::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University

“Kami membuat prototype ini karena proses pembuatan alat projectnya memang memakan waktu dan biaya yg tidak sedikit. Jadi, untuk menuju hasil akhir, masih ada beberapa hasil uji laborartorimu dulu untuk memastikan alatnya berfungsi atau tidak,” jelas mahasiswi berusia 23 tahun itu.
Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University
Selasa, 21/02/2017 14:01Nasional

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University

“Kami membuat prototype ini karena proses pembuatan alat projectnya memang memakan waktu dan biaya yg tidak sedikit. Jadi, untuk menuju hasil akhir, masih ada beberapa hasil uji laborartorimu dulu untuk memastikan alatnya berfungsi atau tidak,” jelas mahasiswi berusia 23 tahun itu.
Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi
Selasa, 21/02/2017 12:01Nasional

Ini Cerita Sukses KPK Hong Kong Berantas Tindak Korupsi

“Dalam peraturan undang-undang kita tegaskan apa itu korupsi? Korupsi adalah tidak memanfaatkan secara berlebihan wewenang yang dimiliki. Kalau suap itu sudah jelas termasuk tindakan korupsi (bagi penerima suapnya).”
UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi
Selasa, 21/02/2017 06:52Nasional

UNU Indonesia Kini Miliki Pusat Kajian dan Pendidikan Antikorupsi


Peresmian pusat kajian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo, dan Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud.
Berita Terkait
Terkini
Gus Dur, Mbah Bisri, dan Pemimpin Non-Muslim

Gus Dur, Mbah Bisri, dan Pemimpin Non-Muslim

Diceritakan bahwa Gus Dur pernah diajak kakek yang sekaligus diaggap guru yang sangat berpengaruh baginya, yakni KH Bisri Syansuri untuk berkunjung (silaturrahim) kepada seorang kepala desa. Gus Dur kaget karena kepala desa yang dimaksud ternyata beragama Nasrani.