Sabtu, 31 Januari 2015
Language :
Find us on:
Terbaru
Sabtu, 08/08/2009 19:34
Berita KH Hayim Muzadi untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum PBNU untuk ketiga kalinya pada muktamar NU, Januari 2010 di Makassar mendapat banyak tanggapan, baik yang pro maupun yang kontra. Hasyim dinilai cukup berjasa dalam mengembangkan NU di berbagai bidang, tetapi disisi lain, sepuluh tahun kepemimpinannya selama ini juga diharapkan mampu melahirkan kader baru yang akan membawa nahkoda di NU. Berikut ini hasil wawancara Achmad Mukafi Niam dengan Ketua PBNU HM Rozy Munir yang saat ini juga menjabat sebagai duta besar RI untuk Qatar mengenai keputusan Hasyim Muzadi ini dan tantangan yang dihadapi NU ke depan.

Bagaimana pendapat bapak tentang keputusan KH Hasyim Muzadi untuk tidak maju lagi sebagai ketua umum PBNU dalam muktamar mendatang?
Jumat, 17/07/2009 11:00
KERUSUHAN XINJIANG
Bagi pemerintah Cina, benarkah provinsi Xinjiang merupakan duri dalam daging? Sejak dianeksasi tahun 1930 dari Lembah Fergana, Asia Tengah, hingga resmi menjadi daerah otonomi Republik Rakyat Cina pada 1949, Xinjiang tak pernah reda dari pegolakan. Baru-baru ini konflik kembali terjadi di provinsi ini, sebenarnya apa dan bagaimana konflik itu bisa terjadi? Berikut wawancara NU Online dengan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Jakarta Hendrajit yang juga peneliti lepas di LP3ES.
Kamis, 02/07/2009 15:39
Banyak diantara kita umat Islam Indonesia sudah mengamalkan berbagai tradisi keagamaan yang indentik dengan jamaah Nahdliyin (warga NU). Sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan ibu kita aktif menjalankan tahlilan, solawatan, dan sebagainya; sampai ketika dikuburkan dengan talqin. Apakah ini masih kurang NU? Kenapa kita masih butuh berjamiyyah atau aktif dalam organisasi NU?

Berikut ini adalah wawancara Yusuf Suharto dari NU Online dengan KH Masdar Farid Mas’udi, salah seorang ketua PBNU yang gencar memompa semangat kita untuk menguatkan basis keorganisasian NU. Wawancara berlangsung di Pondok
Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, Kamis 2 April 2009 di sela acara Halaqah Nasional Alim Ulama NU bertema ”Etika Politik dan Visi Kebangsaan Khittah NU”.
Rabu, 17/06/2009 14:18
Pada pemilu 2009 ini, total suara yang diperoleh partai-partai Islam semakin menurun dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Para pengamat sebelumnya juga telah memprediksi, dan penurunan ini diperkirakan akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Para pemenang pemilu juga silih berganti, meskipun masih didominasi oleh beberapa partai besar. Apakah dinamika politik di Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini menunjukkan telah berakhirnya politik aliran yang eksis selama ini. Berikut wawancara Achmad Mukafi Niam dari NU Online dengan Sekjen PBNU Endang Turmudi baru-baru ini.
Selasa, 12/05/2009 09:01
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dideklarasikan pada 17 April 1960, dimotori oleh kalangan muda NU yang tergabung dalam Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Waktu itu mahasiswa NU sudah tidak nyaman di IPNU. Mungkin karena mereka sudah tidak berstatus pelajar lagi. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada  tidak cukup bisa menjadi saluran aspirasi mahasiswa NU. Maka melalui proses yang berliku, terbentuklah PMII.

Namun pada 14 Juli 1971 melalui Deklarasi Murnajati PMII mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun, termasuk NU. Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Inilah fase baru keterkaitan PMII dengan NU. PMII sudah bukan kepanjangan tangan NU; sudah tidak berkantor di PBNU. Hubungan PMII dan NU hanya sebatas kultural saja. Ada banyak sebab waktu itu, termasuk ketidakjelasan NU apakah sebagai ormas, atau partai politik. PMII tidak betah dengan itu. Sementara Orde Baru juga mulai melokalisir gerakan kemahasiswaan di dalam kampus masing-masing.

Masih dalam suasana peringatan hari lahir ke-49 PMII kemarin, A. Khoirul Anam dari NU Online sempat berbincang dengan salah seorang pendiri PMII M. Said Budairy di rumahnya Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5). Said Budairy (73) adalah salah satu dari 13 tokoh mahasiswa dalam IPNU yang merintis pendirian PMII. Ia juga salah satu dari 3 orang perwakilan yang menghadap Ketua Umum PBNU KH Idham Kholid melaporkan rencana pendirian organisasi mahasiswa NU ini. Pada saat PMII dideklarasikan, Said Budairy menjabat sebagai sekretaris umumnya.
Jumat, 13/03/2009 09:26
Ketua PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi meyakini bahwa kebangkitan Islam itu hanya bisa dimulai dari Indonesia, dan kuncinya di NU. Demikian katanya dalam acara Kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Kiswah) yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Ruang Salsabila Kantor PWNU Jatim, Sabtu (7/2). Berikut wawancara Yusuf Suharto ( Yus ) dari NU Online dengan KH. Masdar Farid Masudi (MFM), Ketua PBNU:

Yus : Benarkah kebangkitan dunia Islam musti bermula dari Indonesia ?

MFM: Saya meyakini itu. Sadar atau tidak kita ini sedang ditunggu. Sejauh ini, dari berbagai negara Islam di dunia, yang secara lengkap memenuhi persyaratan untuk menjadi pemimpinnya, ya Indonesia.
Senin, 26/01/2009 22:24
Fatwa dilarang merokok yang dikeluarkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan tanggapan sangat beragam di masyarakat. Pro dan kontra merebak, bahkan sejak fatwa tersebut baru diwacanakan.

Fatwa “Dilarang” dengan tingkatan-tingkatan penjabaran merupakan bukti tersendiri dari adanya ketidaksepakatan dalam tubuh MUI sebagai pembuat fatwa. Berikut ini adalah wawancara NU Online dengan K. Arwani Faishal, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (Kajian Hukum Islam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama seputar status hukum rokok dalam Islam.
Kamis, 18/12/2008 13:44
Perbincangan politik mulai memanas menjelang tahun 2009. Berbagai fihak terus berupaya menggalang koalisi guna mendapatkan dukungan guna meraih kekuasaan. NU sebagai kekuatan riil dalam masyarakat juga diperhitungkan, termasuk ajakan untuk menggalang koalisi Poros Tengah Jilid II, dengan harapan mendulang kesuksesan Poros Tengah I yang berhasil menggolkan Gus Dur sebagai presiden.

Lalu, bagaimana PBNU mensikapi perkembangan politik akhir-akhir ini, berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi pada pertengahan Desember lalu di kantornya, Gedung PBNU, Lt 3.
Selasa, 18/11/2008 15:00
Masalah perubahan iklim dunia dan rusaknya lingkungan kini menjadi keprihatinan dunia. Upaya penyelamatan lingkungan telah menjadi agenda bersama yang dikoordinasikan secara global.

Meskipun luput dari hiruk pikuk membicarakan masalah ini, Pesantren Walisongo di Tuban Jawa Timur telah menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif bagi kehidupan sejak lama. Apa saja yang telah dilakukan oleh pesantren yang diasuh oleh KH Nur Nasroh, berikut ini wawancaranya dengan Mukafi Niam disela-sela Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan pada 3-5 Novermber lalu di Jakarta.
Kamis, 04/09/2008 15:39
Dalam waktu singkat, kepemimpinan di tubuh PWNU Jawa Timur berganti setelah KH Ali Maschan Moesa mencalonkan diri sebagai wakil gubernur sehingga dilakukan pemilihan ulang yang akhirnya menempatkan KH Mutawakkil Alallah, pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jatim. Akan diarahkan ke mana warga NU yang merupakan mayoritas di Jawa Timur dan bagaimana ia menjaga keseimbangan dinamika politik yang memanas dalam Pilkada dan pemilu 2009, yang memperebutkan suara nahdliyyin? Berikut ini wawancaranya dengan Mukafi Niam saat ia berkunjung ke PBNU baru-baru ini.

Apa langkah-langkah yang akan Bapak lakukan untuk pengembangan PWNU Jatim ke depan?
Sabtu, 02/08/2008 11:06
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi cendikiawan dan ulama se-dunia atau International Conference of Islamic Scholar III pada 30 Juli sampai 1 Agustus 2009 di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Kegiatan ini mengambil tema Islam as Rahmatan Lil 'Alamin: Peace Building and Conflict Prevention in The Muslim World. Seperti apa konsep kegiatan tersebut? Berikut Wawancara dengan Ketua Panitia ICIS III Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

PBNU kembali menggelar konferensi ICIS. Kira-kira fokus kegiatan kali ini apa?


Ini kan konferensi ICIS ketiga. ICIS pertama dulu dilaksanakan untuk menyamakan wacana tentang Islam Rahmatan Lil Alamin. Jadi masih pada tataran konseptual. ICIS kedua tahun lalu, sudah mulai membahas pada wilayah implementasi dan mengurai problem ummat Islam, tetapi sifatnya masih konseptual juga. Nah yang sekarang, kita upayakan lebih implementatif. Kita tidak hanya sebatas berwacana, tapi ada upaya-upaya lebih riil dalam menyelesaikan persoalan ummat Islam, terutama mencari resolusi konflik di berbagai belahan dunia Islam.
Rabu, 09/07/2008 12:15
Semakin hari, kehidupan terasa semakin sulit, setiap orang harus bersaing untuk bias bertahan dalam menjalani kehidupan. Banyak diantara orang yang gagal menjadi stress atau putus asa. Disinilah tasawwuf berperan untuk menjaga keseimbangan hati dan ssebagai upaya agar tidak selalu ingat kepada Allah yang telah menentukan segalanya. Berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfi bin Ali bin Yahya tentang peranan tasawwuf bagi masyarakat disela-sela Munas Jatman yang diselenggarakan pada 28-31 Juni 2008 lalu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Apa manfaat tasawwuf untuk masa modern sekarang ini?

Tasawwuf itu tidak hanya bermanfaat untuk masa modern sekarang ini saja, sampai sepanjang masa diperlukan karena dunia tasawwuf mencerminkan pekerjaan hati, supaya bersih dari segala bentuk yang menyebabkan kesyirikan. Kesyirikan itu kan luas, contohnya kita makan, kalau tidak makan kita berkeyakinan akan mati, apa nasi bisa bikin hidup orang?. Keyakinan sehat adalah segalanya, penyakit tidak bisa bikin mati orang! Penyakit bukan tuhan, inilah diantara jenis kemusyrikan.
Selasa, 27/05/2008 17:38
REFLEKSI SATU ABAD KEBANGKITAN NASIONAL
Kebangkitan Nasional Indonesia sudah berumur satu abad, sejauh manakah perjalanan yang sudah dicapai dari cita-cita yang diimpikan oleh para pendahulu bangsa melalui Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 lalu, Berikut wawancara NU Online dengan KH Hasyim Muzadi baru-baru ini tentang pandangannya mengenai masalah kesiapan bangsa untuk bangkit.

Bagaimana kita memaknai satu abad Kebangkitan Nasional?
Jumat, 28/03/2008 14:11
Belakangan ini, berbagai jenis bahan pangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak mengalami kenaikan harga yang signifikan. Demikian pula, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang melejit. Kondisi ini membuat masyarakat miskin semakin terpuruk. Dalam situasi seperti ini, pemerintah cenderung tidak siap dan hanya mengambil kebijakan minimalis yang akhirnya mengorbankan rakyat miskin.

Apa sebenarnya penyebab naiknya harga pangan dan energi dunia ini. Lalu langkah apa yang sebaiknya diambil oleh pemerintah yang tidak memberatkan masyarakat, terutama kelompok miskin. Berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Direktur Econit Dr. Hendri Saparini baru-baru ini.
Senin, 18/02/2008 13:51
Ketika NU memutuskan kembali ke khittah 26 pada Muktamar ke-27 di Situbondo 1984, masyarakat - utamanya warga NU - punya harapan besar bahwa organisasi kaum pesantren ini akan benar-benar bekerja untuk umat dan menyejahterakan warganya. Namun dalam perjalanannya ternyata NU sulit menahan godaan, terutama politik. Akibatnya, khittah, seperti diungkap Rais Am Syuriah PBNU KHA Sahal Mahfud, macet! Bahkan kini para petinggi NU (baik tanfidziah maupun syuriah) di Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa kabupaten sibuk terlibat Pilkada. Yang dramatis di Nganjuk, ketua tanfidziyah dan rais syuriahnya, sama jadi kandidat wakil bupati dari partai berbeda. Benarkah keterlibatan pengurus NU dalam politik menguntungkan? Kenapa Mbah Sahal menganggap jalan khittah adalah yang terbaik? Berikut pandangan kiai intelektual yang populer sebagai penggagas fiqh sosial itu:
Selasa, 05/02/2008 08:40
KH MUCHIT MUZADI
Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) adalah serangkaian tuntunan hidup yang diajarkan oleh para kiai, ustadz, atau guru di pesantren-pesantren, madrasah atau sekolah dan sudah kita amalkan saat ini. Banyak kalangan, khususnya kader NU sendiri, yang salah faham menganggap Aswaja terpisah dari amal keseharian sehingga membutuhkan disiplin ilmu atau kajian khusus, dan ternyata yang kemudian dibahas hanyalah sekelumit sejarah Aswaja, bukan Aswaja itu sendiri. Banyak juga yang berkutat pada pemahaman Aswaja secara teoritik tapi tidak masuk ke dalam substansi Aswaja itu sendiri. Banyak yang hanya mengklaim diri sebagai kelompok Aswaja tapi tidak mengamalkan ajaran Aswaja itu sendiri.

Demikian Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sesepuh Nahdliyin KH Muchit Muzadi saat berbincang dengan A Khoirul Anam dari NU Online bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wafa Patria Ummah dan dua kru majalah Reg@nita PP IPPNU, Ummu Sofiyah da
Ubudiyah
Kamis, 29/01/2015 20:06
Pemain sepak bola yang membobol gawang lawan, macam-macam tingkahnya. Kalau tidak melepas kaos atau menunjuk-tunjuk entah ke arah mana sambil berlari-larian,...
Senin, 26/01/2015 18:02
Pada prinsipnya, zikir sangat dianjurkan pada saat apa saja dan dengan lafazh apa saja. Tidak peduli panas, hujan, mendung, atau terik, zikir tetap...
Syariah
Jumat, 30/01/2015 07:10
Hingga kini perkara bid’ah masih saja diperselisihkan. Baik dalam teori maupun praktiknya. Sebagian orang menganggap bid’ah sebagai sesuatu yang...
Rabu, 28/01/2015 00:03
Betul kalau orang wafat melepaskan segalanya. Memang bukan ia sendiri yang menanggalkannya. Tetapi pihak keluarga perlu mencopot segala yang melekat pada...
Hikmah
Jumat, 30/01/2015 13:00
Jika Rasulullah SAW pernah mengumumkan ada sepuluh sahabat yang dijanjikan bakal masuk surga, maka nama Abdurrahman bin ‘Auf termasuk di dalamnya. Nabi...
Selasa, 06/01/2015 03:15
Suatu hari seorang kaya raya memanggil budaknya. Ia membutuhkan sesuatu. Perutnya berbunyi. Alarm di mana tubuh si orang kaya ini membutuhkan pasokan...
Taushiyah
Jumat, 30/01/2015 08:01
Oleh KH MA Sahal Mahfudh Dakwah dalam arti bahasa berarti mengajak, me nyeru, memanggil. Berangkat dan pengeritian bahasa itu, lalu dihubungkan dengan nash...
Sabtu, 17/01/2015 12:01
Oleh KH Abdurrahman Wahid Dalam sebuah konfrensi internasional, penulis diminta memaparkan pandangannya mengenai terorisme yang tengah terjadi, seperti...
Khotbah
Kamis, 22/01/2015 17:00
KHOTBAH JUMAT
“Sesungguhnya surga itu dikepung oleh segala kemakruhan (hal yang dinistakan agama) sedangkan neraka dikelilingi oleh syahawat (hal-hal yang menyenangkan manusia)” dan dalam haditsnya yang lain “ingatlah bahwa surga adalah sesuatu yang sulit di raih bagai berada di tempat yang tinggi. Sedangkan neraka adalah sesuatu yang mudah  bagai berada di tanah yang rendah”
Jumat, 19/12/2014 06:18
KHOTBAH JUMAT
Hidup dengan sempurna adalah dambaan setiap muslim. Hidup dalam keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Ada empat hal yang dapat menjadikan seseorang tetap sehat jasmani dan bugar ruhai. Keempat hal itu adalah لَا تَثِقَنَّ بِامرَأَة عَلَى كُلِّ حَال, لَا تَغْتَرَنَّ بِاْلمَالِ عَلَى كُلِّ حَال,  لَاتَحْمِلْ مَعِدَّتَكَ مَالَاتُطِيْقُهُ, لَاتَجْمَعْ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَايَنْفَعُكَ sebagaimana keterangan berikut:
Space Iklan
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJanuari 2015Next
MngSenSelRabKamJumSab
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::