Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Kemampuan apa yang paling penting dimiliki oleh jajaran kepengurusan tanfidziyah NU

Manajerial
Berdakwah atau orasi di lapangan
Keilmuan agama
Lobby-lobby politik
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Gus Dur: Tangkap Orang MUI, Meski Ada Orang NU
Sabtu, 22 Desember 2007 16:17

Jakarta, NU Online
Penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membuat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berang. Mantan presiden RI itu menilai, aksi sekelompok organisasi kemasyarakatan Islam itu dilakukan merupakan akibat fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa Ahmadiyah aliran sesat.

"Sudah, tangkap saja MUI itu, walaupun dia orang NU (Nahdlatul Ulama), apa itu FPI," tegas Gus Dur. Ia menyampaikan hal itu pada diskusi bertajuk ‘Evaluasi Toleransi Beragama dalam Pemerintahan SBY-JK’ di Radio 68h, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (22/12).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU mendesak kepada pemerinta agar berani menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama itu melanggar undang-undang. "Kalau yang lain dikatakan sesat, berarti semua itu sesat, karena itu SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) penakut," katanya.

Gus Dur mengatakan, menyelesaikan kekerasan mengatasnamakan agama harus dilakukan dari atas, karena organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI) saja didirikan oleh 4 orang Jenderal. "Bagaimana sekelas Kapolres dan Kapolsek berani menangkap FPI, pendirinya saja 4 Jenderal," pungkasnya.

Sebanyak 14 rumah dan satu musala Al-Hidayah milik jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, rusak ringan dan berat setelah diserang kelompok ormas Islam Kuningan yang tergabung dalam Kompak (Koalisi Muslim Kabupaten Kuningan), Selasa (18/12) siang sekira pukul 13.00 WIB.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Gumar Gultom, mengungkapkan, sebanyak 108 geraja di Indonesia ditutup selama pemerintahan dipimpin Presiden Yudhoyono. "Pemerintah, dalam hal ini, seolah tinggal diam dalam menangani kasus kekerasan agama," katanya.

Selain itu, kata Gumar, aparat cenderung menangkap orang-orang yang dianggap sesat, bukan orang atau kelompok yang merusak atas nama agama. "Kekerasan agama masih berlangsung karena penegakan hukum kurang dan adanya fatwa dari organisasi-organisasi tertentu," jelasnya.

Menurutnya, kalau kejadian ini terus berlangsung dikhawatirkan sendi-sendi kebangsaan tidak bisa ditegakkan. (rif)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:


Iksanhb menulis:
Betapa sedihnya kita melihat kekerasan agama di bumi yang mempunyai nilai-nilai agama,toleransi, UUD 45 dan hukum telah menjadi tidak aman dalam kehidupan sosial.Saya setuju terhadap pernyataan keras yang dilakukan Gus Dur, Bang Buyung Nasutuion serta tokoh lainnya dalam menyikapi kejadian yang terus menerus menimpa organisasi Ahmadiyah di Kuningan dan bahkan terjadi sebelumnya pada organisasi keagamaan yang lainnya. Pemerintah dalam hal ini pemerintahan SBY-JK harus bertanggung jawab karena tidak mampu melindungi rakyatnya dari kekerasan. DPR harus mengambil inisiatif untuk mengimpeach Susilo Bambang Yudoyono karena pemerintahannya gagal melindungi rakyatnya dan juga banyaknya kriminalitas yang kurang memberikan rasa aman terhadap rakyatnya.

Iksanhb

hadi menulis:
sebenarnya saya sependapat bahwa kekerasan atas nama agama tu hrs secara tegas dilarang..
tapi saya juga tidak rela ucapan Gus Dur di media TV yg menghina kyai Ma`ruf Amin..
sungguh saya tdk respek lagi ma gus dur..
dia lebih pro ma JIL dibanding dgn kyai NU yg laen..
apa sich kontribusi JIL skrg bagi ummat, yg kliatan justru JIL kaya bebeknya Barat..
skrg khan yg lagi rame dan suka berkelahi di media khan golongan islam Liberal vs islam Fundamentalis..
ayo teruz cakar2an, tapi NU akan tetap tawazun dan i`tidhal di tengah2..
buat mbah yai ma`ruf gak usah dengerin omongan gusdur..
tapi mohon juga da ketegasan dari MUI tentang masalah aliran sesat..


ahmad khotib menulis:
saya sepakat dengan ide brilian gusdur tentang penyikapan terhadap kasus ahmadiyah, sekali lagi hidup gusdurrrrr.....

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (2) (02/02/2010)
» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (1) (26/01/2010)
Arsip
» Hasil Munas NU Tentang Hukum Infotainment (14/01/2010)
» Memakai Celana di Bawah Lutut (02/11/2009)
Arsip
» Dari Peran Kebangsaan Menuju Peran Kesejagatan (25/01/2010)
» Fenomena Gus Dur (13/01/2010)
Arsip
» Recomendation from Workshop Raising Awareness of UN Global Counter-Terrorism (19/11/2009)
» Imbauan Rukyat Awal Syawal 1430 H (19/09/2009)
Arsip
» Jalan Tengah Penyatuan Awal Bulan (16/09/2009)
» Awal Ramadhan 1430 H, NU dan Pemerintah Mungkinkah Berbeda? (14/08/2009)
Arsip
» Ketika Kiai Sepuh Nyantri (02/01/2010)
» Pujian Muktamirin untuk H Zainul Arifin (25/11/2009)
Arsip
» Islah PKB Pasca Gus Dur (02/02/2010)
» Membaca Konflik al-Qaeda dan (Pemerintah) Yaman (26/01/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku