Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Kemampuan apa yang paling penting dimiliki oleh jajaran kepengurusan tanfidziyah NU

Manajerial
Berdakwah atau orasi di lapangan
Keilmuan agama
Lobby-lobby politik
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Fragmen

Syeikh Nawawi Diarak Keliling Ka`Bah
22/09/2007

Kemasyhuran dan nama besar Syeikh Nawawi al-Bantani kiranya sudah tidak perlu diragukan lagi. Melalui karya-karyanya, ulama kelahiran Kampung Tanara, Serang, Banten pada tahun 1815 M ini telah membuktikan kepada dunia Islam akan ketangguhan ilmu ulama-ulama Indonesia.

Tidak kurang dari 100 judul kitab berhasil digubah oleh Ulama Nusantara yang satu ini kesemuanya ditulisnya dalam bahasa Arab. Selain itu, Kiai Nawawi juga dikenal sebagai seorang yang sangat dicintai baik oleh para murid maupun sesama ulama di kota Mekkah. Kiai Hasyim Asy`ari yang juga merupakan salah seorang ulama yang sempat berguru kepada Syeikh Nawawi, seringkali meneteskan air mata jika mengenang keluhuran pribadi dan kedalaman ilmu gurunya itu.

Sementara para ulama di lingkungan Masjidil Haram sangat hormat  kepada kealimannya. Bahkan ketika Syeikh Nawawi berhasil menyelesaikan karyanya Tafsir Marah Labid, para ulama Mekkah serta merta memberikan penghormatan tertinggi kepadanya.

Ketika kitab tafsir karya Kiai Nawawi diterbitkan, para ulama yang mengajar di Masjidil Haram berkumpul. Mereka sepakat bahwa menafsirkan 30 Juz Al-Qur'an bukan sekedar buah dari kemampuan seseorang, akan tetapi juga karunia yang diberikan oleh Allah. Oleh sebab itu pada hari yang telah ditentukan para ulama Mekah dari berbagai penjuru dunia mengarak Syeikh Nawawi mengelilingi Ka`bah sebanyak tujuh kali sebagai bukti penghormatan mereka atas karya monumentalnya itu.
 
Keberhasilan Sang Kiai menyelesaikan Tafsir Marah Labid ternyata bukan saja memberikan
nuansa baru di kota Mekkah namun juga diyakini  turut memantik perubahan kurikulum pesantren-pesantren Indonesia pada tahun 1888. Perubahan yang dimaksud adalah maraknya pengajian yang membacakan kitab-kitab tafsir,  sebuah fenomena yang disinyalir tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Selain di Indonesia, pengaruh Syeikh Nawawi juga mewarnai beberapa negara di sejumlah kawasan. Kitab-kitab beliau diajarkan di pondok-pondok pesantren terkemuka yang ada di Malaysia, Filipina dan Thailand. Bahkan di sejumlah  negara Timur Tengah, kitab-kitabnya selalu dijadikan sebagai rujukan.(Rifki)

« Kembali ke arsip Fragmen | Print| Share


Komentar:


mj menulis:
subhanallah...allahu akabar...keilmuan syeikh nawawi emang diakui banyak ulama. ana ga ngangka bangsa indonesia punya ulama berkaliber dunia seperti beliau. kalau sampai hari ini beliau masih ada, pastilah beliau bisa menjadi sumber fatwa dunia. dengan begitu bangsa indonesia akan menjadi bangsa yang terhormat dan dihormati.
tapi ntar dulu...ga semua orang indonesia tau dan suka sama beliau, bahkan ada sebagian orang yang "melecehkan" keilmuan beliau dengan mengatakan "ahh, ngapain ngaji kitab safinah (kasyifatussaja' karya kitab fiqh monumental syeikh nawawi). itu kan 'cuma' tulisan orang banten!!!". masya allah, mudah2an orang seperti itu diberikan hidayah oleh Allah SWT
Ramdhan Chairulloh menulis:
Assalamualaikum..saya berkesan melihat syekh nawawi yang begitu dikenal dengan kealimannya. untuk yang lainnya saya minta untuk dimuat biografi habaib dan keterunan Rasululloh yang selalu mendoakan ymatnya didunia. terima kasih. wassalmualaikum
didin wahyudin menulis:
Assalamu 'alaikum wr, wb.
Subhanallah, memang kemasyuran Syeik Nawawi tanara Banten luar biasa, kalau gak salah beliau masih keturunan dari wali Allah yaitu anak dari Pangeran Sunyalaras Tanara cucu dari Syeikh Maulana Hasanuddin Banten Putra dari Sunan Gunung jati Cirebon
ada cerita mengenai kitab karyanya dia lempar kelaut jika memang karya kitabnya tidak diterima oleh Allah, maka kitab tersebut tidak akan kembali ke darat(bumi). tapi subhanallah kitab itu benar-benar kembali lagi dan sampai sekarang karya2nya masih di pelajari oleh santri-santri alhamdulillah
Wassalamu a'laikum wr, wb.
Faisal menulis:
Jika ada yng suka dan kagum terhadap Imam Nawawi itu memeng harus sebagai seorang muslim, tapi tentu jangan lupa jika ada yg meresa tidak senang. Ada yang suka pasti ada yang "tidak" suka meskipun sesama muslim. Ada yang suka Imam Nawawi tentu ada juga yang lebih suka Imam Samudra... biasa saja khan ? Ohhh dunia....
budiharis menulis:
Alhamdulillah,
Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau.

rizal menulis:
Subhanallah, semoga harapan saya ada ulama yang bisa mengantikan, ilmu beliau. Untuk keadaan bangsa saat ini.
Apakah setiap hasil kitab yang telah di gubah oleh Syeikh Nawawi. Ada konfensasinya buat turunannya. ( Uang )
maknun menulis:
Masih ada kah orang indonesia yang sama dengan Syeh Nawai?jika kaum muslimim indonesia mengikuti jejak beliau maka Indonenesia tidak di cap sebagai sarang teroris. lain halnya dalam penentuan Idul Fitri saja tidak akur.mari kita memohon kepada Allah semoga selalu memeberikan rahmatNya sebagaimana Allah Memkberikan Kepada Syeh Nawawi. Subhanallah
rio menulis:
adakah yang bisa mengajarkan ilmu imam nawawi kepada saya tapi pake bahasa indonesia saja! mohon kerjasamanya, yang namanya ilmu ya harus diamalkan biar afdhal. terima kasih
M.Nizar menulis:
Subkhanallah,sungguh saya sangat bergetar kala membaca riwayat beliau.saya juga banyak mendengar riwayat beliau dari guru saya Al Habib M.Luthfie Bin Ali Bin Hasyim Bin yahya,salah satunya beliau Syeh NAWAWI di juluki Kitab berjalan karena saking banyaknya beliau mengarang kitab
Didik Hadi Purnomo menulis:
Perlu diteladani, dan diikuti jejeaknya, yang telah memberikan manfaat bagi kaum muslimin di dunia. jadi...ikutilah jejak Syeh Nawawi....jangan gagah2 sok2 mengatasnamakan Islam, jihad nii...tapi bikin onar, kerusakan mencemarkan nama Islam/
zainul lutfi menulis:
Assalamualaikum..saya terkesan bahwa syekh nawawi yang begitu dikenal dengan kealimannya dan perlulah bagi generasi nu untuk menirunya, dan alangkah baiknya bagi nu untuk menampilkan tokoh2 yang lainnya seperti biografi ulama tasyawuf, habaib dan lainnya. trims. wassalmualaikum
Masya Allah menulis:
Saya sebagai keturunan Al Syaikh merasa malu belum merepresentasikan keturunan yg layak mengaku sbg keturunan beliau.
maspardi menulis:
Semoga Alloh meluhurkan beliau di sisiNya.
DARUL FATAA menulis:
Syaich Nawawi adalah seorang Ulama Yang patut dicontoh dan ditelandani,.. ana baca karangan-karangannya yang begitu memukau sampai memisalkan GOYAh pada contoh-contoh dalam permasalahan fiqih yang bahkan tidak terlintas oleh pemikiran ulama lain dan kita,.. subhanaalah
Sunjaya menulis:
Subhanallah sungguh beliau tidaklah salah dikatakan Warosatul Anbiya (pewaris para Nabi) ulama kelahiran Indonesia yang dikenal dunia dan ilmunya banyak bermanfaat bagi kaum muslimin diseluruh dunia, mudah-mudahan rahmat Allah senantiasa dilimpahkan kepadaNya dan kepada kita yang senantiasa mengamalkan warisan-warisan ilmu Syekh Nawawi amiiiiiin.
muhammad aan fathulloh menulis:
barakallah lahu wa liy...
Agus MUnawar menulis:
ternyata ada orang indonesia yg cerdas....

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (2) (02/02/2010)
» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (1) (26/01/2010)
Arsip
» Hasil Munas NU Tentang Hukum Infotainment (14/01/2010)
» Memakai Celana di Bawah Lutut (02/11/2009)
Arsip
» Dari Peran Kebangsaan Menuju Peran Kesejagatan (25/01/2010)
» Fenomena Gus Dur (13/01/2010)
Arsip
» Recomendation from Workshop Raising Awareness of UN Global Counter-Terrorism (19/11/2009)
» Imbauan Rukyat Awal Syawal 1430 H (19/09/2009)
Arsip
» Jalan Tengah Penyatuan Awal Bulan (16/09/2009)
» Awal Ramadhan 1430 H, NU dan Pemerintah Mungkinkah Berbeda? (14/08/2009)
Arsip
» Ketika Kiai Sepuh Nyantri (02/01/2010)
» Pujian Muktamirin untuk H Zainul Arifin (25/11/2009)
Arsip
» Islah PKB Pasca Gus Dur (02/02/2010)
» Membaca Konflik al-Qaeda dan (Pemerintah) Yaman (26/01/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku