::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rumah KitaB Dorong Problem Perkawinan Anak Dibahas di Munas NU

Rumah KitaB Dorong Problem Perkawinan Anak Dibahas di Munas NU

Tim Rumah KitaB meminta Kiai Said untuk menghubungkan Rumah KitaB dengan Lembaga Bahtsul Masail PBNU agar mengangkat tema pencegahan perkawinan anak sebagai salah satu agenda bahtsul masail di Munas dan Konbes NU Februari 2019 mendatang.
Rumah KitaB Dorong Problem Perkawinan Anak Dibahas di Munas NU
Rabu, 23/01/2019 09:30Nasional

Rumah KitaB Dorong Problem Perkawinan Anak Dibahas di Munas NU

Tim Rumah KitaB meminta Kiai Said untuk menghubungkan Rumah KitaB dengan Lembaga Bahtsul Masail PBNU agar mengangkat tema pencegahan perkawinan anak sebagai salah satu agenda bahtsul masail di Munas dan Konbes NU Februari 2019 mendatang.
Merawat Harmonisasi Agama dan Negara
Rabu, 23/01/2019 09:00Opini

Merawat Harmonisasi Agama dan Negara

Apa yang dimaksud NKRI bersyariah masih terlalu buram untuk dipahami. Alih-alih kita mendapatkan penjelasan yang gamblang, Rizieq hanya menyampaikan penjelasan yang sangat singkat, yang intinya adalah tuntutan untuk kembali ke Pancasila sebagaimana termuat dalam Piagam Jakarta.
Pancasila Perlu Dikuatkan dengan Argumentasi Islam
Rabu, 23/01/2019 08:00Nasional

Pancasila Perlu Dikuatkan dengan Argumentasi Islam

Kalau alasan penolakan terhadap Pancasila yang merupakan potensi dari ideologi radikal itu karena Islam, maka yang dilakukan harus sebaliknya, yakni menguatkan Pancasila melalui argumentasi dengan wawasan keislaman,
Terkini
IPNU NTB Ajak Pelajar Bermedsos dengan Riang

IPNU NTB Ajak Pelajar Bermedsos dengan Riang

Penggunaan media sosial yang tidak bijak mendekati Pemilu tahun ini makin marak terjadi. Tak jarang pelaku yang bermedia sosial itu rata-rata tingkat pelajar. Bahkan seorang pelajar Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, ditangkap kepolisian pada Sabtu (19/1) lalu lantaran diduga menghina presiden Jokowi dalam status yang ia unggah di akun media sosialnya.