPPNU lebih pada tujuan awal yaitu menciptakan kader yang beriman dan bertakwa di bawah naungan Nahdlatul Ulama dan diharapkan membentengi ASWAJA yang semakin dimakan oleh waktu semakin pudar.
pengkaderan harus dimulai lebih dini
memang harus kita akui semua bahwasannya masalah yang tidak lazim lagi bagi organisasi yang kita cintai ini adalah masalah bibit yang akan mengantikan posisi kita kelak ketika kita akan mangkat, menurut saya pribadi sesuatu yang sangat dilematis dan sangat disayangkan kenapa IPPNU tidak menjadi organisasi intra seperti OSIS di sekolah2 Ma'arif kenapa PBNU tidak mengintruksikan untuk Ma'arif untuk mewajibkan IPPNU / IPNU sebagai organisasi di sekolah Ma'arif? WHY ???
Apa sulitnya toh Ma'arif juga milik orang NU.
Saya yakin kalau IPPNU/IPNU masuk sebagai organisasi intra sekolah seperti OSIS disekolah umum pengkaderan ditubuh IPPNU/IPNU tidak sulit.
lihat saja orang Muhammadiyah mereka menjadikan IRM sebagai organisasi intra sekolahnya Hizbul Wathan (HZ) sebagai kepanduannya, lha kenapa orang NU gak bisa.
kita juga punya IPPNU/IPNU untuk organisasi intra sekolah, punya CBP/KKP untuk kepanduannya.
Saya yakin IPNU/IPPNU bisa masuk sekolah sebagai kegiatan intra sekolah atau CBP/KKP, IPNU/IPPNU di Indonesia OTOMATIS bergerak maju, dan dalam waktu yang cepat.
IPPNU harus serius ekspansi ke sekolah
Kongres XII di Surabaya telah mengamanatkan IPPNU untuk kembali ke pelajar. tetapi kembalinya IPPNU pada khitthahnya, masih menyisakan sejumlah masalah yang belum ditemukan jawabannya hingga kini. gerakan back to school pun tidak menemuui jalan mudah. hal ini dikarenakan IPPNU belum punya konsep yang jelas akan keberadaan IPPNU di sekolah. bahkan tidak sedikit sekolah yang sudah didirikan komisariat, terpaksa harus berdiam diri (vakum) karena belum ada formula yang jelas tentang pendirian komisariat. sudah menjadi keniscayaan bagi IPPNU untuk segera merumuskan juklak pendirian dan yang lebih penting adalah perawatan komisariat. karena kalau kita terlambat, maka akan sangat fatal akibatnya.
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel



Print
Download
Send







Pref

