Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Setoran Awal Haji Jadi Rp. 25 Juta
Selasa, 2 Februari 2010 19:16

Jakarta, NU Online
Terhitung tahun 2010 ini, setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) naik. Dari yang semula 20 juta rupiah menjadi 25 juta rupiah. Sementara setoran awal untuk haji khusus atau ONH plus, naik dari yang semula 3000 dolar AS menjadi 4000 dolar AS.

Demikian ditegaskan Menteri Agama Suryadharma Ali pada sambutannya membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2010 di Jakarta, Senin (1/2). "Ini untuk calon jamaah yang baru mendaftar. Untuk calon jamaah yang sudah membayar setoran awal 20 juta, ya tetap. Tidak perlu menambah setoran awalnya. Bila segala sesuatunya sudah siap, akan mulai diberlakukan pada bulan Maret tahun ini," tegas Menag.

Hanya saja Menag tidak menjelaskan apakah BPIH untuk jamaah tahun 2010 ini akan naik atau tidak. Menag menilai penyelenggaraan haji tahun 2009 berhasil dan baik dalam penyelenggaraannya.

"Namun demikian perlu kita akui, bahwa masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan sesuai dengan tuntutan kepuasan jamaah dan harapan masyarakat terhadap layanan yang diberikan," terang menag.

Langkah penyempurnaan itu menurut Menag, antara lain mendekatkan jarak pemondokan jamaah di Mekah maksimal 4000 meter dari Masjidil Haram. Serta di Madinah, 95 persen akan diupayakan berada di wilayah Markaziah. Selain itu, kualitas dan kuantitas bimbingan jamaah haji akan ditingkatkan, minimal 15 kali.

"Jamaah juga nantinya akan menggunakan pakaian batik sebagai seragam nasional," ujar Menag. (min)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:

Belum ada komentar.

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku