NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCNU Jombang Nilai Demo Mahasiswa ke PBNU Salah Alamat

PCNU Jombang Nilai Demo Mahasiswa ke PBNU Salah Alamat

"Urusan KH Yahya Kholil Staquf ke Palestina sudah dinyatakan oleh KH Said Agil Sirodj adalah dilakukan secara pribadi, tidak terkait dengan PBNU. Hal ini juga disampaikan Kiai Yahya sendiri," kata Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid, Jum'at (22/6) kepada NU Online. 
PCNU Jombang Nilai Demo Mahasiswa ke PBNU Salah Alamat
Sabtu, 23/06/2018 18:00Daerah

PCNU Jombang Nilai Demo Mahasiswa ke PBNU Salah Alamat

"Urusan KH Yahya Kholil Staquf ke Palestina sudah dinyatakan oleh KH Said Agil Sirodj adalah dilakukan secara pribadi, tidak terkait dengan PBNU. Hal ini juga disampaikan Kiai Yahya sendiri," kata Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid, Jum'at (22/6) kepada NU Online. 
Pesantren Bahrul Ulum Berduka, Cucu KH Bisri Syansuri Wafat
Sabtu, 23/06/2018 13:10Daerah

Pesantren Bahrul Ulum Berduka, Cucu KH Bisri Syansuri Wafat

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang hari ini berduka. Salah seorang pengasuhnya, yakni Nyai Hj Mutmainnah Abdul Fattah (68) meninggal dunia. Ia merupakan istri dari tokoh agama KH Sulton Abdul Hadi.
Lebaran dalam Hiruk Pikuk Tahun Politik
Sabtu, 23/06/2018 10:30Risalah Redaksi

Lebaran dalam Hiruk Pikuk Tahun Politik

Menjadi pertanyaan, mengapa profesi politik yang seharusnya sesuatu yang terhormat menjauh dari sisi idealnya? Bahkan politisi-politisi berbasis agama yang memiliki panduan moral berperilaku tak beda jauh dengan teman-teman mereka yang sekuler? 
Terkini
Kupatan, Momentum untuk Tidak Saling Dendam

Kupatan, Momentum untuk Tidak Saling Dendam

Memasuki hari kedelapan lebaran, masyarakat Indonesia, khususnya Kudus bisa dipastikan selalu menyediakan ketupat dan lepet di rumahnya. Konon itu tidak sekadar menjadi santapan, akan tetapi menyimpan makna yang lebih luas sebagai pengingat untuk tidak saling dendam dan benar-benar bisa memaafkan.