Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Gus Dur Akan Dimakamkan di Samping KH Hasyim Asy’ari
Kamis, 31 Desember 2009 08:17

Jakarta, NU Online
Jenazah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan dimakamkan di samping makam kakeknya KH Hasyim Asy’ari, serta ayahnya KH Wahid Hasyim dan ibunya Ny Hj Sholehah Wahid di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Beberapa hari sebelumnya Gus Dur sempat mendatangi makam ini. Menurut sumber yang terpercaya, Gus Dur sempat ditanya, kenapa ke makam Tebuireng padahal beliau sedang sakit? Gus Dur menjawab, “Saya dipanggil Mbah Hasyim.”

Menurut Lisa, panggilan akrab Alisa Qotrunnada, keinginan untuk dimakamkan di Tebuireng itu merupakan wasiat dari Gus Dur sendiri.

“Gus Dur akan tenang dimakamkan bersama beliau-beliau itu,” kata Alisa Qotrunnada, putri tertua Gus Dur kepada wartawan, Kamis (31/12) dini hari.

Menurut Lisa, panggilan akrab Alisa Qotrunnada, keinginan untuk dimakamkan di Tebuireng itu merupakan wasiat dari Gus Dur sendiri. “Sejak awal Gus Dur telah berpesan agar dimakamkan di Tebuireng,” katanya.

Upacara pemakaman pada Kamis pagi akan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pak Presiden cukup arif mempersilahkan Gus Dur dimakamkan dimana, dan nanti presiden langsung yang kan menjadi inspektur dalam upacara pemakanan,” katanya. (nam)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:

Belum ada komentar.

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku