:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Wajar. Sangat wajar karena membahas Islam Nusantara dengan metodologi yang tidak searah dan gagal paham. Tarikannya sudah beda kutub doktrin dan meluas pada tinjauan subjektif: siapa saya dan siapa kamu, jangan boleh sama dan harus berbeda.
Baca Juga
Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Ironi Gagal Memahami Islam Nusantara

Wajar. Sangat wajar karena membahas Islam Nusantara dengan metodologi yang tidak searah dan gagal paham. Tarikannya sudah beda kutub doktrin dan meluas pada tinjauan subjektif: siapa saya dan siapa kamu, jangan boleh sama dan harus berbeda.
Berita Terkait
Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali

Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al-Ghazali

Bidayatul Hidayah, kitab  tasawuf dasar, karya Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau akrab disebut Imam Al-Ghazali menerangkan tentang adab seorang muslim ketika ia bangun (terjaga) dari tidurnya. Adab tersebut sebagai berikut:
Berita Terkait
Dua Kehebatan Muslim Nusantara Menurut Prof Yudian

Dua Kehebatan Muslim Nusantara Menurut Prof Yudian

Umat Islam Indonesia tetap menang secara akidah. Padahal, dalam sosiologi politik, kata Yudian, agama rakyat itu mengikuti agama penguasanya. Namun tesis tersebut tidak berlaku dalam sejarah umat Islam Nusantara.
Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian II)

Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian II)

Islam datang di Indonesia dengan pendekatan budaya. Tidak datang melalui kampanye militer dan konflik kekerasan terhadap para penganut agama dan budaya lokal. Kearifan Hindu-Budha yang telah mengguyur Nusantara lebih dari 300 tahun justru berhasil disisihkan Wali Sanga dengan strategi budaya, yang adaptif dan mengayomi tradisi lokal.
Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi?

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi?

Santri-santri Al-Muayyad zaman Mbah Umar, kemungkinan besar mengenal Pak Mughizi, seorang petugas listrik di wilayah Laweyan dan sekitarnya. Pak Mughizi ini sering datang ke pesantren untuk mencatatan meteran listrik, juga menagih bayaran listrik. Selain dikenal sebagai petugas listrik, para santri juga mengenal Pak Mughizi dengan identitas seperti ini: nonmuslim, China, celana pendek dan tidak bisa berbahasa Jawa Kromo atau halus.
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar paus sastra Lampung, Isbedy di Way Kanan.
Terkini
Konfercab Fatayat NU Banyuwangi, Sejumlah Calon Ketua Muncul

Konfercab Fatayat NU Banyuwangi, Sejumlah Calon Ketua Muncul

Ada beberapa nama calon ketua yang beredar di kalangan peserta konferensi cabang Fatayat. Nama anggota DPR RI asal Banyuwangi, Hj. Nihayatul Wafiroh, disebut-disebut bakal meramaikan bursa pemilihan ketua cabang Fatayat NU masa khidmat 2016-2021. Selain itu, Mariyana, yang menjabat sebagai sekretaris cabang pun muncul dipermukaan.