Ahad, 26 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Fragmen 
Gelar untuk Menaklukan Kiai Hasyim Asy’ari
Rabu, 31/05/2006 18:50

Belanda sangat risau dengan bangkitnya kelompok agama yang terus-menerus mengusik ketenangan penjajah. Langkah preventif segera diambil dengan mengutus berbagai intelektual ke pesantren, persis ketika Belanda mengirim Gericke untuk menyelidiki kehidupan pesantren Tegalsari yang diduga sebagai sumber spiritual perang Diponegoro. Sehingga mampu menggerakkan seluruh kekuatan bangsa. Kali ini Belanda mengirim van der Plaas yang tujuannya untuk modernisasi pesantren, tetapi KH Hasyim Asy’ari waspada terhadap muslihat untuk merongrong pendidikan pesantren dan menggantinya dengan pendidikan sekolah model Belanda itu.

Kiai Hasyim dengan gigih melawan agenda kolonial itu justru semakin memperkuat jaringan pendidikan pesantren. Melihat keteguhan pendirian ulama kharismatik itu, maka sekitar tahun 1935, Belanda mengambil siasat lain, bukan melawan, tetapi menjinakkan dengan tipu muslihat melalui pemberian gelar Bintang Perak, atas jasanya dalam mengembangkan pendidikan Islam. Tetapi gelar itu ditolak oleh Kiai Hasyim, sebab ia tahu bahwa pemberian gelar itu hanya tipu muslihat untuk menjinakkannya.

Melihat rencananya gagal, maka Belanda tidak kehilangan akal, dengan meningkatkan pemberian gelar yang lebih tinggi lagi yaitu memberikan Bintang Emas. Penghargaan tinggi itu pun ditampiknya pula, maka Belanda semakin kehilangan akal untuk menaklukkan pemimpin para ulama itu. Bahkan setelah itu Kai Hasyim juga semakin keras menetang segala kebijakan Belanda antara lain soal waris yang oleh Belanda hendak diintegrasikan ke dalam Nationaale Raad (hukum positif). Oleh Kiai Hasyim hal itu dianggap sebagai cara untuk mengintervensi kedaulatan hukum Islam, karena itu ditolak.

Ulama dahulu percaya bahwa pesantren dengan spirit pendidikan Islam mampu menangani pendidikannya sendiri tanpa dibantu oleh penjajah. Mereka sadar betul sebaik apapun bantuan kolonial itu bertujuan menjajah. Sayang, sikap kiai Hasyim yang nota bene dihormati sebagai pendiri NU itu tidak ada yang mau meneladani, baik para santrinya termasuk anak cucunya. Bagaimana mereka sangat gigih menjalankan agenda kolonial di pesantren. Dan bagaimana mereka dengan terbuka dan senang hati menerima berbagai penghargaan kolonial. Padahal kiai yang beramal berdasarkan keikhlasan tidak memerlukan berbagai gemerlapnya gelar, baik yang bersakala nasional maupun internasional. Tetapi karena keilmuan dan integritas ulama semakin menurun mereka membutuhkan berbagai gelar sebagai legitimasi keulamaan mereka. Padahal tidak sedikit gelar yang menjebak, seperti yang pernah dilakukan kolonial pada Kiai Hasyim. Sikap itu yang perlu diteladani. (Munim Dz).

Disadur dari buku Kebangkitan Ulama dan sumber lainnya.

Komentar(5 komentar)
Ahad, 01/04/2007 03:22
Nama: muhammad afdillah
permohonan
saya mohon bantuan untuk mendapatkan daftar silsilah keluarga KH Hasyim Asy'ari, data tersebut akan saya gunakan untuk menulis tesis saya di unair.

terima kasih sebelumnya.
afdillah
Ahad, 23/07/2006 10:00
Nama: Addy Djulizal Masdar
Gelar untuk menaklukkan kiyai Hasyim Asyari
Sikap Kukuh dari Mbah Kiyai Hasyim asyari memang perlu jadi ketauladan bagi bangsa Indonesia. Karena karena yang namanya orang asing itu memberikan bantuan pinjaman utang, itu jebakan juga. Lihatlah sekarang kita menjadi bangsa manja dan malas, sehingga sulit bangkit dari krisis. ini salah satunya akibat kita mudah terjebak oleh dana pinjaman asing, yang seolah-olah berkesan membantu tapi akhirnya jadi beban utang yg membuat bangsa Indonesia jadi krisis. Jadi lebih baik kita menjadi bangsa mandiri, jangan mudah menerima bujuk rayu pihak asing,yg sebenarnya adalah jebakan yg mereka pasang buat bangsa kita.
Sabtu, 08/07/2006 11:21
Nama: Alfan
SubhanaAllah.........
Sudah sepantasnya kita sebagai warga nahdliyyin meneladani sikap mbah Hasyim....
Kamis, 06/07/2006 23:32
Nama: moeh rizal
figur ulama sejati
Kiai Hasjin Asj'ari memang figur ulama yang mumpuni, pencetak ribuan ulama ternama. Semoga Allah memuliakan tempatnya. Tak lupa semoga Nahdlatul Ulama yang dititipkan kepada kita semua tetap jaya. Amien.
Kamis, 22/06/2006 17:17
Nama: mufli
subhanAlloh
semoga alloh meridhoi hadratus mbah Hasyim yang telah memberikan ajaran islam dari Rosululloh dan dalam perjuangan kaum muslimin ,nahdliyin dan bangsa dalam kemerdekaan.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::