::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Ikhbarkan Awal Dzulhijjah Jatuh Rabu, Idul Adha 1 September

PBNU Ikhbarkan Awal Dzulhijjah Jatuh Rabu, Idul Adha 1 September

Pengurus Baru Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengeluarkan ikhbar bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada hari Rabu (23/8), atau persisnya sejak Selasa malam ini.
PBNU Ikhbarkan Awal Dzulhijjah Jatuh Rabu, Idul Adha 1 September
Selasa, 22/08/2017 19:30Nasional

PBNU Ikhbarkan Awal Dzulhijjah Jatuh Rabu, Idul Adha 1 September

Pengurus Baru Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengeluarkan ikhbar bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada hari Rabu (23/8), atau persisnya sejak Selasa malam ini.
Soal Larangan Cadar di Kampus, Ini Penjelasan UIN Jakarta
Selasa, 22/08/2017 14:02Nasional

Soal Larangan Cadar di Kampus, Ini Penjelasan UIN Jakarta

“Sementara di sebuah institusi itu perlu kepastian bahwa seseorang yang dimaksudkan adalah benar-benar si A dengan identitas yang disebutkan itu,” kata Saiful di Ciputat, Senin (21/8).
Terorisme Jihad
Selasa, 22/08/2017 11:03Opini

Terorisme Jihad

Aksi-aksi kekerasan saat ini dengan mudahnya dikaitkan dengan jihad, bahkan yang melakukan aksi tersebut merasa dirinya seorang mujahid. Objeknya jelas, negara non-Islam dan negara mayoritas Islam tapi tidak menerapkan syariat Islam.Menariknya mereka menganggap aksi teror sebagai bentuk jihad. Ini aneh tapi nyata.
Terkini
Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500

Misi Haji Pertama Ketika Indonesia Merdeka dengan Uang Rp 3.500

Ketua misi, Den Kaji Adnan, begitu panggilan akrabnya, merupakan orang asli Solo. Ia adalah anak Tumenggung Tafsir Anom V, seorang penghulu Keraton Surakarta juga penasihat raja di bidang keagamaan Islam. Di Tahun 1950, Kiai Adnan juga pernah mengemban amanah sebagai penasehat Syuriah PBNU serta Dewan Pimpinan Umum PBNU.