Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Hafal Al-Qur’an, Kuliah Gratis Sampai S3
Jumat, 19 Februari 2010 11:12

Kediri, NU Online
Bagi yang ingin menempuh pendidikan tinggi dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun alias gratis, mudah saja. Syaratnya, harus hafal Al-Qur’an.

Kabar gembira ini datang dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof Dr H Imam Suprayogo saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-15 Pondok Pesantren Salaf Terpadu Ar-Risalah yang digelar di Aula Muktamar Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis, (18/2) malam.

“Mahasiswa yang hafal Al-Qur’an akan mendapatkan kuliah gratis hingga S3. Dan jika prestasinya bagus, akan dipromosikan menjadi dosen,” tutur pria kelahiran Trenggalek tersebut saat mengisi acara sambutan-sambutan.

Menurutnya, pendidikan yang baik itu jangan terlalu formal hingga pada akhirnya jadi formalitas semata. Karena itu, mahasiswa perlu didekatkan pada tiga hal;  Al-Qur’an, masjid, dan para kiai atau ulama.

Imam terobsesi dengan empat mahasiswa UIN Malang dalam kurun empat kali wisuda. Wisuda pertama, ada mahasiswa jurusan fisika tapi hafal Al-Qur’an 30 juz. Wisuda kedua, mahasiswa yang nilainya semua di atas rata-rata, juga hafal 30 juz. Wisuda ketiga, mahasiswa jurusan matematika, hafal pula 30 juz. Keempat, mahasiswa jurusan ekonomi, juga hafal Al-Qur’an 30 juz. Bahkan, skripsinya memakai bahasa Arab.

Mereka yang hafal Al-Qur’an, terbukti lebih mudah untuk memahami dan mendalami materi  pelajaran. Untuk menghafal rumus fisika, matematika, dan lain sebagainya, mereka tak akan mengalami hambatan karena sudah terbiasa dengan Al-Qur’an-nya,” ujar Imam dengan mantab.

Oleh karena itu, Imam bercita-cita mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang jajaran pengurusnya hafal Al-Qur’an atau hafidz-hafidzah.

“Jika para pengurus atau dosennya demikian, saya yakin lulusan UIN Malang akan dapat membawa perubahan besar bagi bangsa ini,” kata Prof. Imam dengan penuh optimisme. Namun ia menyadari, untuk menciptakan iklim seperti itu dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dalam observasinya ke lapangan, bakat-bakat seperti itu umumnya hanya muncul dari pendidikan pesantren.

Sementara itu taushiyah dalam acara Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-15 Pesantren Ar-Risalah disampaikan oleh Habib Tohir bin Abdullah Alkaff.

Pondok Pesantren Ar-Risalah sendiri merupakan salah satu pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang berkelas. Lembaga ini pernah mendapatkan sertifikat ISO pada tahun 2008.

Lulusan pesantren banyak diterima di perguruan tinggi seperti Unair, ITS, ITB, Unibraw, Universitas Islam Malaysia, Universitas Al-Ahgaf, Yaman, dan masih banyak lagi. Pada tahun ini, dua siswanya telah dikirimkan ke Amerika Serikat untuk mengikuti pendidikan di universitas sana. Siswa juga dibekali dengan tiga bahasa asing, bahasa Jepang, Inggris, dan Arab. (mkh)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share


Komentar:


amiin menulis:


amiin, malaikat sudah ikut berdo'a, amiin




nurim menulis:
wah mantap sekali. Hafiz quran juga sarjana fisika, matematika, ekonomi, dokter dan lain-lain. Muslim-muslim yang keren. memang seharusnya, seorang muslim itu bisa dibanggakan prestasinya.
salman menulis:
SUBHANAALLLOH....... SAMA DENGAN MAHASISWA2 ITB YANG MUKIM DI ASRAMA SALMAN ITB. PENGHUNI YANG ADA DI SANA , PADA WAKTU2 TERTENTU WAJIB SETOR HAPALAN AL-QURAN. MEREKA DI WISUDA DI MESJID SALMAN ITB SETELAH DIWISUDA DI AULA ITB.

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku