Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Kemampuan apa yang paling penting dimiliki oleh jajaran kepengurusan tanfidziyah NU

Manajerial
Berdakwah atau orasi di lapangan
Keilmuan agama
Lobby-lobby politik
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

PBNU Anggap Golput Hak, tapi Tak Setuju Kampanye Golput
Rabu, 28 Januari 2009 19:37

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan golput merupakan hak dari setiap warga negara untuk tidak memilih. Namun, ia menyatakan tidak setuju dengan gerakan atau kempanye yang mendorong orang untuk golput. Upaya ini akan menghambat proses penegakan kekuasaan yang dijalankan melalui pemilihan umum.

"Kalau orang memilih golput semua, lalu proses pemilu untuk menentukan pemimpin atau menegakkan kekuasaan menjadi kacau nantinya," katanya saat memberikan tausiyah pada Muskerwil dan Pelantikan Pengurus PWNU Banten di Serang, Rabu (28/1).

Ditegaskannya, dalam pemilu yang akan datang, PBNU tidak akan memberikan instruksi untuk mencoblos partai tertentu atau figur tertentu dalam pemilihan presiden. Ini berlaku kepada para pengurus dan warga NU tanpa kecuali.

Namun demikian, ia berharap agar warga NU memilih partai yang secara ideologis memiliki kesamaan pandangan dan pemikiran dengan NU, untuk kebesaran NU dan mengabdi kepada ummat.

"Warga NU harus ikut siapa saja yang membela kebenaran dan mengingatkan siapa saja yang salah. Bukan berarti tidak punya pilihan alias golput," kata

Ditambahkannya, NU adalah tempat berkumpulnya para ulama yang mengorganisir diri untuk menyerukan kebenaran sesuai akidah Islam. Para ulama juga diharapkan untuk memberikan bimbingan kepada ummat dengan mengutamakan kepentingan bangsa.

"Jangan mau dijadikan alat untuk meraih kepentingan sekelompok orang yang akhirnya akan menghancurkan dan memecah belah NU itu sendiri," katanya. (idc/mad)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:

Belum ada komentar.

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (2) (02/02/2010)
» Adat atau Tradisi dalam Beribadah (1) (26/01/2010)
Arsip
» Hasil Munas NU Tentang Hukum Infotainment (14/01/2010)
» Memakai Celana di Bawah Lutut (02/11/2009)
Arsip
» Dari Peran Kebangsaan Menuju Peran Kesejagatan (25/01/2010)
» Fenomena Gus Dur (13/01/2010)
Arsip
» Recomendation from Workshop Raising Awareness of UN Global Counter-Terrorism (19/11/2009)
» Imbauan Rukyat Awal Syawal 1430 H (19/09/2009)
Arsip
» Jalan Tengah Penyatuan Awal Bulan (16/09/2009)
» Awal Ramadhan 1430 H, NU dan Pemerintah Mungkinkah Berbeda? (14/08/2009)
Arsip
» Ketika Kiai Sepuh Nyantri (02/01/2010)
» Pujian Muktamirin untuk H Zainul Arifin (25/11/2009)
Arsip
» Islah PKB Pasca Gus Dur (02/02/2010)
» Membaca Konflik al-Qaeda dan (Pemerintah) Yaman (26/01/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku