:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menangkal Radikalisme Melalui Pesan Damai di Twitter

Menangkal Radikalisme Melalui Pesan Damai di Twitter

Menggandeng Twitter Indonesia, The Wahid Institute menggelar workshop Tweet For Peace bertajuk ‘Empowering Our Youth To Stand For Peace’. Kegiatan yang melibatkan puluhan aktivis media ini dilaksanakan di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016).
Menangkal Radikalisme Melalui Pesan Damai di Twitter

Menangkal Radikalisme Melalui Pesan Damai di Twitter

Menggandeng Twitter Indonesia, The Wahid Institute menggelar workshop Tweet For Peace bertajuk ‘Empowering Our Youth To Stand For Peace’. Kegiatan yang melibatkan puluhan aktivis media ini dilaksanakan di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016).
Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Kang Said tengah beristirahat di kediamannya. Ia dikabarkan sedang kurang sehat. Kendati demikian, Kang Said tetap menjalankan aktivitasnya mengasuh santrinya di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri

Pada hakikatnya kepemimpinan atau jabatan bukanlah keistimewaan tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan; bukan kesewenangan untuk bebas bertindak, tetapi kesediaan untuk melayani, kesiapan dalam kepeloporan dan keteladanan.
Kiai Hamid Bukan ‘Wali Tiban’

Kiai Hamid Bukan ‘Wali Tiban’

Oleh A Mustofa Bisri

Wajahnya sangat rupawan. Seperti banyak kiai, ada rona ke-Arab-an dalam wajah rupawan itu. Matanya yang teduh bagai telaga dan mulutnya yang seperti senantiasa tersenyum, menebarkan pengaruh kedamaian kepada siapa pun yang memandangnya.

Ini Rahasia Larisnya Kamus Al-Munawwir

Ini Rahasia Larisnya Kamus Al-Munawwir

Pada akhirnya, sejarah memang membuktikan bahwa Pondok Pesantren al-Munawwir Kompleks Q, yang didirikan oleh Kiai Warson, dibangun hanya dengan menggunakan uang hasil penjualan kamus al-Munawwir, bukan dari lain-lainnya.
Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Imlek Datang, Gus Dur Dikenang

Apresiasi tersebut banyak diungkapkan mereka di klenteng-klenteng hingga di media sosial. Sehingga “Gus Dur” pun naik menjadi trending topic di twitter hari ini. Bahkan di salah satu Klenteng tertua di Surabaya, Boen Bio hanya ada satu foto yang terpampang, yaitu foto Gus Dur.
Terkini
Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang

Jalin Silaturrahmi, Pelajar NU Rembang Kunjungi Mantan Pimpinan Cabang

"Bahwa rekan/rekanita harus tetap menata niat dalam berjuang, siap menghadapi kondisi dan situasi apapun, dan juga harus fokus pada peng-kaderan," pesan menantu KH Abdul Mun'im selaku A'wan PCNU Pati tersebut.