KH HASYIM MUZADI*
A MALIK MUGHNI*
YENNY WAHID*
Terbaru
Sabtu, 29/09/2012 07:01
Oleh Muhammad Ramli
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia punishment berarti hukuman atau siksaan, sementara reward adalah ganjaran atau hadiah. Melihat judul di atas mendahulukan punishment dari pada reward mengandung makna tersendiri. Dalam kaidah bahasa Arab dikenal sebuah kaidah yang berbunyi ta’khir wat taqdhim (mendahulukan dan mengakhirkan) salah satu tujuannya adalah untuk memperjelas dan mengkhususkan sesuatu yang didahulukan. contoh Muhammad dan Ahmad berangkat ke sekolah, dalam kalimat ini mendahulukan kata Muhammad dari Ahmad karena Muhammad lebih tua dari segi umur dari Ahmad.
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia punishment berarti hukuman atau siksaan, sementara reward adalah ganjaran atau hadiah. Melihat judul di atas mendahulukan punishment dari pada reward mengandung makna tersendiri. Dalam kaidah bahasa Arab dikenal sebuah kaidah yang berbunyi ta’khir wat taqdhim (mendahulukan dan mengakhirkan) salah satu tujuannya adalah untuk memperjelas dan mengkhususkan sesuatu yang didahulukan. contoh Muhammad dan Ahmad berangkat ke sekolah, dalam kalimat ini mendahulukan kata Muhammad dari Ahmad karena Muhammad lebih tua dari segi umur dari Ahmad.
Jumat, 28/09/2012 08:46
Oleh: Mukhlisin
Salah satu argumentasi yang menyebabkan kaum perempuan sulit untuk menjadi pemimpin dalam dunia politik adalah adanya Q.S al-Nisa’ ayat 34. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa kaum laki-laki lebih tegak atas wanita. Sebab, Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena laki-laki telah memberikan nafkah dari hartanya.
Kamis, 27/09/2012 12:03
Oleh Dito Alif Pratama
Sepintas mungkin agak aneh ketika kita membaca judul diatas, tetapi sejatinya itulah langkah strategis untuk bagaimana kita terus membumikan tradisi dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Selasa, 25/09/2012 14:29
Oleh Hamidulloh Ibda
Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU sangat memberikan sinyal positif terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini. Makin maraknya korupsi di Indonesia telah membuat keprihatinan tersendiri bagi para alim ulama NU. Mereka mengeluarkan fatwa yang berisi rekomendasi “hukuman mati bagi koruptor” yang mengulangi perbuatannya.
Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU sangat memberikan sinyal positif terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini. Makin maraknya korupsi di Indonesia telah membuat keprihatinan tersendiri bagi para alim ulama NU. Mereka mengeluarkan fatwa yang berisi rekomendasi “hukuman mati bagi koruptor” yang mengulangi perbuatannya.
Senin, 24/09/2012 11:51
1000 HARI GUS DUR
Oleh : Akhmad Syarief Kurniawan
Hampir genap seribu hari (1000) tak terasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggalkan kita, sejak 30 Desember 2009 silam. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dikenal istilah tradisi peringatan Haul (peringatan 1 tahun wafat seseorang), Haul akan terasa dahsyat gemanya jika yang meninggal itu seorang tokoh kharismatik, ulama’ besar, pendiri sebuah pesantren dan seterusnya, dan Gus Dur-lah salah satunya.
Sabtu, 22/09/2012 07:42
Oleh : Mujib Kodar*
Di dalam al-Qur’an terdapat 370 ayat yang berkaitan dengan persoalan bisnis dan perdagangan. Selain itu, banyak hadits yang membicarakan keutamaan para pebisnis. Sayangnya orang Indonesia yang mayoritas beragama Islam lebih memilih menjadi karyawan daripada menjadi seorang entrepreneur. Menurut data terakhir jumlah entrepreneur kita hanya 0,18 persen (sekitar 420 ribu orang) dari total penduduk Indonesia. Padahal menurut pakar kewirausahaan David McClellad, minimalnya 2 persen dari total penduduk sebuah negara adalah entrepreneur, baru sebuah negara dapat hidup sejahtera.
Jumat, 21/09/2012 08:27
FILOLOGI DI PESANTREN (3)
Oleh Fathurrahman Karyadi
Pada 16 September 2012, kami berbincang-bincang bersama mantan Dubes RI untuk Lebanon, H Abdullah Syarwani. Beliau menceritakan perihal pembajakan kitab Sirâj al-Thâlibîn karya Syaikh Ihsan Jampes Kediri oleh salah satu penerbit besar di Lebanon. Pihak penerbit telah mengakui kesalahannya dan bersedia mentashih serta menarik peredaran kitab tersebut. Ini juga yang beliau sampaikan kepada pihak PBNU.
Pada 16 September 2012, kami berbincang-bincang bersama mantan Dubes RI untuk Lebanon, H Abdullah Syarwani. Beliau menceritakan perihal pembajakan kitab Sirâj al-Thâlibîn karya Syaikh Ihsan Jampes Kediri oleh salah satu penerbit besar di Lebanon. Pihak penerbit telah mengakui kesalahannya dan bersedia mentashih serta menarik peredaran kitab tersebut. Ini juga yang beliau sampaikan kepada pihak PBNU.
Kamis, 20/09/2012 09:33
FILOLOGI DI PESANTREN (2)
Oleh Fathurrahman Karyadi
Pasca wafatnya Gus Ishom Hadzik (2003) tugas penelusuran manuskrip atau naskah-naksah kuno di Pesantren Tebuireng menjadi mandek. Akibatnya karya-karya emas Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy'ari yang belum terlacak sulit untuk ditemukan kembali.
Rabu, 19/09/2012 08:30
FILOLOGI DI PESANTREN (1)
Oleh Fathurrahman Karyadi
Beberapa waktu lalu kami berkesempatan berkunjung ke sebuah pesantren tua di Jawa Timur. Oleh seorang pengurus pesantren, kami diajak keliling menelusuri ruang dan gedung yang boleh dikunjungi tamu. Sampailah di ruang yang cukup besar dengan interior menarik. Di sana terdapat beberapa lemari kaca besar yang dilengkapi dengan lampu sorot. Setelah kami dekati ternyata lemari itu adalah tempat penyimpanan manuskrip kuno yang bisa dilihat siapa saja yang menginginkannya. Menarik sekali sebuah pesantren menaruh perhatian lebih kepada dunia manuskrip.
Selasa, 18/09/2012 05:56
Oleh: Irfan Sona
Kemerosotan akhlak dan moral para penyelenggara negara kian menjadi di bumi pertiwi ini. Banyak para politisi yang sudah tidak relevan lagi dalam menjalankan fungsinya sebagai petinggi negara. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang-orang yang ada di pusat, akan tetapi didaerahpun tidak kalah pentingnya. Kemerosotan moral inilah yang memicu para politisi untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi. Mereka lebih condong memikirkan nasib dan perut mereka mereka sendiri tanpa mau memikirkan nasib rakyat yang ada dinegara tersebut. Kenapa hal ini bisa terjadi, apakah mereka tidak mempunyai pengetahuan yang tinggi sehingga mereka berbuat sesuka hati untuk melakukan perbuatan yang tidak pro rakyat.
Senin, 17/09/2012 06:33
Oleh : Mahrus Sholeh*
Masjid, sebuah istilah peribadatan yang sudah tidak asing lagi di telinga umat manusia. Baik dari kalangan umat muslim sendiri yang notabene merupakan rumah peribadatannya maupun umat agama lain. Masjid merupakan rumah atau tempat peribadatan umat muslim seluruh dunia. banyak masjid-masjid sekarang yang sudah dibangun di berbagai tempat, baik di kalangan perkotaan sampai pelosok desa pun masjid tetap kokoh, hal ini membuktikan bahwasannya masjid itu merupakan benar-benar tempat sakral dan vital bagi umat mulim untuk melakukan peribadatan.
Ahad, 16/09/2012 06:04
Oleh Cecep Zakarias El Bilad
Ramadhan demi Ramadhan berlalu. Kita sudah hampir melewati sebulan pertama pasca Ramadhan tahun ini. Tetapi rasanya tidak jauh berbeda dengan keadaan di bulan-bulan pasca Ramadhan tahun-tahun sebelumnya: persoalan umat masih menumpuk, bahkan dalam banyak hal nampaknya semakin memburuk. Di televisi dan koran, misalnya, kita saksikan, korupsi, kekerasan massa, terorisme dan perebutan jabatan politik, masih menjadi headline pemberitaan. Tempat-tempat mesum masih ramai dikunjungi orang. Aurat-aurat perempuan kembali ramai dipertontonkan. Masjid-masjid dan mushalla-mushalla kembali sunyi, hanya beberapa gelintir orang saja masih rajin mengisi shaf-shaf shalat jama’ah.
Sabtu, 15/09/2012 05:39
Oleh: Mokhamad Abdul Aziz
Dewasa ini Pemilu identik memang dengan politik uang. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa money politic di Indonesia sekarang ini semakin membudaya. Setiap datang pemilihan umum (Pemilu) atau pemilukada, praktik yang termasuk dalam kategori pelanggaran pemilu dan pelakunya diancam sanksi ini kian jelas saja. Hampir menjadi rahasia umum, bahwa kebanyakan rakyat Indonesia telah “menyukai” praktik ini. Baik dari calon peserta pemilu, maupun masyarakat sudah mengenal money politic.
Dewasa ini Pemilu identik memang dengan politik uang. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa money politic di Indonesia sekarang ini semakin membudaya. Setiap datang pemilihan umum (Pemilu) atau pemilukada, praktik yang termasuk dalam kategori pelanggaran pemilu dan pelakunya diancam sanksi ini kian jelas saja. Hampir menjadi rahasia umum, bahwa kebanyakan rakyat Indonesia telah “menyukai” praktik ini. Baik dari calon peserta pemilu, maupun masyarakat sudah mengenal money politic.
Kamis, 13/09/2012 13:02
Oleh Mahrus Sholeh
Hal pertama yang akan dilakukan oleh seseorang yang mau mendengar nuraninya adalah mencari jawaban dan menjelajahi hal-hal yang terlihat di sekelilingnya. Seseorang yang telah mengembangkan kepekaan berpikirnya, akan dengan mudah melihat bahwa dia tinggal di sebuah dunia yang tercipta tanpa cacat, yang ada di tengah-tengah alam semesta yang sempurna.
Hal pertama yang akan dilakukan oleh seseorang yang mau mendengar nuraninya adalah mencari jawaban dan menjelajahi hal-hal yang terlihat di sekelilingnya. Seseorang yang telah mengembangkan kepekaan berpikirnya, akan dengan mudah melihat bahwa dia tinggal di sebuah dunia yang tercipta tanpa cacat, yang ada di tengah-tengah alam semesta yang sempurna.
Rabu, 12/09/2012 08:47
Oleh Hamidulloh Ibda
Baru-baru ini, isu wacana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang sertifikasi untuk ulama mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan. Sertifikasi yang diwacanakan BNPT adalah untuk menyertifikasi dai, kiai, ustadz, guru ngaji, mubalig atau sebutan lain bagi penyebar agama Islam. Namun, banyak kalangan dari ormas sepeti PBNU, parpol, politisi menolak wacana tersebut. Pantas kita bertanya, apakah BNPT sudah kehilangan cara untuk menanggulangi terorisme? Ini membuktikan “kesalahan berfikir” yang dilakukan BNPT.
Baru-baru ini, isu wacana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang sertifikasi untuk ulama mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan. Sertifikasi yang diwacanakan BNPT adalah untuk menyertifikasi dai, kiai, ustadz, guru ngaji, mubalig atau sebutan lain bagi penyebar agama Islam. Namun, banyak kalangan dari ormas sepeti PBNU, parpol, politisi menolak wacana tersebut. Pantas kita bertanya, apakah BNPT sudah kehilangan cara untuk menanggulangi terorisme? Ini membuktikan “kesalahan berfikir” yang dilakukan BNPT.
Ubudiyah
Jumat, 17/05/2013 08:00
Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan)...
Rabu, 08/05/2013 10:02
Fiqih mengharuskan siapapun yang mengeluarkan air sperma atau air mani baik karena mimpi basah atau karena bersetubuh dengan istri ataupun karena onani (...
Syariah
Rabu, 22/05/2013 17:00
Jarang orang berpikir mengenai fungsi jari-jari tangannya. Seolah dibiarkan bergerak begitu saja. Padahal kita dapat memanfaatkannya sebagai pendulang...
Rabu, 15/05/2013 14:00
Apakah Rasulullah saw sudah mengerjakan shalat sebelum diperintahkan (diwajibkan) ketika Isra’ miraj? Jika sudah mengerjakan shalat, bagaimana bentuk...
Hikmah
Selasa, 21/05/2013 12:01
Saat berada di Mekkah, Imam Junaid al-Baghdadi pernah menghampiri seorang tukang pangkas rambut. Ia menyaksikan tukang pangkas rambut itu sedang mencukur...
Selasa, 14/05/2013 11:02
Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya. Sengatan...
Taushiyah
Rabu, 01/05/2013 14:45
KH SAID AQIL SIROJ
بِسْمِ الله، الْحَمْدُ ِلله، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا...
Jumat, 05/04/2013 06:03
PIDATO KEBUDAYAAN
"Tiadakah engkau lihat bagaimana Allah menciptakan metafora tentang 'kalimat yang baik' sebagaimana 'pohon yang baik', akarnya kuat (terhunjam) dan cabangnya...
Khotbah
Kamis, 16/05/2013 12:01
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بنفْسِهِ “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.
Kamis, 09/05/2013 09:00
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda “Walaupun engkau shalat sampai bungkuk, dan puasa sampai kurus seperti tali tampar, semua itu tidaklah diterima Allah swt tanpa wira’i”. Mengapa konsep wira’i demikian penting? Karena konsep itulah yang dapat menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kebangkrutan.
Space Iklan
225 x 180 Pixel
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
625 x 100 Pixel










Pref

