Ahad, 21 September 2014
Language :
Find us on:
Taushiyah 
RAPAT PLENO PBNU
Tausiyah Rais Aam PBNU
Ahad, 27/03/2011 14:05
Hadirin hadirat peserta rapat pleno dan undangan yang kami hormati,

Alhamdulillah, pada hari ini, kita dapat menghadiri rapat pleno PBNU. Rapat ini adalah amanat Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi pasal 87. Walaupun kali ini diadakan agak terlambat dari seharusnya, namun di masa mendatang, kita harapkan dapat berlangsung sesuai agenda organisasi.<br />
Selaku Rais Aam saya menyampaikan selamat datang, terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Ibu dan Saudara-Saudari dalam majelis yang mulia ini. Kepada al Mukarram para pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir dan Pesantren Krapyak Yogyakarta (KH Zainal Abidin Munawwir, KH Ahmad Warsun Munawwir dan KH Atabik Ali) secara khusus kami ucapkan jazakumullahu khaira, atas perkenan mereka untuk menjadi tuan rumah rapat pleno kali ini. Semoga hal ini semakin memperkuat tali silaturahim dan ikatan aqidah dan historis antara PBNU dan pondok pesantren ini, amin

Rapat pleno PBNU merupakan forum enam bulanan untuk membicarakan pelaksanaan program organisasi. Sebagaimana telah dimaklumi, beberapa bulan yang lalu, PBNU dan lembaga serta lajnahnya telah mencanangkan berbagai programnya, yang sebagiannya telah dilaksanakan, sebagian yang lain belum dilaksanakan. Di samping itu, berbagai perkembangan dalam kehidupan organisasi, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan internasional telah berlangsung dengan cepat, dalam berbagai aspek. Dinamika ini harus direspon dengan tepat dan cerdas oleh NU. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari keberadaan NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Untuk itulah, pelaksanaan program organisasi tidak boleh mengesampingkan dinamika yang terjadi. Akan tetapi hal ini tidak berarti NU harus larut mengikuti perkembangan yang terjadi; melainkan justru NU harus bisa memberikan arahan dan bimbingan (guidance) kepada warga Nahdliyyin pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. NU tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyyah, pengusung nilai-nilai luhur Islam menurut pemahaman ahlusunnah wal jamaah. Sebagai sebuah jamiyyah, NU harus berjalan sesuai dengan tata aturan organisasi. Tidak boleh ada kebijakan, sikap, dan tindakan dan pernyataan pimpinan organisasi yang tidak sesuai dengan tata aturan, mekanisme dan keputusan organisasi.

Dalam kehidupan organisasi yang benar, koordinasi antar segenap pengurus merupakan keharusan. Tanpa koordinasi, akan terjadi kesimpangsiuran dalam tata kelola organisasi. Koordinasi disini berlaku antar sesama pengurus tanfidziyah, antara tanfidziyah dan lembaga, lajnah dan badan otonom, diperkuat dengan konsultasi intens dengan fihak syuriyah sebagai pemegang otoritas tertinggi. Inilah makna keberadaan organisasi ini sebagai organisasi yang menempatkan ulama pada posisi yang khusus. Dengan demikian, konsultasi tanfidziyah kepada syuriyah dalam hal-hal yang strategis merupakan kewajiban organisasi.

Dalam hubungannya dengan NU sebagai jamiyyah diniyah, tugas organisasi ini dalam penguatan nilai-nilai Islam aswaja di kalangan warga NU dan upaya mensosialisasikannya dalam kehidupan masyarakat dan bangsa, menjadi semakin mendesak. Dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku keagamaan, hal ini dirasa sangat penting, sehubungan dengan semakin kuatnya kecenderungan radikalisme dan fundamentalisme pada sebagian umat yang menghalalkan tindak kekerasan atas nama agama. Nilai-nilai dasar aswaja sangat tidak sejalan dengan sikap itu. Adapun dalam kaitannya dengan pemikiran dan paham keagamaan, tugas membentengi warga NU dengan amaliyah dan tradisi keagamaannya dari serangan paham Wahabi dan sejenisnya, memerlukan perhatian serius dari PBNU, baik melalui dakwah secara lisan, maupun melalui penerbitan dan pengajaran.

Jati diri berikutnya dari NU ialah NU sebagai jamiyyah ijtimaiyyah. Disini, saya perlu mengingatkan kewajiban NU untuk lebih serius meningkatkan kewajiban NU dalam kerja-kerja sosial kemasyarakat. Bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan yang semacamnya merupakan lahan luas bagi NU dalam rangka mengangkat harkat dan martabat kehidupan warga. Dengan menemukan secara serius program-program kerja sosial seperti itu, diharapkan agar ketertarikan sebagian pengurus NU untuk menyeret organisasi ke ranah politik praktis yang berorientasi kepada kekuasaan dapat dieliminir. Melibatkan NU dalam politik praktis, disamping tidak sesuai dengan jati diri jamiyyah, juga sangat potensial untuk mengundang keresahan, bahkan perpecahan di kalangan werga Nahdliyyin. Na’udibillah min dzalik.

Kiranya inilah beberapa catatan yang saya angap penting untuk disampaikan dalam rangka meperbincangkan pelaksanaan program kerja pada rapat pleno kali ini. Selamat mengikuti rapat dengan tekun dan serius. Semoga menghasilkan keputusan-keputusan yang bemanfaat bagi jamiyyah NU dan jamaah nahdliyyin di masa depan. Amin, ya mujibassailin. Wallhul muwaffiq ila aqwamith thariq. Wassalaulalaikum warahmatulahi wabarakatuh.

* Disampaikan dalam pembukaan Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di kompleks pesantren Krapyak Yogyakarta, Ahad, 27 Maret 2011.
Komentar(4 komentar)
Jumat, 06/05/2011 19:55
Nama: Khudhori
Komentar
Selamat berjuang demi islam dan berilah pencerahan pada kaum nahdiyin yang terhimpit aneka paham di negeri ini. Jangan sampai terjerumus kedalam kesesatan....
Ahad, 17/04/2011 18:35
Nama: af.maftuhien
suport
semoga lbih transendental.....kiprah nyata pada warganya...tdk hnya konseptual...ksihan warga NU yg sdh mulai mrotholi dg dtngnya sekte2 islam baru...
Senin, 04/04/2011 09:06
Nama: alatif
rapat pleno
Semoga sukses memperjuangkan Islam yang rahmatan lil'alamin dan semoga sukses pula membendung pemahaman Islam radikal dan fundamentalis yg suka melakukan teror atas nama agama.

salam
Ahad, 27/03/2011 21:07
Nama: HALIMI MUSLIM
SELAMAT
SELAMAT PLENO SEMOGA NU TETAP MENJADI ORGANISASI MASYARAKAT YANG TETAP ROHMATALLIL'ALAMIN,DAN MEMEGANG KHITTOH,AMIN
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::