:::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hari Santri Meneguhkan Keutuhan NKRI

Hari Santri Meneguhkan Keutuhan NKRI

Kurang tepat menyebut hari santri ini hanya milik organisasi masyarakat tertentu. Perlu ditegaskan kembali, bahwa hari santri adalah milik semua bangsa Indonesia. Lalu kenapa masih ada yang menolak hari santri?
Hari Santri Meneguhkan Keutuhan NKRI
Jumat, 30/09/2016 17:00Opini

Hari Santri Meneguhkan Keutuhan NKRI

Kurang tepat menyebut hari santri ini hanya milik organisasi masyarakat tertentu. Perlu ditegaskan kembali, bahwa hari santri adalah milik semua bangsa Indonesia. Lalu kenapa masih ada yang menolak hari santri?
Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya
Jumat, 30/09/2016 12:03Nasional

Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya

Selain itu, Mbah Muchit termasuk orang luar biasa ingatannya. Orang sesepuh beliau masih begitu lancar ketika ditanya soal sejarah dan lika-liku NU jaman dulu. Termasuk peristiwa-peristiwa politik yang bersinggungan dengan NU, begitu lancar beliau menjelaskannya secara detail. 
Berita Terkait
Gus Ishom: Sistem Khilafah Hanya Ilusi
Jumat, 30/09/2016 11:04Nasional

Gus Ishom: Sistem Khilafah Hanya Ilusi

Tiada satu pun negara di dunia ini yang mau menyerahkan kedaulatannya secara damai atau cuma-cuma, di samping tidak ada seorang khalifah yang bisa disepakati. Upaya itu selalu gagal sebagaimana HTI, ISIS yang menghabiskan umur sia-sia untuk menegakkan khilafah. Korban sudah berjatuhan, perpecahan dan kekacauan di beberapa negara muslim begitu nyata
Terkini
LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut

LAZISNU Jombang Berhasil Kumpulkan Donasi 25 Juta untuk Korban Bencana Garut

Selain donasi uang, puluhan bantuan dalam bentuk barang juga sudah terkumpul di Kantor Lazisnu setempat. "Ada puluhan kardus, seperti obat-obatan, sabun dan perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, mie instan dan makanan ringan, alat kebersihan, seragam sekolah, serta pakaian layak pakai," imbuhnya Didin.