Jumat, 24 Mei 2013
Language :
Find us on:
Terbaru
Kamis, 28/10/2004 20:07
Jakarta, NU Online
PBNU secara institusi harus merespon upaya gerakan rekonsiliasi yang dilakukan komponen kultural Nahdlatul Ulama dengan korban G30S-PKI. Upaya ke arah rekonsiliasi secara konstitusi ini sangat diperlukan bukan karena Nahdlatul Ulama ketika peristiwa pembantaian terjadi dalam ruang hegemoni sehingga mau tidak mau masuk dalam pusaran kekuatan besar yang tidak dapat di elakan, tetapi karena secara empirik dan normatif upaya itu telah di lakukan di tingkat bawah. “Biarkan kesalahan masa lalu menjadi kenyataan sejarah kelam yang harus dilupakan untuk membangun keutuhan bangsa kedepan,” ungkap anggota Komnas HAM MM. Billah kepada NU Online beberapa waktu lalu. Dan upaya yang tersisa adalah bagaimana PBNU secara institusi melakukan rekonsiliasi secara kelembagaa. “Sekarang tinggal Nahdlatul Ulama secara institusi yang melakukan itu,” katanya. Untuk mengetahui secara utuh kedalaman pemikirannya, berikut ini wawancara Ahmad Kosasih Marzukih dari NU Online.
Sabtu, 23/10/2004 01:17
Di samping fungsi pengawasan, dan pembuatan anggaran negara, menyusun undang-undang dipahami pula oleh politisi yang ekonom dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sebagai fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, bagi politisi yang bernama lengkap Muhammad Yusuf Erwin Faishal, menjalankan fungsi pembuatan undang-undang, bukan berarti mengejar setoran dengan memproduksi undang-undang sebanyak-banyaknya, lantas mengabaikan kualitasnya. Nah, berkaitan dengan fungsi legislasi yang dijalankan anggota DPR periode sebelumnya, anggota DPR yang akrab dipanggil dengan nama pendek Yusuf Faishal ini punya pandangan yang boleh dikatakan jeli. Menurut suami dari penyanyi kondang Hetty Koes Endang ini, secara umum undang – undang yang dihasilkan anggota Dewan periode 1999-2004 kurang berbobot.
Rabu, 13/10/2004 00:35
Tidak terlalu sulit mengenal tokoh yang satu ini, perawakannya cukup tinggi, mimik mukanya selalu tampak serius, dan bila sedang bicara dia tidak pernah jauh dari rokok. Meski tampak serius, kiai pemilik Pondok Pesantren Miftahul Mutaallimin Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon ini tergolong doyan melucu. Karena itu kiai yang saat ini menjabat sebagai anggota Syuriyah Nahdatul Ulama (NU) Jawa Barat ini mudah akrab dengan semua orang yang bertandang ke rumahnya.  Sikap akrab itu semakin berasa meluas, ketika Pesantren Babakan dipilih oleh sejumlah anak muda dari kalangan warga NU menjadi tempat berlangsungnya Musyawarah Besar (Mubes) Nasional Warga NU,  8 - 10 Oktober minggu lalu. Warga NU yang menjadi peserta Mubes pun mengenal kiai yang bernama lengkap Yahya Masduqi dengan panggilan akrab Kiai Yahya. 
Ahad, 12/09/2004 22:18
Ia adalah satu – satunya anggota DPR dari kalangan warga Nahdiyin yang paling tua, paling tidak untuk saat ini. Tua di sini memiliki makna ganda, yaitu tua dari sisi usia, dan pengalaman. Pak Imam, begitu dia akrab disapa memang dilahirkan 73 tahun silam.   Anggota Dewan yang tergabung di FKB ini lahir pada 15 Juni 1931 di Ponorogo. Kedua orang tuanya pun lantas memberi nama buah hatinya dengan sebutan Imam Churmen.
Senin, 12/07/2004 16:04
Indonesianis Greag Fealy nyatakan bahwa konsep tentang khittah NU sudah sangat tepat dengan kondisi NU dan saat ini hanya dibutuhkan konsistensinya saja dalam pelaksanaannya. Peneguhan ini sangat penting berkaitan dengan perubahan situasi politik Indonesia yang menggoda banyak elit organisasi yang memiliki massa banyak untuk memanfaatkannya guna kepentingan politik mereka. Peneliti dalam bidang politik dan sejarah Islam di Indonesia dengan perhatian khusus pada NU tersebut juga nyatakan keprihatinannya terhadap para kader NU yang saat ini duduk dalam bidang legislatif dan eksekutif yang dianggapnya belum banyak memperjuangkan kepentingan nahdliyyin
Kamis, 24/06/2004 23:06
Tangerang, NU Online
"Tanpa melakukan penataan dan penguatan manajemen jam'iyah, NU sulit diharapkan dapat menjalankan fungsi pengembangan mutu keberagamaan dan mutu kesejahteraan masyarakat,"kata Direktur Pusat Kajian Pedesaan dan Pembangunan Regional Universitas Gadjah Mada Mochammad Maksum kepada NU Online, Kamis (24/6). Maksum yang saat ini juga menjabat sebagai ketua PWNU D.I. Yogyakarta menambahkan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perbaikan jam'iyah. Meskipun jumlah pengurus PBNU yang terlibat dalam politik praktis tidak dapat dikatakan sedikit. Situasi saat ini tentu tidak perlu melemahkan semangat untuk memperbaiki kinerja organisasi. "Situasi sekarang memang sama sekali baru, karena itu sangat tepat untuk menjadi pembelajaran bagi jam'iyah. Saya optimis dengan memanfaatkan pembelajaran jam'iyah secara serius, NU akan menjadi satu organisasi yang sangat hebat pada 2009 nanti,"ungkap bapak yang memiliki tiga orang putri ini.
Kamis, 17/06/2004 10:02
Jakarta, NU Online
Selama ini masyarakat merasakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kecil, dan pengusaha kecil. Akibat dari kebijakan yang tidak berpihak kepentingan masyarakat kecil itu, beban hidup menjadi bertambah berat. Khusus untuk Jakarta, sedikitnya orang tua harus merogoh Rp 1 juta dari sakunya bila ingin memasukkan anaknya di sekolah dasar yang layak. Begitu juga bila ingin diterima di SMP - SMU, tanpa uang  Rp 2-6 juta, orang tua terpaksa harus menerima kenyataan bahwa sang anak tidak bisa melanjutkan kejenjang menengah. Praktis hanya mereka yang berasal dari keluarga mampu yang bisa sekolah secara layak. Beban yang sama juga dirasakan masyarakat di daerah-daerah lain.
Rabu, 09/06/2004 16:19
Jakarta, NU Online
Sejak akhir Oktober 2003, IHSG telah membukukan kenaikan yang siknifikan, dari level 625,55 ke level 735,68 pada akhir Maret 2004. Seperti bola yang terus menggelinding, pergerakan IHSG mendapat energi baru usai hajatan Pemilu legislatif pada 5 April lalu. Pemilu bagi calon wakil rakyat yang akan duduk di Senayan telah berlangsung dengan damai. Kesuksesan ini pun meniupkan angin segar di lantai bursa. IHSG pun terdongkrak ke level tertinggi selama krisis ke level 818,16 . Namun sejak 27 April 2004, IHSG anjlok sebesar 4,71 persen menjadi 779,60 dalam empat hari perdagangan. Koreksi terhadap IHSG itu dipahami para pengamat pasar modal sebagai petunjuk, bahwa pelaku pasar masih selektif terhadap figur calon presiden yang akan memimpin Indonesia. Akankah mereka berpihak terhadap kepentingan pasar?Jika sikap rakyat pemilih dalam Pemilu ditunjukkan dengan mencoblos. Para pemain pasar modal punya cara tersendiri untuk menunjukkan sikapnya. Mereka menunjukkan dengan   angka IHSG. Ibarat voting, posisi penguatan indeks yang siknifikan menunjukkan sikap positif dari pasar. Sebaliknya sikap hati-hati, atau penolakan ditunjukkan dengan melemahnya indeks sebagaimana menjelang Pemilu presiden dan wakil presiden seperti saat ini. Sehingga pada saat pemenang pemilihan presiden sudah diumumkan, maka anjloknya indeks menunjukkan penolakan pasar terhadap presiden terpilih.  Sebaliknya dukungan pasar akan ditunjukkan dengan penguatan posisi angka IHSG, maupun nilai tukar rupiah.
Selasa, 01/06/2004 17:13
Untuk saat ini, kenaikan harga minyak dunia akan sangat mempengaruhi upaya dunia, lebih-lebih  Indonesia untuk bisa bangkit dari krisis. Kenaikan harga minyak di pasar dunia yang sempat menembus US$ 40 per bare tentu saja mengkhawatirkan posisi APBN. Apalagi jika pemerintah menempuh kebijakan konservatif, dengan tidak mencabut subsidi. Beban masyarakat akan semakin berat. Demikian juga bagi dunia industri, tanpa subsidi, tentu mereka akan terseok-seok. Bagaimana mungkin dunia industri akan bisa bangkit, jika biaya produksi semakin tinggi. Daya saing mereka pun akan semakin menurun. Jangan sampai bangkrut, pemerintah harus memberikan subsidi kepada mereka,”kata Bachrawi Sanusi, Lektor Kepala Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti.
Selasa, 18/05/2004 14:28
Rapat Syuriyah PBNU di Rembang (16/5) telah menghasilkan sembilan butir kesepakatan. Dampak sosial politik yang mungkin timbul karena persaingan antar Capres dan Cawapres juga menjadi agenda pembicaraan.  Pengurus Syuriyah pun sepakat, agar pengurus NU di mana pun tidak membuat pernyataan yang mengesankan pemihakan. Tujuannya sudah jelas, untuk menghindarkan kebingungan dan keresahan di kalangan warga NU. Untuk hal itu, Rapat Rembang juga mengajak para kiai di lingkungan NU untuk senantiasa kompak membantu NU dalam menjaga Khittahnya. Para kiai NU juga diajak untuk memberikan arahan kepada warga dalam menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang, termasuk ikut menjelaskan sikap dan qaraar Syuriah PBNU dengan kearifan yang mereka miliki.
 
Namun harus diakui, fenomena pencalonan presiden dan wakil presiden yang melibatkan sejumlah besar kader NU, khususnya yang struktural mengajak kita untuk mengetahui manfaatnya dan kesiapan NU secara institusi. Untuk  itu, usai Rapat Rembang (16/5), Reporter NU Online, Abdullah mewawancarai secara khusus Wakil Rais Am PBNU, KH. Fachrudin Masturo, yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Masturiyah, Sukabumi, berikut petikan wawancaranya:
Rabu, 21/04/2004 20:56
Dinamika Islam tradisional di belahan dunia lain seringkali menunjukkan pola dan sejarah yang hampir sama. Baik menyangkut pandangan hidup, maupun wacana kebangsaan terutama menyangkut relasi dengan penguasa. Untuk mencermati fenomena itu, wartawan NU Online Alifatul Lailiyah bersama M. Adnan Anwar menggali permasalahan ini secara mendalam melalui wawancara tatap muka dengan pakar politik Asia Selatan, Prof. Christopher Candland yang mengajar di Wellesley College, Amerika Serikat. Wawancara ini dilakukan ketika ia berkunjung ke redaksi NU Online beberapa waktu yang lalu, berikut ini petikan wawancaranya: Bagaimana perbandingan antara NU sebagai Muslim Tradisional di Indonesia dengan Muslim Tradisional di Asia Selatan khususnya Pakistan Apakah ada kesamaan cara pandang dan pemikiran serta  semangat nasionalismenya?
Kamis, 11/03/2004 14:21
Jakarta, NU Online Salah satu tantangan besar dunia Islam saat ini adalah
pengentasan kemiskinan. Namun membangun perekonomian
itu tidak semudah membalik telapak tangan. Semua harus
dilakukan pelan-pelan.
Selasa, 30/12/2003 21:27
Perkembangan NU periode Lirboyo ini, perlu diamati secara serius. Apakah ada perubahan-perubahan substanfif yang dialami NU baik dari sisi jamiyyah maupun jamaahnya.Bagaimana selama kurang lebih 5 tahun ini, NU memainkan peran strategis dalam bidang sosial, ekonomi maupun Politik. Adakah kemajuan-kemajuan yang dicapai atau justru mengalami stagnasi? Untuk menelusuri jawaban ini, wartawan NU Online, M Adnan Anwar mencoba melakukan wawancara jarak jauh dengan Drs Kacung Marijan MA, Dosen FISIP UNAIR, kandidat Doctor  Australian National University serta Penulis buku Quo Vadis NU?.
 
1. Bagaimana dengan evaluasi peran ekonomi dan politik yang dimainkan oleh NU secara kelembagaan selama periode Lirboyo ini, apakah ada perkembangan-perkembangan yang cukup menggemberikan atau justru mengalami stagnasi?
 
Apabila dilihat dari peran ekonomi dan politik yang dimainkan NU, yang paling sulit dilakukan adalah peran di bidang ekonomi. Secara kelembagaan hal ini terjadi karena NU memang bukan lembaga ekonomi, melainkan lembaga keagamaan. Apabila dibandingkan dengan Muhammadiyah pun, NU juga masih tertinggal. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa sejak awal Muhammadiyah memang lebih banyak mengurusi masalah-masalah amal, sehingga lebih banyak bersentuhan dengan problem-problem kongkrit seperti masalah kesehatan, pendidikan, termasuk ekonomi.
 
Secara kelembagaan NU sekarang memang sudah memiliki lembaga yang berkaitan dengan perekonomian. Tetapi lembaga ini juga belum bisa berfungsi dan bergerak secara maksimal. Sehingga yang terjadi adalah bahwa lembaga ini baru bergerak di tataran perumusan konsep-konsep tetapi belum banyak melakukan implementasi.
 
Problem penting yang dihadapi oleh NU di dalam perekonomian adalah masalah modal (capital). NU baru berpikir di bidang ekonomi ketika sudah terdapat kapitalisasi yang luar biasa, termasuk di pedesaan. Ketika NU bermaksud merambah bidang ekonomi, yang harus dihadapi adalah para pemilik modal.
 
Pemecahan masalah seperti itu memang tidak mudah. Tetapi hal itu bisa dilacak melalui dua perspektif sekaligus. Pertama, melihat karakteristik kebanyakan orang NU yang masih bergerak di sektor pertanian. Dalam lebih dari tiga dekade ini sumbangan sektor ini kepada GDP Indonesia mengalami penurunan signifikan. Sementara itu sektor ini masih menjadi andalan penyerapan angkatan kerja. Akibatnya, secara kualitatif para petani mengalami penurunan pendapatan. Penurunan pendapatan ini semakin nyata karena produk-produk mereka mengalami trade off apabila dibandingkan dengan produk-produk sektor industri.
 
Implikasi dari realitas seperti itu adalah bahwa banyak orang NU yang secara kualitatif mengalami penurunan pendapatan.
 
NU mau tidak mau harus ikut-ikutan mengurusi sektor pertanian ini agar warganya tidak secara terus menerus mengalami penurunan pendapatan. NU, misalnya, bisa bergerak bersama-sama dengan lembaga-lembaga strategis seperti universitas untuk memproduksi produk-produk yang lebih berkualitas. Di samping itu, di bidang marketing, NU bisa memanfaatkan jaringannya yang kuat.Tanpa marketing yang baik, produk-produk bagus itu juga tidak ada manfaatnya.
 
Di tataran policy, NU harus bisa mendesakkan kepada pemerintah agar membuat kebijakan-kebijakan yang pro kepada petani, bukan malah memberatkan petani.
 
Perspektif yang kedua adalah melihat arah perekonomian mendatang. Sektor-sektor yang akan terus mendominasi adalah sektor industri manufaktur dan jasa. Kedua sektor ini merupakan penyumbang GNP terbesar. Kelompok yang menguasai dua sektor inilah yang menguasai perekonomian. Kalau NU mau kuat secara ekonomi, ya, mau tidak mau harus ikut menguasai dua sektor ini.
 
Ok, Kita beralih ke masalah politik. Kita harus kembali pada platform dasar NU tentang politik. Bahwa NU tidak akan secara langsung terlibat di dalam politik praktis, tetapi juga tidak anti politik.
 
Langkah yang dilakukan oleh NU belakangan ini sudah cukup bagus, yakni berusaha me
Sabtu, 29/11/2003 10:22
Berbagai tindakan radikal yang mengatasnamakan agama yang dilakukan oleh sekelompok orang membuat citra agama sebagai ajaran yang membawa kedamaian agak tercoreng, termasuk dalam Islam, dan juga berbagai tindakan kekerasan di Timur Tengah yang memperjuangkan keadilan terhadap penindasan yang dilakukan oleh pihak lain ataupun atas nama kebenaran agama juga membuat wilayah ini sebagai wilayah yang penuh kekerasan dan konflik. Untuk itulah reporter NU Online Mukafi Niam dan M.Dawam Sukardi melakukan wawancara dengan mantan Dekan Fakultas Sosiologi Univwersitas Al-Azhar Mesir Dr. Nabil As-Samalluti yang saat ini juga wakil sekjen Liga Universitas Islam Dunia, ketika ia berkunjung ke Jakarta dalam rangka menghadiri sebuah seminar internasional tentang metodologi keilmuan dalam Islam. Berikut ini merupakan pandangan-pandangannya dalam berbagai hal tentang hubungan Islam Indonesia dan Timur Tengah, pluralitas dalam menjalankan ajaran agama, serta masalah terorisme yang sedang marak di dunia.
Selasa, 11/11/2003 20:02
Apakah karena terlalu cepatnya anak muda NU dalam berfikir dan bereksplorasi dengan gagasan baru atau karena kyai memakai pola piikir lama ? Menurut saya pola pemikiran yang lama yang tidak bersinggungan secara langsung dengan realita yang sudah sangat plural bangsa kita yang seperti itu tidak bersentuhan secara langsung tapi mereka hanya mendengar yang berakibat suatu kebutuhan, lain hal nya orang seperti gus dur, dan sekarang pak hasyim.  Para Kyai akan berubah jika sudah tahu realita kehidupan kawan-kawan di luar negri, bagaimana keagamaan mereka, bagaimana mereka bagian dari minoritas di tengah lingkungan yang mayoritas hal tersebut menjadi tantangan bagi mereka yang merasakan.
Rabu, 22/10/2003 22:16
Selama ini NU terutama kalangan mudanya telah mengembangkan pemikiran sangat progresif. Tetapi belakangan perkembangannya kurang semarak dibanding decade 1990-an yang lalu. Berikut ini wawancara A. Kosasih dari NU Online dengan salah seorang intelektual muda NU yang juga dosen IAIN Surabaya Drs. KH Ghazali Said MA. Pemikiran NU berkembang pesat bersamaan dengan gagasan organisasi ini kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984, bagaimana perkembangan pemikirannya sekarang ?
Ubudiyah
Jumat, 24/05/2013 09:42
Demikianlah Allah swt mensyariatkan gerakan shalat melalui Rasulullah saw. Sebagaimana dalam hadits yang popular shallu kama roaitumuni ushalli (shalatlah...
Jumat, 17/05/2013 08:00
Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan)...
Syariah
Rabu, 22/05/2013 17:00
Jarang orang berpikir mengenai fungsi jari-jari tangannya. Seolah dibiarkan bergerak begitu saja. Padahal kita dapat memanfaatkannya sebagai  pendulang...
Rabu, 15/05/2013 14:00
Apakah Rasulullah saw sudah mengerjakan shalat sebelum diperintahkan (diwajibkan) ketika Isra’ miraj? Jika sudah mengerjakan shalat, bagaimana bentuk...
Hikmah
Selasa, 21/05/2013 12:01
Saat berada di Mekkah, Imam Junaid al-Baghdadi pernah menghampiri seorang tukang pangkas rambut. Ia menyaksikan tukang pangkas rambut itu sedang mencukur...
Selasa, 14/05/2013 11:02
Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya. Sengatan...
Taushiyah
Rabu, 01/05/2013 14:45
KH SAID AQIL SIROJ
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ุŒ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง...
Jumat, 05/04/2013 06:03
PIDATO KEBUDAYAAN
"Tiadakah engkau lihat bagaimana Allah menciptakan metafora tentang 'kalimat yang baik' sebagaimana 'pohon yang baik', akarnya kuat (terhunjam) dan cabangnya...
Khotbah
Kamis, 16/05/2013 12:01
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ุซูŽู„ุงุซูŒ ู…ูู‡ู’ู„ููƒูŽุงุชูŒ ุดูุญูŒู‘ ู…ูุทูŽุงุนูŒ ุŒ ูˆูŽู‡ูŽูˆู‹ู‰ ู…ูุชูŽู‘ุจูŽุนูŒ ุŒ ูˆูŽุฅูุนู’ุฌูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุจู†ูู’ุณูู‡ู  “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.
Kamis, 09/05/2013 09:00
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda “Walaupun engkau shalat sampai bungkuk, dan puasa sampai kurus seperti tali tampar, semua itu tidaklah diterima Allah swt tanpa wira’i”. Mengapa konsep wira’i demikian penting? Karena konsep itulah yang dapat menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kebangkrutan.
Space Iklan
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>