Rabu, 23 Juli 2014
Language :
Find us on:
Fragmen 
Dua Ulama dari Singaparna
Kamis, 13/12/2012 11:52

Zaman penjajahan Belanda, dua pemuda dari Kampung Bageur, Tasikmalaya, minimba ilmu di Pesantren Gunung Pari. Keduanya bernama Umri dan Dimyati. Masih sadaura sepupu, yang jalur silsilah keluarga bertemu di H. Arijam.

Umri dan Dimyati belajar di pesantren atas biayai seorang kaya, Hj. Juariyah. Sepulang belajar, dua pemuda tersebut dinikahkan kepada dua perempuan yang masih saudara sepupu, dan masih kerabat dengan Hj. Juariyah.

Oleh Hj. Juariyah pula, mereka diberi tanah untuk mendirikan pesantren. Pada tahun 1922, Dimyati mendirikan pesantren Sukahideng di Desa Bageur. Lima tahun kemudian, 1927, Umri juga mendirikan Pesantren Sukamanah di Desa Cikembang. Kedua pesantren tersebut hanya berjarak 1,5 km. Waktu itu, keduanya masuk wilayah Kecamatan Singaparna. Karena pemekaran, sekarang berada di Kecamatan Sukarapih.

Melalui pesantren, Umri dan Dimyati bahu-membahu berjuang mendidik masyarakat sekitar yang masih gelap pengetahuan agama.

Dua Zainal
Pada tahun 1928, Hj. Juariyah kembali menunjukkan kedermawanannya. Ia memberangkatkan kedua kiai muda tersebut ke tanah suci. Sepulang menunaikan ibadah haji, keduanya berganti nama; Umri menjadi Zainal Musthafa, dan Dimyati menjadi Zainal Muhsin.

Sepuluh tahun kemudian, 1938, Dimyati alias Kia Haji Zainal Muhsin Wafat. Kepengurusan pesantren dilanjutkan salah seorang menantunya, yaitu Kiai Haji Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945. Dari tahun 1945, pesantren dilanjutkan anak sulung Dimyati, yaitu Kiai Haji A. Wahab Muhsin.

Umri melawan Jepang
Pada masa kolonial, tangan-tangan Belanda pun sampai daerah Singaparna. Rakyat di sana mendapat pengawasan yang ketat. Pasalnya, selain rakyat teguh beragama, teguh pula memegang kebangsaannya. Pada saat yang sama dari pesantren tumbuh alasan-alasan yang sangat menggetarkan hati untuk memberontak terhadap penjajahan totaliter, termasuk pada Jepang yang memeras dan menyiksa rakyat melelui romusha.

Pada tanggal 25 Februari 1944 M, bertepatan dengan tanggal 1 Rab’ul Awal 1365 H, Umri yang sudah berganti nama Zainal Musthafa, melawan penjajahan Jepang karena mereka sudah berlebihan. Mereka menyuruh Seikerei, menghormat kaisar Jepang dengan menundukkan badan ke arah Tokyo.

Kiai Zainal jelas menolak. Praktik Seikerei bentuk lain dari kemusyrikan dan kekafiran yang bertentangan dengan tauhid dalam Islam.

Karena itulah, Kiai Zainal yang aktif menjadi Wakil Rais Syuriyah NU sejak tahun 1933 tersebut, tidak hanya dipenjara, melainkan dihukum mati. Bertahun-tahun, jasadnya tidak diketahui keberadaannya.

Pada tahun 1970 M, Kepala Erevele Belanda Ancol Jakarta memberi kabar, bahwa KHZ Musthafa telah menjalani hukuman mati pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta.

Pada tanggal 20 November 1972, KH Zainal Musthafa dianugerahi “Pahlawan Nasional” dengan SK Presiden RI No : 064/TK Tahun 1972.

Dua Zainal telah wafat. Keduanya mewariskan pesantren yang melahirkan ribuan santri. Dua pesantren tersebut, Sukahideng dan Sukamanah, berada dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Perguruan KHZ Musthafa.

Yayasan tersebut dibentuk pada tanggal 17 Agustus 1959 oleh putera Dimyati, KH Wahab Muhsin, Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmalaya (wafat 2000), bersama Letnan Syarif Hidayat (santri KHZ Musthafa) sebagai pelestarian perjuangan kedua almarhum dalam bidang pendidikan. (Abdullah Alawi)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online bisa dilakukan via SMS (083807382750) atau PIN BBM (742CE570) ::::