Senin, 31 Agustus 2015
Language :
Find us on:
Terbaru
Jumat, 05/03/2010 17:39
PROFIL KANDIDAT
Nahdlatul Ulama beserta berbagai perangkatnya harus kembali kembali ke pondok pesantren. Perhatian NU yang selama ini terkuras ke dunia politik harus diarahkan kembali kepada basisnya di pesantren.

Demikian antara lain kutipan wawancara NU dengan Prof DR KH Said Aqil Siradj, salah seorang kandidat ketua umum PBNU. Berikut ini adalah wawancara singkat
NU Online dengan Kang Said, panggilan akrab Said Aqil Siradj, tentang pesantren dan beberapa agenda yang dicanangkannya jika terpilih sebagai ketua umum PBNU periode mendatang. Di bawah ini juga disertakan riwayat singkat Kang Said.
Kamis, 04/03/2010 17:25
PROFIL KANDIDAT
KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) adalah salah seorang tokoh NU yang telah lama dikenal sebagai sosok yang idealis dan memiliki komitmen tinggi untuk memajukan NU ke depan. Tokoh yang kini dipercaya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini banyak di sebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-32 NU di Makassar, akhir Bulan ini.

Kepada NU Online yang berkunjung di kediamannya di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari ini memaparkan visi dan misinya untuk memajukan NU. Berikut adalah cuplikannya:


Bagaimana pandangan Bapak mengenai Nahdlatul Ulama (NU)?
Senin, 01/03/2010 12:26
PROFIL KANDIDAT
H Ahmad Bagdja merupakan tokoh senior NU yang telah makan asam-garam perjalanan panjang NU. Ia merupakan sosok yang tekun menangani pernik-pernik urusan keorganisasian yang kadangkala tak menjadi perhatian orang lain. Wacana penguatan syuriyah dan peran ketua umum sebagai manajer membuat sosoknya dianggap sebagai orang yang tepat menduduki posisi ketua umum tanfidziyah yang nantinya melaksanakan tugas dan kebijakan syuriyah NU. Ia sendiri menegaskan, siap memimpin NU jika NU berubah.

“Saya berani mencalonkan diri sebagai ketua umum kalau kondisi dan situasinya, imamnya adalah syuriyah. Kalau itu, saya mau, tetapi kalau seperti yang lama, seperti pak Hasyim atau Gus Dur, itu bukan wilayah saya” demikian salah satu kutipan pernyataannya saat wawancara dengan NU Online.
Kamis, 11/02/2010 09:53
PROFIL KANDIDAT
Ali Maschan Moesa, mantan ketua PWNU Jawa Timur ini menyatakan kesiapannya untuk memimpin PBNU sebagai ketua umum tanfidziyah periode 2010-2015. Ia merasa tersentak dengan realitas ke-NU-an yang saat ini mendapat banyak sorotan sehingga perlu adanya pembenahan dalam berbagai bidang dengan model kepemimpinan yang adem dan damai. Ia berharap bisa mengembangkan NU dengan titik garapan orang NU-nya, bukan sibuk mengurusi wadah organisasinya, dengan mengutamakan nilai-nilai spiritualitas yang memang menjadi jatidiri NU yang saat ini mulai memudar dan kurang mendapat perhatian. Keinginannya untuk mengabdi di NU lebih dikarenakan karena ingin dhandhakno awak (memperbaiki diri) di NU, bukan untuk mendapat sesuatu dari NU.

Pengalaman selama sembilan tahun menjadi ketua PWNU Jatim menjadi modal yang berharga jika ia dipilih oleh muktamirin pada Muktamar ke-32 NU di Makassar, Maret 2010. Silaturrahmi dan kemampuan untuk memenuhi aspirasi para ulama dan seluruh stakeholder NU menjadi salah satu kunci mengapa kepemimpinannya di Jawa Timur bisa berlangsung dengan damai, tanpa gejolak di tengah hiruk pikuk pilkada.
Rabu, 25/11/2009 11:19
Pada masa reformasi ini, kontribusi Nahlatul Ulama (NU) dalam mengembangkan Islam moderat dinilai cukup berhasil. Gerakan yang paling nyata dari Islam moderat NU adalah dengan mempertahankan  bentuk negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun di sisi lain, NU dinilai belum berhasil mengelola organisasi sebagai sarana pemberdayaan umat. Bagaimana seharusnya NU ke depan? Peran-peran apa yang sebaiknya dimainkan NU pada masa mendatang? Berikut wawancara dengan M. Nasihin Hasan, Ketua PP Lakpesdam periode 2004-2009.
Ahad, 01/11/2009 08:24
Pemerintah telah mengupayakan penegerian madrasah-madrasah swasta. Tahun ini, ditargetkan ada 470 madrasah swasta yang telah dinegerikan. Sekarang ini yang sudah terealisasi lebih dari 200 madrasah. Namun untuk maju apakah madrasah harus berstatus negeri? Bagaimana dampaknya bagi madrasah yang swasta yang dinegerikan? Bagaimana dengan madrasah dan sekolah-sekolah swasta lainnya yang berstatus negeri, apakah anggaran pemerintah hanya diprioritaskan untuk sekolah negeri?

Berikut wawancara NU Online dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh, di kantor PBNU Jakarta, Senin 26 Oktober 2009.
Selasa, 20/10/2009 10:13
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) DR Noor Achmad MA menyatakan, salah satu garapan APTINU adalah mengembangkan perguruan tinggi NU terutama yang di daerah-daerah terpencil. Diharapkan semua elemen NU bisa mengenyam pendidikan tinggi.

APTINU sendiri telah dirintis sejak enam tahun yang lalu, pada 2003. Pertama kali APTINU diketuai oleh mantan Rektor Unisma Malang Prof Dr Ahmad Sodiki SH, kemudian digantikan DR Noor Achmad MA. Berikut petikan wawancara A. Khoirul Anam dari NU Online dengan Noor Achmad yang juga mantan rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) APTINU di Hotel Treva Jakarta 15 – 17 Oktober 2009.
Rabu, 16/09/2009 13:09
Menjelang Muktamar ke-32 NU Januari 2010 mendatang, persoalan khittah atau kembalinya peran NU sebagai organisasi sosial kemasyarakatan kembali dibicang. Khittah selama ini masih multitafsir yang menyebabkan perdebatannya belum usai sampai sekarang.

Tak jarang, khittah digunakan oleh kelompok yang berseberangan atau fihak di luar NU untuk menuduh fihak lain yang tidak satu kepentingan politik telah melanggar khittah. Energi yang seharusnya untuk hal-hal yang lebih produktif akhirnya masih berkutat pada permasalahan yang sudah berlangsung selama 25 tahun ini.
Senin, 31/08/2009 19:13
Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Muktamar ke-32, di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, pada 25-31 Januari 2009. Seperti biasanya, Muktamar selalu menjadi sorotan publik karena posisi NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia. Bagaimana persiapan Muktamar tersebut dan masalah apa saja yang akan dibahas, berikut wawancara Wartawan NU Online, Arief Hidayat, dengan Ketua Umum Pengurus Besar NU, KH Hasyim Muzadi, beberapa waktu lalu.

Bagaimana persiapan Muktamar dan apa saja yang akan dibahas?
Tema Muktamar kali ini adalah Meningkatkan Khidmah Nahdliyah untuk Indonesia yang Bermartabat. Ada dua hal pokok dari tema tersebut. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan terhadap umat. Kedua, mendorong bangsa ini agar mengangkat martabatnya. Untuk mencapai ke sana diperlukan perbaikan internal dan sumbangsih NU yang konkret terhadap bangsa dan negara secara konprehensif.&
Sabtu, 08/08/2009 19:34
Berita KH Hayim Muzadi untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum PBNU untuk ketiga kalinya pada muktamar NU, Januari 2010 di Makassar mendapat banyak tanggapan, baik yang pro maupun yang kontra. Hasyim dinilai cukup berjasa dalam mengembangkan NU di berbagai bidang, tetapi disisi lain, sepuluh tahun kepemimpinannya selama ini juga diharapkan mampu melahirkan kader baru yang akan membawa nahkoda di NU. Berikut ini hasil wawancara Achmad Mukafi Niam dengan Ketua PBNU HM Rozy Munir yang saat ini juga menjabat sebagai duta besar RI untuk Qatar mengenai keputusan Hasyim Muzadi ini dan tantangan yang dihadapi NU ke depan.

Bagaimana pendapat bapak tentang keputusan KH Hasyim Muzadi untuk tidak maju lagi sebagai ketua umum PBNU dalam muktamar mendatang?
Jumat, 17/07/2009 11:00
KERUSUHAN XINJIANG
Bagi pemerintah Cina, benarkah provinsi Xinjiang merupakan duri dalam daging? Sejak dianeksasi tahun 1930 dari Lembah Fergana, Asia Tengah, hingga resmi menjadi daerah otonomi Republik Rakyat Cina pada 1949, Xinjiang tak pernah reda dari pegolakan. Baru-baru ini konflik kembali terjadi di provinsi ini, sebenarnya apa dan bagaimana konflik itu bisa terjadi? Berikut wawancara NU Online dengan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Jakarta Hendrajit yang juga peneliti lepas di LP3ES.
Kamis, 02/07/2009 15:39
Banyak diantara kita umat Islam Indonesia sudah mengamalkan berbagai tradisi keagamaan yang indentik dengan jamaah Nahdliyin (warga NU). Sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan ibu kita aktif menjalankan tahlilan, solawatan, dan sebagainya; sampai ketika dikuburkan dengan talqin. Apakah ini masih kurang NU? Kenapa kita masih butuh berjamiyyah atau aktif dalam organisasi NU?

Berikut ini adalah wawancara Yusuf Suharto dari NU Online dengan KH Masdar Farid Mas’udi, salah seorang ketua PBNU yang gencar memompa semangat kita untuk menguatkan basis keorganisasian NU. Wawancara berlangsung di Pondok
Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, Kamis 2 April 2009 di sela acara Halaqah Nasional Alim Ulama NU bertema ”Etika Politik dan Visi Kebangsaan Khittah NU”.
Rabu, 17/06/2009 14:18
Pada pemilu 2009 ini, total suara yang diperoleh partai-partai Islam semakin menurun dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Para pengamat sebelumnya juga telah memprediksi, dan penurunan ini diperkirakan akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Para pemenang pemilu juga silih berganti, meskipun masih didominasi oleh beberapa partai besar. Apakah dinamika politik di Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini menunjukkan telah berakhirnya politik aliran yang eksis selama ini. Berikut wawancara Achmad Mukafi Niam dari NU Online dengan Sekjen PBNU Endang Turmudi baru-baru ini.
Selasa, 12/05/2009 09:01
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dideklarasikan pada 17 April 1960, dimotori oleh kalangan muda NU yang tergabung dalam Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Waktu itu mahasiswa NU sudah tidak nyaman di IPNU. Mungkin karena mereka sudah tidak berstatus pelajar lagi. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada  tidak cukup bisa menjadi saluran aspirasi mahasiswa NU. Maka melalui proses yang berliku, terbentuklah PMII.

Namun pada 14 Juli 1971 melalui Deklarasi Murnajati PMII mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun, termasuk NU. Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Inilah fase baru keterkaitan PMII dengan NU. PMII sudah bukan kepanjangan tangan NU; sudah tidak berkantor di PBNU. Hubungan PMII dan NU hanya sebatas kultural saja. Ada banyak sebab waktu itu, termasuk ketidakjelasan NU apakah sebagai ormas, atau partai politik. PMII tidak betah dengan itu. Sementara Orde Baru juga mulai melokalisir gerakan kemahasiswaan di dalam kampus masing-masing.

Masih dalam suasana peringatan hari lahir ke-49 PMII kemarin, A. Khoirul Anam dari NU Online sempat berbincang dengan salah seorang pendiri PMII M. Said Budairy di rumahnya Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5). Said Budairy (73) adalah salah satu dari 13 tokoh mahasiswa dalam IPNU yang merintis pendirian PMII. Ia juga salah satu dari 3 orang perwakilan yang menghadap Ketua Umum PBNU KH Idham Kholid melaporkan rencana pendirian organisasi mahasiswa NU ini. Pada saat PMII dideklarasikan, Said Budairy menjabat sebagai sekretaris umumnya.
Jumat, 13/03/2009 09:26
Ketua PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi meyakini bahwa kebangkitan Islam itu hanya bisa dimulai dari Indonesia, dan kuncinya di NU. Demikian katanya dalam acara Kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Kiswah) yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Ruang Salsabila Kantor PWNU Jatim, Sabtu (7/2). Berikut wawancara Yusuf Suharto ( Yus ) dari NU Online dengan KH. Masdar Farid Masudi (MFM), Ketua PBNU:

Yus : Benarkah kebangkitan dunia Islam musti bermula dari Indonesia ?

MFM: Saya meyakini itu. Sadar atau tidak kita ini sedang ditunggu. Sejauh ini, dari berbagai negara Islam di dunia, yang secara lengkap memenuhi persyaratan untuk menjadi pemimpinnya, ya Indonesia.
Senin, 26/01/2009 22:24
Fatwa dilarang merokok yang dikeluarkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan tanggapan sangat beragam di masyarakat. Pro dan kontra merebak, bahkan sejak fatwa tersebut baru diwacanakan.

Fatwa “Dilarang” dengan tingkatan-tingkatan penjabaran merupakan bukti tersendiri dari adanya ketidaksepakatan dalam tubuh MUI sebagai pembuat fatwa. Berikut ini adalah wawancara NU Online dengan K. Arwani Faishal, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (Kajian Hukum Islam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama seputar status hukum rokok dalam Islam.
Ubudiyah
Senin, 24/08/2015 23:03
Ketika sakit, mereka tidak hanya menderita secara jasmani. Tetapi secara rohani, orang yang menderita sakit juga cenderung rapuh. Dengan kemampuan dan...
Ahad, 19/07/2015 09:08
Di dalam agama Islam, seorang muslim yang memiliki kemampuan berupa materi harta, diwajibkan untuk membantu sesama muslim yang masih dalam kategori tidak...
Syariah
Jumat, 21/08/2015 18:02
Agama menaruh kewajiban nafkah istri dan anak di bahu seorang suami sebagai kepala keluarga. Meskipun pada praktiknya kadang yang menjadi “kepala...
Jumat, 10/07/2015 17:09
Bawaan puasa membuat tubuh terasa panas. Selain itu, perasaan gerah, panas, dan rasa tidak nyaman kadang memang dipengaruhi oleh cuaca yang panas. Untuk...
Hikmah
Kamis, 20/08/2015 12:00
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak jauh dari...
Jumat, 17/07/2015 12:01
Ibrahim bin Adham suatu ketika sedang berjalan di tepi pantai. Tanpa sengaja, matanya melirik sepasang manusia berduaan dengan begitu mesranya. Terlintas di...
Taushiyah
Ahad, 16/08/2015 07:01
Oleh Abdurrahman Wahid --Pada dasarnya terdapat tiga jenis refleksi tentang apa yang dianggap sebagai karakteristik manusia Indonesia. Pada ujung yang satu...
Jumat, 14/08/2015 10:00
Oleh KH MA Sahal Mahfudh Setiap institusi agama ataupun yang lain, memberikan kedudukan sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Dalam Islam, ilmu pengetahuan...
Khotbah
Kamis, 16/07/2015 12:05
KHOTBAH IDUL FITRI II
Nabi Muhammad memerangi perilaku jahat, kelaliman, dan tindak kekerasan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat Arab saat itu dengan mengajak dan mendidik umat manusia supaya memiliki ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Kamis, 16/07/2015 11:57
KHOTBAH IDUL FITRI I
Bagi umat Islam, momentum Idul Fitri adalah saat-saat penting untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Seluruh kesalahan yang pernah dilakukan selama satu tahun, seolah ingin dilebur di hari Lebaran ini, minal a’idin wal-faizin. Meskipun secara bahasa tidak sesuai, tetapi ungkapan itu dalam masyarakat kita sering dimaknai "mohon maaf lahir dan batin".
Space Iklan
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2015Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::