::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kapolres Tanggamus Minta Agama Jangan Jadi Alat Politik

Kapolres Tanggamus Minta Agama Jangan Jadi Alat Politik

Kapolres Tanggamus, AKBP Alfis Suhaili Alfis menegaskan perbedaan dan keragaman dalam masyarakat tidak bisa dihindari. Apalagi perbedaan dalam pemahaman terhadap agama bisa dipastikan ada. Hal ini merupakan isu yang sangat sensitif sehingga perlu disadari semua pihak agar tidak terpancing dan terprovokasi.
Kapolres Tanggamus Minta Agama Jangan Jadi Alat Politik
Sabtu, 24/02/2018 14:15Daerah

Kapolres Tanggamus Minta Agama Jangan Jadi Alat Politik

Kapolres Tanggamus, AKBP Alfis Suhaili Alfis menegaskan perbedaan dan keragaman dalam masyarakat tidak bisa dihindari. Apalagi perbedaan dalam pemahaman terhadap agama bisa dipastikan ada. Hal ini merupakan isu yang sangat sensitif sehingga perlu disadari semua pihak agar tidak terpancing dan terprovokasi.
Setelah Aceh, LAZISNU Bantu Renovasi Masjid Semarang
Jumat, 23/02/2018 20:30Nasional

Setelah Aceh, LAZISNU Bantu Renovasi Masjid Semarang

Setelah memberikan bantuan renovasi masjid di Banda Aceh Desember 2017 lalu, hari ini, Jumat (23/2) NU Care-LAZISNU memberikan bantuan untuk renovasi Masjid Al Furqon, Semarang, Jawa Tengah.

Sumber Ilmu Tauhid dan Kedudukannya di Antara Ilmu-ilmu Lain
Jumat, 23/02/2018 19:45Ilmu Tauhid

Sumber Ilmu Tauhid dan Kedudukannya di Antara Ilmu-ilmu Lain

Pembahasan ilmu tauhid menurut Ahlussunnah wal Jama'ah harus dilandasi dalil dan argumentasi yang definitif (qath'i) dari al-Qur'an, hadits, ijma' ulama, dan argumentasi akal yang sehat.  
Terkini
Tangkal Ujaran Kebencian, Elemen Masyarakat Surakarta Keluarkan Deklarasi

Tangkal Ujaran Kebencian, Elemen Masyarakat Surakarta Keluarkan Deklarasi

Jika dibiarkan terus berkembang dan marak di ruang publik, ujaran kebencian secara perlahan akan mendorong masyarakat terkotak-kotak ke dalam sekat atau ikatan primordial tertutup dan akhirnya mengoyak kebinekaan dan keindonesiaan.