::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

"Masalah Palestina harus diletakkan sebagai tragedi kemanusiaan, sehingga ini bukan semata-mata masalah yang harus ditanggung umat Islam semata. Seluruh komponen dan entitas dunia harus meletakkan masalah Palestina ini sebagai masalah dan tanggung jawab semua pihak," jelas Helmy.
PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina
Kamis, 27/07/2017 04:00Nasional

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

"Masalah Palestina harus diletakkan sebagai tragedi kemanusiaan, sehingga ini bukan semata-mata masalah yang harus ditanggung umat Islam semata. Seluruh komponen dan entitas dunia harus meletakkan masalah Palestina ini sebagai masalah dan tanggung jawab semua pihak," jelas Helmy.
Begini Cara Gus Dur Membangun Papua
Kamis, 27/07/2017 03:17Nasional

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua. "Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua
Kamis, 27/07/2017 02:01Nasional

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Menurut dia, hal pertama yang mesti dibangun adalah kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah. Karena itu tidak dilakukan, maka apapun pembangunannya akan sia-sia. 
Terkini
PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

"Masalah Palestina harus diletakkan sebagai tragedi kemanusiaan, sehingga ini bukan semata-mata masalah yang harus ditanggung umat Islam semata. Seluruh komponen dan entitas dunia harus meletakkan masalah Palestina ini sebagai masalah dan tanggung jawab semua pihak," jelas Helmy.