Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Kemampuan apa yang paling penting dimiliki oleh jajaran kepengurusan tanfidziyah NU

Manajerial
Berdakwah atau orasi di lapangan
Keilmuan agama
Lobby-lobby politik
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Aliran Bumi Segandu Indramayu Resmi Dibekukan
Selasa, 6 November 2007 08:28

Indramayu, NU Online
Setelah beberapa minggu melakukan serangkaian penggalian data dan pengkajian akhirnya Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Indramayu secara resmi membekukan aliran kepercayaan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang berada di Losarang, Kabupaten Indramayu.

Pembekuan komunitas aliran kepercayaan pimpinan Takmad Diningrat ini didukung oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu yang beberapa waktu lalu menegaskan bahwa aliran kepercayaan tersebut sesat.

Ketua Pakem Kab Indramayu, Udjijono SH mengungkapkan, dari hasil telaah terhadap data yang dikumpulkan dari masing-masing anggota Pakem yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres, Kodim, Dinas Pendidikan, Dinas Trantib, Dinas Kebudayaan, dan Kejakasaan Negeri Indramayu, semuanya menegaskan bahwa aliran tersebut sesat.

"Melalui telaah ini, kami baru dapat membuat surat rekomedasi yang akan disampaikan kepada bupati," jelas Udjiono, Senin (5/11) sambil mengatakan bahwa Suku Dayak Losarang dinyatakan sesat, karena yang diajarkannya telah melanggar ajaran agama yang dianut.

Misalnya, mereka mengkultuskan alam dan matahari menjadi penyembahannya. Karena itu pihaknya mengingatkan kepada para pengikut Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu di Indramayu agar mulai saat ini tidak lagi menyebarkan ajaran-ajarannya.

Ketua MUI Kab Indramayu, KH Sulhin H menyambut baik dibekukannya aliran Suku Dayak Losarang yang selama ini dianggap meresahkan warga Losarang dan Indramayu pada umumnya. Pasalnya, yang diajarkannya benar menyimpang dari ajaran Islam.

Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang dikenal dengan Dayak Indramayu seluruh anggotanya adalah suku Jawa yang bermukim di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Indramayu. Di antara ajarannya, pada malam-malam tertentu seperti Jumat Kliwon para anggotanya berkumpul di pendopo. Mereka menyanyikan kidung pujian kepada alam dan Sang Pencipta. Seluruh kidung bersumber dari ajaran kitab suci mereka yang ditulis oleh pimpinannya Takmat Dinigrat, pendiri sekaligus ketua adat.

Ritual yang disebut kungkung ini dilakukan sepanjang malam. Selama berendam mereka dianjurkan untuk merenungi kebesaran Sang Pencipta. Ritual ini bertujuan untuk menciptakan kesabaran kendati dalam keadaan yang sulit.

Ritual tersebut dilakukan selama 30 malam secara berturut-turut. Tidak seluruh pengikut Dayak Indramayu mampu menjalankannya. Bagi yang status sosialnya mampu maka dianggap lebih tinggi. Dalam kesehariannya para anggota Dayak Indramayu yang berjumlah lebih dari 400 memilih menjadi vegetarian dan bekerja sebagai petani.

Namun dalam sejumlah tatacaranya, seperti pernikahan menggunakan cara Islam yakni oleh petugas KUA dan membaca kalimat syahadat.(ksd)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share


Komentar:


Abi Zakia menulis:
Setiap aliran sesat harus diusut dan ditindak sampai kepada pihak yang memelihara dan membiayainya, tidak mungkin mereka bisa berkembang kalau tidak ada duitnya, pokoknya 'UUD'-lah : ujung2nya pasti duit. Rakyat Indonesia dalam keadaan lemah 'duit' sehingga para musuh Islam dengan semangat mendanai dan membuat proyek aliran sesat di seluruh pelosok negeri ini. Murtad atau sesat menyesatkan umat hukumannya tidak ada lain adalah mati !!!!!, tentunya setelah diberikan kesempatan untuk bertobat. Hukuman penjara hanya akan membuat mereka pimpinan sesat itu semakin kondang dan terkenal saja Pak !!!!
Warok Jogorogo XV menulis:
Saya sangat mendukung jika Al Qiyadah Al Islamiyah, Ahmadiyah dan Kerajaan Tuhan Lia Eden (Lia Aminudin) ditumpas sampai akar2nya karena selain sesat mereka dng jelas telah menodai bahkan melecehkan Agama Islam, Nabi Muhammad dan Al Qur'an. Dalam hal ini keputusan fatwa MUI sudah tepat. Yaitu mereka adalah sesat !.. TAPI DALAM MASALAH "SUKU DAYAK HINDU BUDHA LOSARANG" TUNGGU DULU..! KALO MEREKA TIDAK BAWA2 ISLAM.. LHA NGAPAIN MUI INDRAMAYU IKUT2AN ???? Itu namanya kebablasen. Orang dari namanya aja ada Hindu Budha, ngapain MUI ikut campur. Ya terserah dia mau ngapa2in itu hak dia. Dalam hal ini umat Islampun gak seharusnya ikut campur krn mereka sudah diluar golongan kita. Lha disini inilah seharusnya dalil "lakum dinukum waliyadin" berlaku untuk mereka.. bukan untuk Al Qiyadah Al Islamiyah, Ahmadiyah dan kerajaan tuhan lia eden. Dalam menyikapi maraknya aliran2 skr ini kita harus bener2 jeli jangan justru tindakan kita memalukan Islam karena Islam adalah rahmat bagi alam semesta.
Cak Sur menulis:
Saya juga spendapat dengan Cak Warok Jogorogo ..........

Sesatnya ... Dimana ... ?? Apa karena.. tidak sejalan dengan kelompok yg besar kah ... ???
Cak Suryo menulis:
Katanya Islam di turunkan untuk Penyelamatan, Setahu saya dakwah dan akidah Islam Hak Pengimanan dan Penyesatan adalah milik Alloh. Bisakah kita membayangkan apa yang ada dalam pikiran dan seseorang yg mengganggap kelompoknya paling benar. Saya tidak dapat membayangkan.. bagaimana pengikutnya .. kalau.. tokoh2 nya.. pemikirannya hanya seperti itu....
Amin.

http://www.fahmina.org/fi_id/index.php?option=com_content&task=view&id=118&Itemid=30
Oedien menulis:
kalo diliat namanya,kepercayaan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu .... apa ini menjadi hak atau kewajiban MUI???



Handok menulis:
Hal ini tidak lebih adalah akibat dari warisan jaman orde baru yang membatasi kepercayaan pada 5 agama saja. Padahal orang Dayak tersebut memiliki kepercayaannya nenek moyang mereka sendiri. Makanya mereka terpaksa menulis Islam dalam kolom agama KTP mereka. Hal ini terus berlanjut sampai sekarang dan akhirnya malah dianggap sebagai Islam yang sesat, padahal sebenarnya mereka itu cuma Islam KTP alias Islam bohongan.

Sudah saatnya pemerintah tidak membatasi kepercayaan rakyat Indonesia dalam kolom agama KTP mereka. Karena pada akhirnya yg rugi adalah pencemaran nama Islam itu sendiri oleh orang yg berpura-pura beragama Islam alias Islam KTP.
hadi menulis:
saya setuju banget dengan cak warok sepertinya lebih bijaksana, klo diliat dr segi budaya lha wong mereka ini adalah sebagian dari keaneka ragaman nusantara dan hampir tak ada bedanya dengan saudara2 kita yg di badui dan ditempat lain yg hanya menjalankan tradisi dan kultur mereka. dan klo kita boleh jujur mereka juga ga menyinggung salah satu agama yg resmi di negara ini dans setelah saya baca di berbagai situs mereka sepertinya malah back to nature dan sangat mencintai alam, tapi ya itu tadi beda kepala beda pendapat
wasalam
Yuni menulis:
Apa yang terjadi dengan kelompok Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu sangat membuat saya prihatin. Teman saya beberapa bulan yang lalu sempat berkunjung ke sana, dan ternyata masyarakat disana menjalankan keyakinan Hindu, bahkan Bapak Takmad meminta agar dibikinkan Padmasana (Pura Kecil) untuk mereka tapi melihat KTPnya Islam maka teman saya tdk segera memenuhi permintaan masyarakat disana karena takut menimbulkan masalah. KAmi sangat menyayangkan tindakan MUI dan aparat yang tidak melibat Tokoh Hindu dan Budha dalam menangani masalah tersebut padahal jelas2 nama kelompok tersebut adalah "Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu"
boby satorih wong jatibarang menulis:
mass.. mass.. mbak.. mbak.. lan kang yayu sedulur kabeh wong dermayu..
kenapa sich belakangan ini kita rajin mengungkit2 kepercayaan orang?
setau saya dayak losarang sudah lama ada kenapa kok baru sekarang diributkan..??
apa memang watak birokrat di indramayu yang suka latah & nyeleneh dalam mengambil keputusan..
kalau ada yang bilang komunitas ini mengganggu, mengganggu apanya...????!!!
setau saya mereka orangnya baik2 ngak pernah berbuat jahat..
tolong buat bapak2 birokrat yang terhormat jangan latah ikut2an ngatain orang lain sesat..
sedangkan kita sendiri blm tentu bener. jangan demi kepentingan "pribadi"
ngorbanin rakyat kecil..... HIdup Dayak LOsarang...!!! aja getap aja gemeter.. reang dukung sing kadoan..!!!!
panglima arya bali menulis:
mas mas mui indramayu.terlalu cepat anda bilang mereka sesat.sy penganut kalo selama apapun yg mereka percayai dan anut dan selama pula mereka tidak pernh bikin onar.masalah ato hal negatif yg lain.km tidak pernh pandang bahwa mereka sesat.mas mas mui..di hindu banyak aliran yg membentuk komunitas sendiri seperti aliran kepercayaan sai baba.krisna dan yg lain.itu bisa di katakan punya kitab tersendiri tapi mereka masih menomorsatukan weda sbg pedoman mereka.tapi bg kami tidak maslah setahu sy mereka tetap sahaja.baik.dan pendekatan ke TUHAN lebih kedalam..coba kita pake logika saja berpikir gunakan perasaan jgn hanya pd pemikiran..banayk pemikiran banyak yg salah..coba mas mui kesesatan apa yg mereka lakukan slm ini.jgn hanya bilang sesat dari tekanan pihak lain...yg radikal...kalo sy bilang yg radikal itu baru sesat..sekarang indonesia sudah beda ya...bhineka tunggal ika sudah mulai luntur.apa ini ciri2 datang goro goro

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (2) (02/02/2010)
» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (1) (26/01/2010)
Arsip
» Hasil Munas NU Tentang Hukum Infotainment (14/01/2010)
» Memakai Celana di Bawah Lutut (02/11/2009)
Arsip
» Dari Peran Kebangsaan Menuju Peran Kesejagatan (25/01/2010)
» Fenomena Gus Dur (13/01/2010)
Arsip
» Recomendation from Workshop Raising Awareness of UN Global Counter-Terrorism (19/11/2009)
» Imbauan Rukyat Awal Syawal 1430 H (19/09/2009)
Arsip
» Jalan Tengah Penyatuan Awal Bulan (16/09/2009)
» Awal Ramadhan 1430 H, NU dan Pemerintah Mungkinkah Berbeda? (14/08/2009)
Arsip
» Ketika Kiai Sepuh Nyantri (02/01/2010)
» Pujian Muktamirin untuk H Zainul Arifin (25/11/2009)
Arsip
» Islah PKB Pasca Gus Dur (02/02/2010)
» Membaca Konflik al-Qaeda dan (Pemerintah) Yaman (26/01/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku