:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Muhgizi?

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Muhgizi?

Santri-santri Al-Muayyad zaman Mbah Umar, kemungkinan besar mengenal Pak Mughizi, seorang petugas listrik di wilayah Laweyan dan sekitarnya. Pak Mughizi ini sering datang ke pesantren untuk mencatatan meteran listrik, juga menagih bayaran listrik. Selain dikenal sebagai petugas listrik, para santri juga mengenal Pak Mughizi dengan identitas seperti ini: nonmuslim, China, celana pendek dan tidak bisa berbahasa Jawa Kromo atau halus.
Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Muhgizi?

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Muhgizi?

Santri-santri Al-Muayyad zaman Mbah Umar, kemungkinan besar mengenal Pak Mughizi, seorang petugas listrik di wilayah Laweyan dan sekitarnya. Pak Mughizi ini sering datang ke pesantren untuk mencatatan meteran listrik, juga menagih bayaran listrik. Selain dikenal sebagai petugas listrik, para santri juga mengenal Pak Mughizi dengan identitas seperti ini: nonmuslim, China, celana pendek dan tidak bisa berbahasa Jawa Kromo atau halus.
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar paus sastra Lampung, Isbedy di Way Kanan.
Habib Luthfi: Kuatkan “Lita'arafu” untuk Tangkal Radikalisme

Habib Luthfi: Kuatkan “Lita'arafu” untuk Tangkal Radikalisme

Rais Aam Jamiyah Ahluth Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) PBNU Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menyerukan agar umat Islam menguatkan lita‘arafu (saling kenal mengenal) untuk menangkal gerakan radikal.
Melawan Narasi ISIS

Melawan Narasi ISIS

Secara politis, narasi yang dikembangkan ISIS adalah mengeksploitasi kasus Timur Tengah, terutama di Suriah, yang dibingkai sebagai perang Sunni-Syiah. Kekacauan politik di Suriah dinarasikan ISIS dengan bungkus sektarian untuk mendapat simpati dari gerakan-gerakan lain yang memiliki kecenderung politik yang sama dengan ISIS; menjatuhkan rezim Assad
LGBT Sasar Anak, PB Kopri: Polisi Harus Tegakkan Hukum

LGBT Sasar Anak, PB Kopri: Polisi Harus Tegakkan Hukum

"Selain pasal tersebut fenomena penyebaran gambar dan video di dunia maya yang dilkukan dalam akun twiter@gaykids_botplg juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi," jelasnya
Kesaktian Aswaja an-Nahdliyah Sudah Teruji

Kesaktian Aswaja an-Nahdliyah Sudah Teruji

Paham ini pula yang mampu mengompromikan antara konsep nasionalisme di satu sisi dan sikap religius di sisi lain. Padahal di luar, ada fakta sikap agamis harus melepaskan rasa nasionalismenya, juga sebaliknya nasionalisme harus menanggalkan semangat keagamaannya.
Terkini
Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

Lakpesdam Bimbel School adalah program yang dimaksudkan untuk meningkatkan SDM masyarakat pesisir di Kota Pasuruan. Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk gerakan 'anfa‘uhum lin nas' Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan