Kamis, 18 Desember 2014
Language :
Find us on:
Hikmah 
Sayyidina Ali dan Seorang Tua Nasrani
Rabu, 18/04/2012 05:17

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap pagi dan sore Allah SWT selalu memandang wajah orang yang sudah tua, kemudian Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku, semakin tua usiamu, semakin keriput kulitmu, semakin lemah tulangmu, semakin dekat ajalmu, semakin dekat pula engkau bertemu dengan-Ku. Malulah karena-Ku, karena Aku pun malu melihat ketuaanmu, dan Aku pun malu menyiksamu di dalam neraka.

Dikisahkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali KW sedang tergesa-gesa berjalan menuju masjid untuk melakukan jamaah shubuh. Akan tetapi dalam perjalanan - di depan beliau - ada seorang kakek tua yang berjalan dengan tenang. Kemudian Sayyidina Ali memperlambat langkah kaki tidak mendahuluinya karena memuliakan dan menghormati kakek tua tersebut. Hingga hampir mendekati waktu terbit matahari barulah beliau sampai dekat pintu masjid. Dan ternyata kakek tua tersebut berjalan terus tidak masuk ke dalam masjid, yang kemudian Sayyidina Ali KW akhirnya mengetahui bahwa kakek tua tersebut adalah seorang Nasrani.

Pada saat Sayyidina Ali KW masuk ke dalam masjid beliau melihat Rasulullah SAW beserta jamaah sedang dalam keadaan ruku'. (Sebagaimana diketahui bahwa ikut serta ruku' bersama dengan imam berarti masih mendapatkan satu rakaat). Rasulullah SAW waktu itu memanjangkan waktu ruku'nya hingga kira-kira dua ruku'. Kemudian Sayyidina Ali KW ber-takbiratul ihram dan langsung ikut serta ruku'.

Setelah selesai shalat para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah tidak biasanya engkau ruku' selama ini, ada apakah gerangan? Beliau menjawab: Pada waktu aku telah selesai ruku' dan hendak bangkit dari ruku' tiba-tiba datang malaikat Jibril AS meletakkan sayapnya di atas punggungku, sehingga aku tidak bisa bangkit dari ruku'. Para sahabatpun bertanya: Mengapa terjadi demikian? Beliau menjawab: Aku sendiri pun tidak tahu.

Kemudian datanglah malaikat Jibril AS dan berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Ali waktu itu sedang bergegas menuju masjid untuk jama'ah shubuh, dan di perjalanan ada seorang kakek tua Nasrani berjalan di depannya, Ali pun tidak mengetahui kakek tua itu beragama Nasrani. Ali tidak mau mendahuluinya karena dia sangat menghormati dan memuliakan kakek tua tersebut. Kemudian aku diperintah oleh Allah SWT untuk menahanmu saat ruku' sampai Ali datang dan tidak terlambat mengikuti jama'ah shubuh. Selain itu Allah SWT juga memerintah malaikat Mikail untuk menahan matahari menggunakan sayapnya hingga matahari tidak bersinar sampai jama'ah selesai.

Demikianlah hikmah kisah teladan Sayyidina Ali KW yang sangat menghormati dan memuliakan orang yang tua walaupun beragama Nasrani. Semoga bermanfaat bagi kita semua.


J. Mu'tasim Billah - Mustofa Hasyim

Komentar(10 komentar)
Sabtu, 01/06/2013 10:11
Nama: lalu yunus
pancasila
hikmah dri kisah di atas bagi bangsa indonesia dapat kita jumpai dalam sila kedua, apabila kita teladani maka disamping menjalankan ahlak yang islami juga mengamalkan butir-butir dalam sila kedua dari pancasila, wallahu a\'lam.
Senin, 14/05/2012 16:34
Nama: H. yahul Kamal, Lc
Wali2 wanita
tolong bikin kisah2 wali2 wanita ada ga ya................????
Sabtu, 12/05/2012 23:01
Nama: Suhailah
Sayyidina Ali dan Seorang Tua Nasran
SubhanAllah
Senin, 07/05/2012 16:21
Nama: Tommy Sinaga
Damai antar Sesama Manusia
Salam Damai Saudara2ku,. Saya Seorg Kristen,. Kisah Seperti ini pun ada di ajaran agama sy,Karena pada dasarnya ALLAH benar2 mengajarkan kebaikan dan Cinta Kasih pada tiap sesamanya. God Bless.
Sabtu, 05/05/2012 20:06
Nama: mukh
sayidina ali dan seorang tua nasrani
itulah islam yg sesungguhnya. semoga kita bs meneladani apa yg dilakukan syyidina ali kw, ra. aku jadi merasa malu smg aku dw dpt meneladani beliau. amiin
Kamis, 03/05/2012 10:23
Nama: Taufik Alwi
Keagungan Sayyidina Muhammad SAW
SEGALA PUJI BAGI ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM TIADA TUHAN SELAINNYA DAN TIADA SEKUTU BAGINYA SEMUA SELAIN ALLAH PASTI FANA DAN SEMUA BERGANTUNG PADANYA, HANYA SANG AR-RAHMAN YANG KEKAL ABADI SELAMANYA SEGALA PUJI BAGINYA, BAIK DI MASA LALU, MASA KINI DAN MASA MENDATANG KAPAN DAN DIMANAPUN, ABADI UNTUK SELAMANYA…….  TIDAK MUNGKIN TERHITUNG BERAGAM KARUNIA DAN KASIH SAYANG DARI ALLAH YANG TELAH DAN YANG AKAN DIANUGERAHKAN KEPADAKU...........!! UNTAIAN PUJIAN TIADA BERUJUNG NAN ABADI....... PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH, KAPAN DAN DIMANAPUN ….. UNTUK SELAMA-LAMANYA……………………… Ya Allah Ampunilah Dosa ku dan Kedua Orang Tuaku serta kasihanilah mereka Kapan dan dimanapun mereka berada untuk selama-lamanya.. SERTA SHALAWAT DAN SALAM SENANTIASA TERCURAH KEPADA “MAKHLUK TERAGUNG DAN TERMULIA” SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMAD, BESERTA KELUARGA DAN KETURUNANNYA UNTUK SELAMA-LAMANYA…. 
Rabu, 02/05/2012 09:16
Nama: nophy
teet
tidak peduli apapun keyakinan orang lain selama ia berhak mendapatkan penghormatan harus tetap dihargai. dan ternyata Tuhan mencintai apa yang Sayyidina Ali lakukan. tapi bagaimana kalau Sayyidina Ali sudah tahu sebelumnya bahwa Kakek Tua itu itu seorang Nashrani? Mungkin hikmahnya akan berbeda kali ya...
Selasa, 01/05/2012 01:04
Nama: pcnunisel
Sayyidina Ali
Subhanallah, betapa mulianya Islam dan mulanya budi pekerti Sayyidina Ali, mari kita meneladaninya.
Selasa, 24/04/2012 21:55
Nama: asrori
Damai itu Indah
Rasulullah SAW saja mau hidup berdampingan dengan orang yang berbeda keyakinan,mengapa umatnya terkadang merasa paling benar dengan keyakinannya sendiri sehingga menimbulkan perselisihan dan tidak jarang saling menumpahkan darah,..toh Allah sendiri sudah menegaskan di dalam Al Qur'an surat Al Kafirun.
Selasa, 24/04/2012 07:59
Nama: bundalaila
Saidina ALI dan orang tua Nasrani
SUBHANLLAH ,smga kita bs meneladani,
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::