::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Habib Luthfi Kisahkan Nabi Adam Tawasul kepada Nabi Muhammad

Ahad, 09 Desember 2018 07:00 Nasional

Bagikan

Habib Luthfi Kisahkan Nabi Adam Tawasul kepada Nabi Muhammad
Bekasi, NU Online 
Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya berceramah pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Fatahillah, Kampung Ciketing, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Sabtu (8/12) dini hari.

Rais 'Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyah (JATMAN) ini mengisahkan berbagai kebesaran Nabi Muhammad. Salah satunya kisah Nabi Adam yang bertawasul kepada kekasih Allah itu.

"Suatu ketika, Nabi Adam menghadapi kesulitan. Kemudian beliau bertawasul kepada Nabi Muhammad," kata Habib Luthfi.

Ia menceritakan bahwa Nabi Adam berkata, "Aku memohon kepada Allah dengan menyebut Kekasih-Nya (Nabi Muhammad), maka aku diampuni".

Kemudian, Habib Luthfi melanjutkan, Allah bertanya kepada Nabi Adam dari mana dirinya mengetahui Nabi Muhammad. Padahal saat itu, belum dilahirkan ke dunia.

"Ketika Engkau menciptakan aku dan memasukkan ruh ke jasadku, kemudian aku hidup, aku melihat di atas arsy terdapat tulisan laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah," jawab Nabi Adam kepada Allah yang diilustrasikan oleh Habib Luthfi. "Bahwa tidak satu pun nama yang Engkau kasihi dan kemudian disejajarkan dengan asma-Mu, kecuali orang yang paling Engkau cintai sekaligus yang paling mencintaimu," lanjut Nabi Adam.

"Shadaqta ya Adam," demikian Allah menjawab, membenarkan pernyataan Nabi Adam.

Habib Luthfi menegaskan, itulah salah satu di antara sekian banyak kebesaran Nabi Muhammad Saw. Yakni Nabi Adam bertawasul kepada Nabi Muhammad yang namanya disejajarkan dengan asma Allah dalam kalimat tauhid.

Ulama kharismatik asal Pekalongan, yang memiliki garis keturunan dari Nabi Muhammad melalui jalur Sayyidina Ali bin Abi Thalib ini mengungkapkan bahwa kalimat tauhid itu memberikan kesejukan, kedamaian, dan bahkan keselamatan.

"Kalimat itu tidak membuat orang panas, tapi justru memberikan kesejukan," katanya.

Selain Habib Luthfi, acara yang dimulai pada Jumat (7/12) malam ini dihadiri pula oleh banyak tokoh ulama, habaib, pejabat pemerintahan, dan ribuan masyarakat yang memadati halaman pesantren.

Acara ini dihibur oleh lantunan-lantunan sholawat dari Grup Hadrah Jati Sumo Negoro asal Blitar. Grup ini berhasil menjadi juara pertama dalam Festival Sholawat Jawa Nasional yang diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, pada Oktober lalu. (Aru Elgete/Abdullah Alawi)