Rabu, 22 Mei 2013
Language :
Find us on:
Fragmen 
NU Konsisten Menentang Renville
Jumat, 16/03/2007 10:15

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Bagi NU yang sejak awal berjuang untuk kemerdekaan Indonesia raya yang wilayahnya membentang dari Sabang sampai Meraoke tentunya merasa dikibuli ketika Belanda menawarkan perjanjian Renville yang semakin mempersempit wilayah Indonesia,  padahal Belanda telah kalah perang. Karena itu NU menolak perjanjian manipulatif tersebut.

Persetujuan Renville antara Indonesia dengan penjajah Belanda yang ditandatangani pada 17 januari 1948 di atas kapal USS Renville yang sedang berlabuh di Teluk Jakarta. Perjanjian ini merupakan titik balik  perjuangan Indonesia. Indonesia harus tunduk di bawah kekuasaan Ratu Belanda. Perjanjian yang ditandatangani pemerintahan Amir Syarifuddin dari PSI itu mewakili Indonesia, sedangkan pihak Belanda diwakili orang Indonesia pula yaitu R Abdul Kadir Widjojoatmojo seorang federalis yang bekerja pada pemerintah federal bikinan Van Mook. ;

Isi perjanjian tersebut:
1. Pembentukan dengan segera Republik Indonesia Serikat.
2. Sebelum RIS terbentuk Belanda memegang  kedaulatan seluruh Indonesia.
3. Republik Indonesia akan menjadi bagian dari RIS.
4. Akan dibentuk Uni Indonesia yang akan dikepalai oleh Ratu Belanda.
5. Akan diadakan peblisit untuk menentukan kedudukan rakyat dalam RIS.

Karena isi perjanjian Renville lebih buruk dari perjanjian Linggarjati, dengan perjanjian itu berarti Indonesia mengakui kedaulatan kembali Belanda atas Indonesia. Dengan tegas NU menolak perjanjian pengkhianatan tersebut. NU menyebutnya sebagai perjanjian munkarat dan pengkhianatan, karena itu haram turut menyetujuinya. Tetapi anehnya PSI dan PKI menyetujui perjanjian itu.

Ketka kabinet Amir jatuh digantikan kabinet Hatta, walaupun tidak ikut menandatangani Renville tetapi kabinet itu terikat oleh perjanjian tersebut, sehingga harus melaksanakan beberapa ponnya. Maka ketika itu NU yang masih bergabung dengan Masjumi menolak, antara lain penolakan dari Kiai Wahib dan Kiai Hadjit. ]

Tetapi Kiai Wahab Hasbullah berpendapat lain. Memang NU menganggap bahwa perjanjian Renville merupakan pengkhianatan dan kejahatan, karena itu NU dan Masjumi harus menolak keras. Tetapi sebagai bangsa Indonesia setiap warga wajib membela negara ini, karena itu kita harus ikut dalam Kabinet Hatta, tidak secara kelembagaan atau partai, secara Partai kita harus menolak, ikut masuk berarti mendukung. Tetapi secara individu boleh dan harus menelusupkan kader ke dalam kabinet Hatta  justru untuk membendung kemungkaran tersebut. Saran Kiai Wahab itu diikuti oleh semuanya. Akhirnya Masyumi ikut dalam kabinet Hatta, saat itu berusaha meluruskan arah republik ini agar tidak terjebak pada perjanjian yang terlanjur ditandatangani. Kalau hanya berteriak dari luar kabinet bisa dituduh sebagai makar.

Secara substansi NU menolak perkanjian tersebut walaupun dengan banayak mengalah, Belanda akan tetap mengkianati juga, karena itu bentuk erjanjian apapun tujuannya adalah melakukan tipu muslihat, sebab bagi NU tidak ada kolonial yang berniat baik semua langkahnya adalah tipu muslihat, tidak dulu tidak sekarang. Dengan kewaspadaan semacam itu NU tetap mensiagakan Hisbullah dan Sabilillah untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi.

Benar tidak lama kemudian walaupun pemerintah Indonesia telah berusaha menjalankan agenda Reville, tetapi Belanda punya rencana lain dengan kembali melakukan pengkhianatan dengan melakukan agresi pada 19 Desember 1948. Serbuan ke Indonesia yang berkekuatan 140.000 orang ditambah 60.000 eara KNIL itu diskenario oleh CPF Romme, ketua Partai Katolik Belanda. Oleh karena itu di beberapa tempat agresi Belanda itu menggunakan Sekolah dan Asrama Katolik seperti di Ambarawa sebagai pangkalan militer Belanda.

Apa yang diperkirakan NU benar, selain menolak menyerahkan kedaulatan pada belanda, menolak bentuk negara federal yang merupakan upaya pecah belah, juga Belanda pasti berkhianat, karena itu NU dengan Hisbullah dan Sabilillahnya meneruskan perjuangan bersenjata besama kelompok perjuangn lain yang bergadung dalam Volkfron (Fron perjuangan rakyat) yang kemudian menjadi Persatuan Perjuangan (PP) yang menghendaki merdeka seratus persen. PP yang dipelpori Tan malaka itu juga diikuti Oleh jendral Sudirman. Kalangan NU yang dipimpin KH Wahid Hasyim juga mendukung gerakan itu, sehingga posisinya sangat kuat dalam melakukan tekanan pada Belanda sehingga pemerintah juga tidak mudah menyerah.  (Mun’im DZ
 

Komentar(4 komentar)
Senin, 12/12/2011 20:31
Nama: dimas
NU atau PSII?
maaf setau saya unsur masyumi yg ikut aktif dalam Persatuan Perjuangan adalah Abikusno dari PSII. itupun masih perdebatan didalam internal masyumi ttg kerja sama dgn tan malaka yg merupakan komunis
Kamis, 29/01/2009 14:12
Nama: seno
Kasihan NU
Dulu masjidku bernuansa NU banget, karena yang mbangun juga bapak-bapak atau simbah2 dari NU...namun sekarang mereka "tergusur" oleh pemuda-pemudi dari Ormas lain, Sholat Tarwih hanya 11 Rekaat, ngak ada lagi sholawatan, tahlilan, yasinan yang dianggap mereka sebagai amalan bid'ah

Kamis, 29/03/2007 01:57
Nama: arief
tinggalkan rebutan daging
sudah seyogyanya para PEMIMPIN NU kembali ke "kampungnya" jangan hanya memikirkan urusan duniawi, urusan dunyo ra ono enteke dab. entah sampeyan kiai atau pejabat NU, silahkan hal ini di camkan.
Ahad, 25/03/2007 19:54
Nama: qin
pertahankan kebesaran NU
saya sbg warga nahdliyin sangat kecewa adanya provokasi-provokasi oleh islam garis keras yg menganggap NU organisasi ahli Bid`ah maka konsekuensinya kader-kader NU banyak berpindah haluan ke ormas lain. Hal ini sangat terasa betapa besar dasyatnya pergerakan Islam garis keras di Indonesia terutama dikampus-kampus PTN / PTS yg mrpkan "agen of change"islam. Banyak buku-buku yang menganggap NU sesat dan tokonya ahli Bid`ah. Saya sangat Khawatir terhadap perkembangan saat ini dan saya berharap NU harus lebih Tegas, keras, kalau perlu NU harus mempublikasikan secara resmi pihak-pihak yang menganggap NU sesat dan ahli Bid`ah karena kalau itu di biarkan maka tinggal menunggu waktu NU akan hancur dan runtuh serta basis pendukungnya hilang sama sekali.
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>