Kamis, 24 April 2014
Language :
Find us on:
Terbaru
Rabu, 09/08/2006 14:32
Amendemen UUD 1945 yang diketok palu MPR pada 2002 lalu menimbulkan sejumlah persoalan krusial. Bukan saja pada kenyataan bahwa UUD kita dengan mudahnya dirubah untuk memenuhi keinginan segelintir orang pintar, namun berbagai tata politik-ekonomi juga ikut berubah secara radikal. Satu sisi perubahan itu adalah bagian dari perjalanan bernegara Indonesia menuju sebuah kemakmuran sejati, namun perlu diperiksa ulang bukankah justru perubahan itu malah menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia semakin meradang saja. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Lt. 3 Kantor. PBNU, Jakarta, pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2006 lalu.
Rabu, 19/07/2006 12:28
Fiqrah Nahdliyyah atau landasan berfikir Nahdalatul Ulama (NU) --atau ada yang menyebutnya Khittah Nahdliyah-- akan menjadi pembahsan penting dalam Musyawarah (Munas) Alim Ulama NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 27-30 Juli 2006 nanti. Melalui beberapa halaqoh, para kiai telah menyusun draft keputusan Munas nanti, berisi tentang rincian dan penjelasan kembali tentang Fiqroh Nahdliyyah. Ada banyak perubahan yang telah terjadi belakangan ini, itu berarti sekaligus ada banyak koreksi terhadap beberapa hal yang telah dilakukan oleh NU dalam menyikapi perubahan itu, dan tentunya ada hal baru yang semestinya segera dilakukan. Semua itu akan dibicarakan dalam kontek Fiqrah Nahdliyyah. Berikut Wawancara NU Online dengan Rais Syuriah PBNU KH. Ma’ruf Amin, Ketua Panitia Pelaksana Munas dan Konbes Surabaya yang aktif dalam penyusunan draft keputusan Munas dan Konbes.
Ahad, 09/07/2006 12:02
Jakarta, 21 Juni 2006 Moderator: Dr. Amany Lubis, MA (Dosen Universitas Islam Negeri/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta);
Narasumber I: Ayatullah Muhammad Ali At-Taskhiri (Sekjend Forum Internasional At-Taqrib Bainal Madzahib Al-Islamiyyah / Penasehat Presiden Iran, Republik Islam Iran);
Narasumber II: Prof. Dr. Ahmad Omar Hasyim (Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir Periode 1995-2003);
Narasumber III: Syeikh Salim Alwan (Ketua Umum Darul Fatwa, Australia);
Narasumber IV: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA (Ketua PBNU/Indonesia).
Kamis, 22/06/2006 16:33
International Conference of Islamic Scolars (ICIS) II di Jakarta (20-22 Juni 2006) telah berakhir dengan menghasilkan sebuah dokumen bertajuk  “Programme of Action to Uphold Islam as Rahmatan lil Alamin toward Global Justice and Peace,” yang terdiri dari terdiri dari 17 paragraf pembuka dan 37 paragraf substantive. Sekretaris Jenderal ICIS yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Muzadi, memberikan keterangan kepada wartawan beberapa saat setelah penutupan ICIS II, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/6) siang:
Kamis, 01/06/2006 10:24
Ketika pendidikan selama ini dianggap gagal membentuk watak anak didik yang berbudi, banyak yang menggali bagaimana proses pendidikan masa lampau yang ternyata berhasil membentuk watak anak didik yang berbudi ?. Walaupun sinisme terhadap pola pendidikan tradisional kerapkali muncul, namun realitasnya, pendidikan modern  juga tak lebih baik menanamkan nilai-nilai humanitas, malah bisa dikatakan melahirkan manusia robot yang individualistik. Berikut petikan wawancara Alifatul Lailiyah dari NU Online dengan peneliti sejarah, Agus Sunyoto. wawancara dilakukan dengan  penulis buku Suluk Abdul Jalil ini, saat ia bertandang ke NU Online, beberapa waktu lalu. Sebagai sejarawan, Bisa diceritakan bagaimana proses pendidikan masa lampau menurut data sejarah yang anda lacak ?
Sabtu, 20/05/2006 12:32
Nahdlatul Ulama (NU), sebagai ormas Islam terbesar, selama ini dicitrakan sebagai pemberi warna dominan wajah Islam Indonesia yang moderat. Bersama Muhammadiyah dan simpul arus utama muslim lainnya, NU menerima Indonesia sebagai model final hidup bernegara yang bhinneka. Namun di tengah ingar bingar formalisasi syariat Islam belakangan ini, posisi NU dan Muhammadiyah dinilai condong ke "kanan". Tidak moderat lagi. Masihkah NU punya komitmen pada bingkai negara-bangsa? Berikut petikan wawancara Asrori S. Karni dari GATRA dengan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Rabu, 19 April lalu, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Rabu, 19/04/2006 21:05
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, 13-17 April lalu berkunjung Iran. Turut bersamanya salah satu Ketua PBNU, Rozy Munir dan Ketua PWNU Jawa Timur Ali Maschan Moesa. Apa saja yang dilakukan rombongan PBNU. Berikut petikan wawancara Moh Arief Hidayat dari NU Online dengan KH Hasyim Muzadi, di kantor PBNU, Selasa, 18 April lalu.
 
Selama di Iran, apa yang dilakukan dalam kunjungan tersebut? Saya datang ke Iran untuk bertemu dengan beberapa ulama terkait dengan akan diselenggarakannya International Conference of Islamic Schoolars (ICIS) II, 20 Juni mendatang. Di sana saya ketemu dengan Rektor Universitas Takribul Madzahib (Universitas Pendekatan Madzhab-madzhab) Syekh Ali Attasykhiri, Dr Muchsin dan Dr Ali Bari. Keperluannya, mereka akan kita undang untuk kita mintai pendapatnya, bagaimana untuk mengurangi ketegangan atau konflik antara Syi’ah dan Sunni, baik yang terjadi di Pakistan maupun Irak.
Senin, 27/03/2006 19:17
Jelang Kongres Muslimat NU ke-15 yang akan digelar di Batam, Kepulauan Riau, 28 Maret hingga 1 April mendatang, bursa kandidat ketua umum semakin ramai dibicarakan. Siapa saja dan bagaimana visi-misi yang akan diusung? Berikut wawancara Moh. Arief Hidayat dari NU Online dengan Khofifah Indar Parawansa, salah satu kandidat ketua umum. Untuk kedua kalinya Anda akan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU. Bagaimana pandangan Anda soal Muslimat NU ke depan?
Sabtu, 25/03/2006 11:57
Jelang Kongres Muslimat NU ke-15 yang akan digelar di Batam, Kepri, 28 Maret hingga 1 April mendatang, bursa kandidat ketua umum semakin ramai dibicarakan. Siapa saja dan bagaimana visi-misi yang akan diusung? Berikut wawancara Moh. Arief Hidayat dari NU Online dengan Mahsusoh Tosari Wijaya, salah satu kandidat ketua umum. Terkait dengan pencalonan Anda menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU, apa visi dan misi yang akan diusung?
Jumat, 24/03/2006 18:38
Jelang Kongres Muslimat NU ke-25 yang akan digelar di Batam, Kepri, 28 Maret hingga 1 April mendatang, bursa kandidat ketua umum semakin ramai dibicarakan. Siapa saja dan bagaimana visi-misi yang akan diusung? Berikut wawancara Moh. Arief Hidayat dari NU Online dengan Mahfudloh Aly Ubaid, salah satu kandidat ketua umum. Terkait dengan pencalonan Anda menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU, apa visi dan misi yang akan diusung?
Rabu, 22/03/2006 14:07
ACARA Musyawarah Nasional (Munas) III Jamiyatul Qurra' wal Huffadz NU dan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) V antar pesantren seluruh Indonesia malam itu diistirahatkan untuk beberapa saat lamanya. Malam itu (18/3), para peserta Munas dan MTQ larut dengan sekitar 3 ribu masyarakat sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah, Brebes. Kini giliran para ahli al-Qur'an menyaksikan kebolehan para seniman kota Brebes, Tegal, dan sekitarnya dalam memainkan alat musik, lagu-laguan dan dagelan. Ada kelompok musik Balo Balo dari Kota Bahari Tegal sedang menyampaikan pesan-pesannya kepada para hadirin yang hadir.
Rabu, 15/03/2006 16:35
Haul Pesantren Buntet
ACARA tahunan di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, pada 9-11 Maret lalu berlangsung sebagaimana biasa. Acara ini disebut sebagai "Haul Para Pendiri, Pengasuh dan Warga Buntet Pesantren". Masyarakat menyebut dusun atau kawasan Pesantren Buntet itu "Buntet Pesantren" untuk sekedar membedakannya dengan desa sebelah dusun itu yang bernama Buntet juga. Ribuan orang datang berjejal memadati dusun Buntet Pesantren itu untuk beberapa hari lamanya. Panitia yang terdiri dari para keluarga pesantren menyelenggarakan kegiatan khas acara haul (tahunan) pondok pesantren seperti bahtsul masail (pembahasan masalah sosial-keagamaan terkini), ziarah kubur dan pembacaan tahlil, serta ceramah agama. Panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, sunatan massal, dan pengobatan gratis. Nah, ada kegiatan sama sekali tidak dilaksanakan oleh panitia haul itu yakni "pasar tradisional sekejab" yang biasa disebut "pasar kaget" di kawasan dusun Buntet Pesantren yang justru lebih meriah dibanding acara haul itu sendiri.
Sabtu, 11/02/2006 09:12
Penasehat Departeman Dalam Negeri Inggris, Maqsood Ahmed, 6-9 Februari lalu melakukan serangkaian kunjungan ke Sejumlah Pondok Pesantren yang berada dalam naungan NU. Diantara Pondok Pesantren yang dikunjunginya adalah As-Shidiqiyah Jakarta, Al-Masturiyah Sukabumi Jawa Barat, Bahrul Ulum Tambak Beras dan Darul Ulum Peterongan Jombang Jatim. Tidak hanya itu, Maqsood Ahmed juga berkunjung ke Rumah Sakit (RS) Siti Hajar Sidoarjo. 
 
Maqsood Ahmed juga telah melakukan d
Selasa, 07/02/2006 12:07
Akhir bulan lalu Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 80 tahun. Salah satu yang menjadi bahan refleksi bersama adalah gerakan perempuan NU, dalam kaitannya dengan upaya pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bagaimana anak muda NU melihat organisasi kemasayarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia ini dalam upayanya mewujudkan cita-cita tersebut? Berikut wawancara Moh. Arief Hidayat dari NU Online dengan Ai Maryati As Shalihah, aktivis perempuan NU yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Korp PMII Putri (Kopri). Kopri adalah sebuah badan otonom di bawah sebuah organisasi mahasiswa, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang mewadahi gerakan perempuan. Bagaimana Anda melihat NU saat ini dalam hubungannya dengan gerakan perempuan?
Saya lihat memang NU sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam konsisten terhadap jam’iyahnya sejauh ini, konsisten pada Khittah 1926. NU bukan lagi sebuah komunitas yang berorientasi pada politik, lebih pada pengembangan sumber daya manusia, mengimplementasikan ajaran-ajaran keislaman dan membawa umat supaya lebih punya kesadaran terhadap Islam.
Sabtu, 28/01/2006 14:37
Senin, 30 Januari 2006, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 80 tahun. Bagaimana tokoh NU menilai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini setelah sekian lama bergulat dengan persoalan bangsa dan negara? Evaluasi perjalanannya selama ini dan harapan ke depan penting untuk dilakukan dalam rangka mengembangkan NU menjadi lebih baik. Inilah wawancara Moh. Arief Hidayat dari NU Online dengan KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah), mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga salah satu cucu pendiri NU, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, Jumat (27/1) lalu. Bagaimana Gus Solah melihat NU sekarang?
Kalau saya lihat NU itu apa? Menurut saya ada beberapa hal dari NU. Pertama, dia sebagai sebuah ajaran, sebuah paham keagamaan yang dikenal Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dengan ciri-cirinya mengedepankan sikap toleran, moderat, sikap adil. Nah, sekarang kita lihat apa benar begitu? Bagaimana sesama NU bisa berkelahi. Tidak toleran itu, tidak moderat itu.
Kamis, 01/12/2005 12:53
Terkuaknya pelaku bom bunuh diri di Bali membuat masyarakat terhenyak Sebab tayangan VCD berisi pengakuan jihad bunuh diri yang ditemukan, membuktikan bom bunuh diri atasnama jihad bukan isapan jempol. Selama ini bom bunuh ini jarang ditemukan bukti-bukti pelakunya, maka setelah bukti dan pelakunya terkuak, maka masyarakat harus lebih waspada. Namun demikian, sejauh ini belum ada analisa atau kajian mendalam tentang fenomena yang sedang actual ini berkaitan dengan jihad bunuh diri. Apakah dalil yang selama ini mereka pegang sehingga berani bunuh diri? Kontributor NU-Online biro Kedu-DIY Kholilul Rohman Ahmad mewawancarai KH Ahmad Nur Abdul Madjid Lc untuk mendapatkan keterangan mendalam.
Ubudiyah
Rabu, 23/04/2014 08:11
Di daerah pesisir pantai utara pulau Jawa terdapat puji-pujian yang sangat mengharuka. Apalagi jika dilagukan oleh suara orang tua, seolah mereka menghayati...
Sabtu, 19/04/2014 16:00
Diantara empat hukum dalam Islam, semuanya memiliki konsekwensi masing-masing kecuali mubah. Pahala diperuntukkan mereka yang menjalankan hukum wajib dan...
Syariah
Kamis, 24/04/2014 07:00
Dalam kitab  Bughyatul Mustarsyidin  karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-hadramy menyatakan bahwa ada tujuh hal yang dimakruhkan dalam shalat....
Ahad, 20/04/2014 05:00
Dalam hadits Bukhari, Abu Daud dan Al-Wadhihah sebuah cerita menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib telah melamar seorang putri Abu Jahal bin Hisyam, lalu...
Hikmah
Jumat, 18/04/2014 05:01
Kisah tentang keteguhan seorang wanita yang bernama Masyitah dalam mempertahankan keimanannya ini begitu masyhur. Masyitah adalah seorang pelayan di kerajaan...
Jumat, 11/04/2014 16:01
Suatu ketika Nabi Musa as. mengadu kepada Allah, “Wahai Tuhan! Engkau ciptakan makhluk dan Kau berikan kenikmatan rizki. Kau (pula) yang menjadikan...
Taushiyah
Rabu, 23/04/2014 12:01
Oleh KH MA Sahal Mahfudh Hampir semua eksponen NU sibuk memasyarakatkan Khittah 26, pada masa antara pasca-Muktamar NU ke-27 sampai dengan Pemilu 1987....
Rabu, 16/04/2014 19:01
Oleh KH Abdurrahman Wahid Beberapa tahun yang lampau, seorang ulama dari Pakistan datang pada penulis di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)...
Khotbah
Kamis, 10/04/2014 13:04
"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil)." Lantas ada seseorang yang berkata: Sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda: “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain (al-Hadits).
Kamis, 27/03/2014 10:00
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah Pernah bersabda "Satu waktu nanti akan tiba atas umatku penguasa seperti singa, para menterinya seperti serigala, dan hakim-hakimnya seperti anjing. Sementara itu umat kebanyakan bagaikan kambing. Bagaimana bisa kambing hidup diantara singa, serigala dan anjing?"
Space Iklan
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::