Sabtu, 02 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Taushiyah 
Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam
Kamis, 22/11/2007 12:41
Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam

Bismillahirrahmanirrahim

1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.

2. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.

3. Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia.

4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

5. Sebagai kondisi dari sikap di atas, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekwen oleh semua pihak.


Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama

 Situbondo,

16 Rabiul Awwal 1404 H / 21 Desember 1983 M


*Ket: Teks asli ditulis dalam bahasa Indonesia dengan huruf Arab Pegon

 

Komentar(10 komentar)
Sabtu, 15/11/2008 16:41
Nama: goesnour
Al-Qur'an jalan didup kita
Kalau kita mati dan malaikat bertanya tentang apa pedoman hidup kita di dunia, apakah jawaban kita Al-Qur'an atau pancasila?.
Jauh, jauh sekali perbedaan itu. Kalam Allah swt dibanding budi dan daya (budaya) manusia.
Kamis, 02/10/2008 10:55
Nama: adit
Menjadi Orang Indonesia Yang Muslim
saudara-saudara,

pertanyaan yang menggelitik adalah apakah :
1. kita orang Indonesia yang beragama Islam
atau
2. kita adalah orang Islam yang tinggal di Indonesia

Pilihan 1 adalah pikiran kaum nasionalis yang menempatkan KEINDONESIAAN dulu baru kemudian agama sementara pilihan 2 adalah pikiran kaum fundamentalis Islam yang menempatkan KEISLAMAN dulu baru kemudian Keindonesiaan dan perjuangan mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Kalau Pilihan 1 yang diambil yaitu KEINDONESIAAN yang diutamakan, kita harus ingat bahwa banyak saudara-saudara kita sebangsa yang beragama serta berkeyakinan lain di luar Islam sehingga dalam berbagai situasi, perlu dilihat dari sisi Keindonesiaan ini, misalnya dalam penerapan RUU Pornografi.

Kenapa saudara-saudara kita dari Papua, Sulut, NTT, Bali yang notabene mayoritas non muslim menentang? Karena pada dasarnya mereka cemas ini adalah bagian rencana sistematis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam
Jumat, 29/08/2008 16:59
Nama: Dody Kurniawan
Saran Aja...
Assalamu'alaikum wr wb...

mungkin kalo ada Kyai yang menolak azas tunggal Pancasila dalam artian melebihkan di atas Al Qur'an dan Sunnah, dan menganggapnya sebagai KEPUTUSAN FINAL SELAMANYA....mungkin salah satu kyai tsb adalah guru saya....
marilah kita semua berfikir dengan jernih...
para ulama yang menerima Pancasila adalah hanya sebagai bentuk penyelesaian fikih siyasi yang kompromistis....dan saya yakin tidak ada yang menganggapnya sebagai HARUS SELAMANYA....
karena argumen harus selamanya adalah sangat lemah, karena perkembangan jaman akan selalu berubah, apalagi masalah politik...khilafah Islamiyah di Granada Spanyol, Khilafah Abbasiyah, Khilafah turki Utsmani aja akhirnya dengan kehendak Allah tumbang juga...apalagi yang bukan khilafah...
intinya kalau suatu saat nanti situasi politik bisa berubah dan mendukung kepada umat Islam, kenapa kita tolak suatu konsep khilafah sebagaimana Khilafah Islamiyah pada jaman keemasan Islam...

wallahu a'lam
Kamis, 21/08/2008 12:02
Nama: erry
emang kalo sistem kilafah.....
emang kalo sistem kilafah bisa menyejahterahkan bangsa ini yach
kalo menurut ku sih tergantung orangnya yang menjalankannya saja......................
Ahad, 10/08/2008 11:28
Nama: marmut
Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam
byk orang mengatakan bahwa Rasulullah tidak pernah mengatakan mendirikan khilafah. Tapi tidak ada satu ayat pun yg aq temukan,apakah itu hadist maupun Al-Qur'an yang mengatakan Rasulullah mendirikan sistem demokrasi dalam sebuah negara. lalu mengapa diblog ini byk menolak sistem khilafah, apa dalil syariatnya anda mnolak? lalu kalo ada tunjukkan satu ayat al-Qur'an atau hadis mengatakan bahwa Rasulullah menegakan sistem demokraasi kpd aq?
Sabtu, 31/05/2008 10:53
Nama: Cak Wawan
Bedakan Penerapan Asas Tunggal Pancasila dengan Pancasila
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kepada Sahabat Noe yang budiman, harap dipahami perbedaan antara AZAZ TUNGGAL PANCASILA dengan PANCASILA.

Jika azaz tunggal Pancasila, bererti HTI, NU, Muhammadiyah yang lahir dan hidup di Indonesia tidak boleh menggunakan landasan Islam.

Jika azaz Pancasila, maka di dalamnya terdapat konsep syuro...

Harap dipahami... Wallahu a'alam.

Wassalam
Senin, 12/05/2008 16:56
Nama: ali manshur
pancasila NO Islam YES
pancasila dengan islam itu jelas gak ada hubungannya, yang buat aja kan beda. Pancasila itu kan di buat oleh manusia, yang tentunya mempunyai banyak kekurangan dan tentunya kelemahan yang banyak sekali. Dan sudah sepatutnya kita ini menggunakan dasar negara kita ini berpedoman pada Al - Quran dan Al - Hadist
Sabtu, 19/04/2008 19:10
Nama: naw
comment
maklum orang2 nu kan kolot-kolot n wangkot-wangkot ya susah diajarkan islam secara kaffah.
Sabtu, 01/03/2008 20:32
Nama: adi dzirullah
sebaiknya
sebaiknya semua ulama baik dari NU, Muhammadiyah, HT, dll berkumpul dalam 1 forum diskusi. ingat!forum diskusi, bukan forum debat. karena debat hanya menghabiskan umur dan tak manfaat.

jika semua orang mau melihat wejangan, qonun siyasi dari KH. Hasyim Asy'Ary almaghfurlah. saya yakin semua akan bisa berfikir dengan arif dan memiliki hasil yang baik.

semua jangan saling menuduh, menyalahkan, dan sok benar. Syaikh Hasyim pernah menulis, bahwa sekarang kita waktunya bersatu (lihat qonun siyasi)
Senin, 28/01/2008 12:09
Nama: M. Anwar Zen
Pancasila, TITIK!!
Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa adalah final. di dalamnya terkandung nilai-nilai moral islam yang jika nilai-nilai moral tersebut diterapkan maka tidak akan lagi kita lihat ketimpangan-ketimpangan sosial seperti sekarang ini. namun, permasalahan terjadi ketika kita mencoba menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. bagi yang dari HTI, menerapkan formalisasi syariat islam dan mendirikan khilafah adalah pilihan yang benar/syar'i. namun bagi kami pribadi, menerapkan nilai-nilai moral islam tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa embel-embel formalisasi adalah pilihan yang tepat dan kita dapat temukan hal tersebut dalam pancasila.
Mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi sekarang ini seperti tingginya angka kejahatan, pengangguran, kemiskinan, dsb. hal tersebut terjadi disebabkan oleh banyak faktor. dan anda "HTI atau sebangsanya" jangan menggeneralisir persoalan bahwa hal itu dikarnakan tidak di formalisasikannya "syariat islam". persoalannya tidak sesederhana itu saudara!! Islam menjadi solusi ketika Islam mampu mengakomodasi tantangan-tantangan jaman, bukan dengan formalisasi syariat seperti penerapan Qisos dan lain sebagainya. akan tetapi dengan mengamalkan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang didalamnya sarat akan nilai-nilai yang sanggup mengakomodasi pluralitas/kemajmukan bangsa dan negara. dan yang lebih penting,"ini sesuai dengan islam lo..!!"
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::