Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Hati-hati Perdagangan Perempuan Berkedok Umrah Gratis
Selasa, 3 Maret 2009 09:03

Jakarta, NU Online
Menteri Negara Peranan Perempuan Dr Meutia Hatta Swasono meminta perempuan untuk berhati-hati dengan penawaran umrah gratis dari oknum tertentu.

"Tapi sampai di Arab Saudi, mereka tidak bisa pulang karena tiketnya cuma sekali jalan. Akhirnya mereka dijual dan dieksploitasi jadi PSK di negeri orang," ujarnya di Jakarta, Sabtu kemarin.

Menurut Meutia, perdagangan orang (trafficking) merupakan kejahatan kemanusiaan, dan harus dihapuskan.

Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Hadiatmoko mengatakan kasus perdagangan manusia makin meningkat di Indonesia dari tahun ke tahun. Dalam lima tahun terakhir angka terus meningkat.

Pada 2004 terdapat 76 kasus, 2005 (71), 2006 (84), 2007 (177) dab 2008 melonjak jadi 199 kasus trafficking. "Dari jumlah kasus 2007, sebanyak 88 kasus sudah divonis. Dan 2008 ada 74 kasus," katanya dalam Rakor Bidang Kesra yang khusus membahas trafficking.

Dalam upaya upaya mengatasi trafficking, kata Menko Kesra Aburizal Bakrie, pemerintah meningkatkan kinerja gugus tugas pusat dan daerah untuk mencegah dan menangani tindak pidana perdagangan orang.

Gugus tugas ini sudah bekerja 5 tahun terakhir. Ketua hariannya Menneg PP, Mensos, Mendiknas, Deplu dan Mabes Polri. "Gugus tugas itu adalah sikap politik pemerintah Indonesia," ujarnya.

Dia menambahkan data jumlah trafficking yang ada merupakan fenomena gunung es. "Ini berarti jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar," katanya. (dpg/nam)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:

Belum ada komentar.

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku