Kamis, 31 Juli 2014
Language :
Find us on:
Terbaru
Jumat, 13/03/2009 09:26
Ketua PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi meyakini bahwa kebangkitan Islam itu hanya bisa dimulai dari Indonesia, dan kuncinya di NU. Demikian katanya dalam acara Kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Kiswah) yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Ruang Salsabila Kantor PWNU Jatim, Sabtu (7/2). Berikut wawancara Yusuf Suharto ( Yus ) dari NU Online dengan KH. Masdar Farid Masudi (MFM), Ketua PBNU:

Yus : Benarkah kebangkitan dunia Islam musti bermula dari Indonesia ?

MFM: Saya meyakini itu. Sadar atau tidak kita ini sedang ditunggu. Sejauh ini, dari berbagai negara Islam di dunia, yang secara lengkap memenuhi persyaratan untuk menjadi pemimpinnya, ya Indonesia.
Senin, 26/01/2009 22:24
Fatwa dilarang merokok yang dikeluarkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan tanggapan sangat beragam di masyarakat. Pro dan kontra merebak, bahkan sejak fatwa tersebut baru diwacanakan.

Fatwa “Dilarang” dengan tingkatan-tingkatan penjabaran merupakan bukti tersendiri dari adanya ketidaksepakatan dalam tubuh MUI sebagai pembuat fatwa. Berikut ini adalah wawancara NU Online dengan K. Arwani Faishal, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (Kajian Hukum Islam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama seputar status hukum rokok dalam Islam.
Kamis, 18/12/2008 13:44
Perbincangan politik mulai memanas menjelang tahun 2009. Berbagai fihak terus berupaya menggalang koalisi guna mendapatkan dukungan guna meraih kekuasaan. NU sebagai kekuatan riil dalam masyarakat juga diperhitungkan, termasuk ajakan untuk menggalang koalisi Poros Tengah Jilid II, dengan harapan mendulang kesuksesan Poros Tengah I yang berhasil menggolkan Gus Dur sebagai presiden.

Lalu, bagaimana PBNU mensikapi perkembangan politik akhir-akhir ini, berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi pada pertengahan Desember lalu di kantornya, Gedung PBNU, Lt 3.
Selasa, 18/11/2008 15:00
Masalah perubahan iklim dunia dan rusaknya lingkungan kini menjadi keprihatinan dunia. Upaya penyelamatan lingkungan telah menjadi agenda bersama yang dikoordinasikan secara global.

Meskipun luput dari hiruk pikuk membicarakan masalah ini, Pesantren Walisongo di Tuban Jawa Timur telah menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif bagi kehidupan sejak lama. Apa saja yang telah dilakukan oleh pesantren yang diasuh oleh KH Nur Nasroh, berikut ini wawancaranya dengan Mukafi Niam disela-sela Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan pada 3-5 Novermber lalu di Jakarta.
Kamis, 04/09/2008 15:39
Dalam waktu singkat, kepemimpinan di tubuh PWNU Jawa Timur berganti setelah KH Ali Maschan Moesa mencalonkan diri sebagai wakil gubernur sehingga dilakukan pemilihan ulang yang akhirnya menempatkan KH Mutawakkil Alallah, pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jatim. Akan diarahkan ke mana warga NU yang merupakan mayoritas di Jawa Timur dan bagaimana ia menjaga keseimbangan dinamika politik yang memanas dalam Pilkada dan pemilu 2009, yang memperebutkan suara nahdliyyin? Berikut ini wawancaranya dengan Mukafi Niam saat ia berkunjung ke PBNU baru-baru ini.

Apa langkah-langkah yang akan Bapak lakukan untuk pengembangan PWNU Jatim ke depan?
Sabtu, 02/08/2008 11:06
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi cendikiawan dan ulama se-dunia atau International Conference of Islamic Scholar III pada 30 Juli sampai 1 Agustus 2009 di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Kegiatan ini mengambil tema Islam as Rahmatan Lil 'Alamin: Peace Building and Conflict Prevention in The Muslim World. Seperti apa konsep kegiatan tersebut? Berikut Wawancara dengan Ketua Panitia ICIS III Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

PBNU kembali menggelar konferensi ICIS. Kira-kira fokus kegiatan kali ini apa?


Ini kan konferensi ICIS ketiga. ICIS pertama dulu dilaksanakan untuk menyamakan wacana tentang Islam Rahmatan Lil Alamin. Jadi masih pada tataran konseptual. ICIS kedua tahun lalu, sudah mulai membahas pada wilayah implementasi dan mengurai problem ummat Islam, tetapi sifatnya masih konseptual juga. Nah yang sekarang, kita upayakan lebih implementatif. Kita tidak hanya sebatas berwacana, tapi ada upaya-upaya lebih riil dalam menyelesaikan persoalan ummat Islam, terutama mencari resolusi konflik di berbagai belahan dunia Islam.
Rabu, 09/07/2008 12:15
Semakin hari, kehidupan terasa semakin sulit, setiap orang harus bersaing untuk bias bertahan dalam menjalani kehidupan. Banyak diantara orang yang gagal menjadi stress atau putus asa. Disinilah tasawwuf berperan untuk menjaga keseimbangan hati dan ssebagai upaya agar tidak selalu ingat kepada Allah yang telah menentukan segalanya. Berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfi bin Ali bin Yahya tentang peranan tasawwuf bagi masyarakat disela-sela Munas Jatman yang diselenggarakan pada 28-31 Juni 2008 lalu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Apa manfaat tasawwuf untuk masa modern sekarang ini?

Tasawwuf itu tidak hanya bermanfaat untuk masa modern sekarang ini saja, sampai sepanjang masa diperlukan karena dunia tasawwuf mencerminkan pekerjaan hati, supaya bersih dari segala bentuk yang menyebabkan kesyirikan. Kesyirikan itu kan luas, contohnya kita makan, kalau tidak makan kita berkeyakinan akan mati, apa nasi bisa bikin hidup orang?. Keyakinan sehat adalah segalanya, penyakit tidak bisa bikin mati orang! Penyakit bukan tuhan, inilah diantara jenis kemusyrikan.
Selasa, 27/05/2008 17:38
REFLEKSI SATU ABAD KEBANGKITAN NASIONAL
Kebangkitan Nasional Indonesia sudah berumur satu abad, sejauh manakah perjalanan yang sudah dicapai dari cita-cita yang diimpikan oleh para pendahulu bangsa melalui Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 lalu, Berikut wawancara NU Online dengan KH Hasyim Muzadi baru-baru ini tentang pandangannya mengenai masalah kesiapan bangsa untuk bangkit.

Bagaimana kita memaknai satu abad Kebangkitan Nasional?
Jumat, 28/03/2008 14:11
Belakangan ini, berbagai jenis bahan pangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak mengalami kenaikan harga yang signifikan. Demikian pula, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang melejit. Kondisi ini membuat masyarakat miskin semakin terpuruk. Dalam situasi seperti ini, pemerintah cenderung tidak siap dan hanya mengambil kebijakan minimalis yang akhirnya mengorbankan rakyat miskin.

Apa sebenarnya penyebab naiknya harga pangan dan energi dunia ini. Lalu langkah apa yang sebaiknya diambil oleh pemerintah yang tidak memberatkan masyarakat, terutama kelompok miskin. Berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Direktur Econit Dr. Hendri Saparini baru-baru ini.
Senin, 18/02/2008 13:51
Ketika NU memutuskan kembali ke khittah 26 pada Muktamar ke-27 di Situbondo 1984, masyarakat - utamanya warga NU - punya harapan besar bahwa organisasi kaum pesantren ini akan benar-benar bekerja untuk umat dan menyejahterakan warganya. Namun dalam perjalanannya ternyata NU sulit menahan godaan, terutama politik. Akibatnya, khittah, seperti diungkap Rais Am Syuriah PBNU KHA Sahal Mahfud, macet! Bahkan kini para petinggi NU (baik tanfidziah maupun syuriah) di Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa kabupaten sibuk terlibat Pilkada. Yang dramatis di Nganjuk, ketua tanfidziyah dan rais syuriahnya, sama jadi kandidat wakil bupati dari partai berbeda. Benarkah keterlibatan pengurus NU dalam politik menguntungkan? Kenapa Mbah Sahal menganggap jalan khittah adalah yang terbaik? Berikut pandangan kiai intelektual yang populer sebagai penggagas fiqh sosial itu:
Selasa, 05/02/2008 08:40
KH MUCHIT MUZADI
Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) adalah serangkaian tuntunan hidup yang diajarkan oleh para kiai, ustadz, atau guru di pesantren-pesantren, madrasah atau sekolah dan sudah kita amalkan saat ini. Banyak kalangan, khususnya kader NU sendiri, yang salah faham menganggap Aswaja terpisah dari amal keseharian sehingga membutuhkan disiplin ilmu atau kajian khusus, dan ternyata yang kemudian dibahas hanyalah sekelumit sejarah Aswaja, bukan Aswaja itu sendiri. Banyak juga yang berkutat pada pemahaman Aswaja secara teoritik tapi tidak masuk ke dalam substansi Aswaja itu sendiri. Banyak yang hanya mengklaim diri sebagai kelompok Aswaja tapi tidak mengamalkan ajaran Aswaja itu sendiri.

Demikian Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sesepuh Nahdliyin KH Muchit Muzadi saat berbincang dengan A Khoirul Anam dari NU Online bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wafa Patria Ummah dan dua kru majalah Reg@nita PP IPPNU, Ummu Sofiyah da
Rabu, 02/01/2008 16:07
Pasca runtuhnya Orde Baru, sistem ketatanegaraan Indonesia banyak mengalami perubahan, termasuk terjadinya beberapa kali amandemen UUD 1945 sampai akhirnya menghasilkan bentuk yang seperti sekarang ini. Proses amandemen tersebut juga memunculkan perdebatan akan keinginan pada bentuk negara agama dengan simbolisasi pada masuknya tujuh kata Piagam Jakarta pada pasal 29 dan disisi lain, keinginan pada bentuk negara sekuler yang secara tegas memisahkan agama dan negara. Bagaimanakah sebenarnya bentuk terbaik konstitusi bagi Republik Indonesia, dan apakah konstitusi yang ada sekarang sudah memenuhi aspirasi umat Islam sebagai penduduk mayoritas, berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Dr. Nadhirsyah Hosen, pakar hukum Islam dari Wollongong University Australia yang juga rais syuriyah PCI NU Australia dan Selandia Baru seusai diskusi Islam dan Negara di kantor P3M akhir Desember lalu. Konsep konstitusi apa yang paling tepat di Indonesia?
Sabtu, 15/12/2007 16:47
Peran dan gerakan perempuan belakangan ini semakin berkembang, namun diantara mereka sendiri banyak terdapat perbedaan konsep tentang bagaimana perempuan yang seharusnya sehingga mereka berbeda pandangan mensikapi kasus aborsi, pornografi kebebasan dan lainnya. Dilingkungan NU, terdapat  tiga badan otonom perempuan untuk mewadahi beberapa kelompok. Bagaimana upaya dan kerjasama yang harus dijalankan baik antar ormas perempuan maupun antar badan otonom perempuan NU, berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa seusai menerima Pimpinan Perempuan Hizbullah Afaf Al Hakim di Gd. PBNU awal Desember lalu. Gimana arah gerakan organisasi-organisasi perempuan?
Jumat, 09/11/2007 19:09
Belakangan ini, aliran sesat tumbuh dimana-mana dan menimbulkan keresahan pada masyarakat. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi tumbuhnya aliran sesat ini, dan bagaimana jika dikaitkan dalam konteks globalisasi dan kebebasan berekspresi, berikut ini wawancara NU Online dengan Khatib Aam PBNU yang juga Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Nasaruddin Umar di Gd. PBNU 6 November lalu. Aliran sesat ini sebenarnya fenomena apa? Saya tidak ingin mengatakan aliran sesat atau menyesatkan, walaupun kenyataannya nanti bisa dikatakan begitu, tetapi merupakan aliran yang tidak sejalan atau menurut istilahnya Gus Dur aliran yang salah menurut kacamata Islam. Nah ini merupakan fenomena universal, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara Islam lain seperti Pakistan, di Timur Tengah. Saya baru datiang dari Syiria, dimana-mana ada aliran sesat, cuma disana lebih soft karena hukumnya tegas. Tetapi kalau di sini, yang dulunya tiarap pada bermunculan, sebetulnya aliran lama, tetapi karena dulunya takut muncul, sekarang baru bermunculan. Fenomena ini juga hanya dal
Senin, 08/10/2007 19:49
UPAYA PENYATUAN AWAL BULAN QOMARIYAH
Idul Fitri sebagai puncak dari perayaan umat Islam seringkali diawali pada hari yang tidak sama antara NU dan Muhammadiyah akibat penggunaan metode yang berbeda. Suasana yang tidak kondusif ini telah menjadi keprihatinan bersama yang pada akhirnya memunculkan upaya untuk menyatukan metode penanggalan qomariyah yang selama ini berbeda. Pertemuan pertama telah digelar di Istana Wapres yang dilanjutkan di Gedung PBNU pada hari Selasa 2 Oktober. Pertemuan lanjutkan akan dilaksanakan di kantor PP Muhammadiyah pasca lebaran. Bagaimana sikap NU terhadap upaya penyatuan metode penanggalan qomariyah, berikut wawancara NU Online dengan Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama KH Ghozalie Masroeri seusia dialog dengan PP Muhammadiyah.
Selasa, 21/08/2007 11:16
Ponpes Sidogiri di Pasuruan telah berhasil mengembangkan perekonomian berbasis koperasi yang kini telah memiliki omset milyaran dan telah tersebar seantero Jawa Timur. Bagaimana kiat-kiat suksesnya, langkah apa yang akan mereka lakukan dalam pengembangan koperasi ini dan mengapa mereka hanya menggunakan ekonomi berbasis syariah? berikut wawancara dengan KH Mahmud Ali Zain, pengurus Ponpes Sidogiri yang juga ketua Lembaga Rabithah Maahid Islamiyah di Jakarta beberapa waktu lalu. Bagaimana proses pendirian dan pengelolaan koperasi di lingkungan Ponpes Sidogiri?
Ubudiyah
Kamis, 31/07/2014 10:11
Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah...
Selasa, 29/07/2014 16:30
Inilah salah satu tradisi umat muslim Indonesia yang searah dengan sunnah Rasulullah saw, yaitu bersilaturrahim mengunjungi orang tua, famili, keluarga dan...
Syariah
Selasa, 29/07/2014 18:05
Berbeda dengan zikir yang bisa dilakukan kapan saja, zakat Fitrah memiliki waktu-waktunya sendiri. Artinya, zikir tanpa mengenal waktu tetap dinilai ibadah...
Ahad, 27/07/2014 07:08
Hukum shalat id, baik idul fitri maupun idul adha adalah sunnah muakkadah dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Hukum ini berlaku untuk...
Hikmah
Rabu, 30/07/2014 17:19
Ramadhan dapat diibaratkan sebagai lahan yang subur untuk banyak menanam amal kebaikan. Kita diberi banyak kesempatan dan kemudahan untuk melaksanakan ibadah...
Rabu, 23/07/2014 11:01
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH Abdul Ghoffar, suatu waktu berbincang dengan NU Online seputar seekor kijang yang memiliki...
Taushiyah
Senin, 28/07/2014 12:02
Oleh KH Abdurrahman Wahid Dalam terbitan perdana sebuah jurnal ilmiah bulanan Nahdlatul Ulama, yang diterbitkan pada 1928 dan bertahan sampai tahun 60-an,...
Senin, 28/07/2014 10:00
KH MUSTOFA BISRI
Nabi Muhammad SAW pernah ditanya istri Nabi, Aisyah, mengenai doa apa yang mesti dibaca saat Lailatul Qadar, Nabi Menjawab, “Allahumma innaka...
Khotbah
Jumat, 25/07/2014 21:00
KHOTBAH IDUL FITRI (1)
Takbir adalah membesarkan Allah dan mengecilkan selain Allah. Ketika kita berpuasa, Takbir kita cerminkan dengan mengecilkan pengaruh hawa nafsu dan mengagungkan kebesaran Allah didalam sanubari kita. Ketika kita membaca Al-Qur’an, kita mengecilkan seluruh pembicaraan manusia dan membesarkan kalam Allah. Ketika kita Tarawih dan Qiyamullail, kita kecilkan seluruh urusan dunia dan hanya membesarkan perintah Allah SWT. Mengapa kita harus bertakbir terus menerus?
Kamis, 24/07/2014 04:01
Rukun Islam itu ada lima hal. Membaca syahadat, mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Kelima rukun Islam tersebut bersifat positif (syatrul iktisab), kecuali puasa. Karena sesungguhnya perintah puasa adalah bersifat negative (syatrul ijtinab), yaitu perintah untuk meninggalkan sesuatu (makan, minum, menahan nafsu dan lain-lain). Artinya, apabila syahadat harus diucapkan, shalat harus dikerjakan, zakat harus ditunaikan, haji harus dilaksanakan, maka  puasa harus menahan segala hal yang membatalkannya.
Space Iklan
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::