Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren

“Kemanunggalan” ketiga pranata kebudayaan/agama tersebut mempunyai unsur geneologis, yakni; kiai sebelumnya adalah santri, dan santri ialah orang yang tinggal dan menetap di pesantren. Begitupun kiai, mempunyai santri dan pesantren, dan samahalnya dengan santri, tinggal di pesantren dan diasuh oleh Kiai.
Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren
Rabu, 20/09/2017 07:00Opini

Kemanunggalan Kiai, Santri, dan Pesantren

“Kemanunggalan” ketiga pranata kebudayaan/agama tersebut mempunyai unsur geneologis, yakni; kiai sebelumnya adalah santri, dan santri ialah orang yang tinggal dan menetap di pesantren. Begitupun kiai, mempunyai santri dan pesantren, dan samahalnya dengan santri, tinggal di pesantren dan diasuh oleh Kiai.
PCNU dan MUI Kota Bogor Jelaskan Alasan Pembekuan Masjid oleh Wali Kota
Rabu, 20/09/2017 04:00Nasional

PCNU dan MUI Kota Bogor Jelaskan Alasan Pembekuan Masjid oleh Wali Kota

Terkait dengan tuntutan pembekuan masjid, pria yang akrab disapa Kiai Toto tersebut menjelaskan bahwa hal itu murni tuntutan masyarakat. Tidak ada dorongan siapapun termasuk MUI maupun PCNU Kota Bogor.
KH Ma’ruf Amin Klarifikasi Pemberitaan soal Pembekuan Masjid di Bogor
Rabu, 20/09/2017 00:47Nasional

KH Ma’ruf Amin Klarifikasi Pemberitaan soal Pembekuan Masjid di Bogor

Dia menerangkan, ketika dirinya mengetahui tentang persoalan pembekuan MIAH Kota Bogor, justru mereka itu adalah kelompok yang tidak toleran, karena sering mencaci, sering menyalahkan bahkan sering mengafirkan pihak lain.
Terkini
Laga Pembuka Liga Santri di Kedu, Kesebelasan Darut Tauhid Taklukkan An-Nawawi

Laga Pembuka Liga Santri di Kedu, Kesebelasan Darut Tauhid Taklukkan An-Nawawi

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit pertandingan berjalan cukup alot. Terjadi jual-beli serangan, sebelum kemudian FC An-Nawawi lebih mendominasi permainan. Namun sayang, serangan yang dibangun selalu digagalkan pertahanan FC Darut Tauhid. Kesabaran para pemain Darut Tauhid akhirnya berujung manis. Melalui sebuah skema serangan balik, mampu mengubah mengubah kedudukan.