::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelatihan Manajemen Bisnis LAZISNU Ajak Nahdliyin Bangun Kemandirian

Kamis, 13 Desember 2018 19:45 Nasional

Bagikan

Pelatihan Manajemen Bisnis LAZISNU Ajak Nahdliyin Bangun Kemandirian

Jakarta, NU Online

NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan BNI KCU Kramat menggelar Pelatihan Manajemen Bisnis, Kamis (13/12) siang. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan lembaga-lembaga PBNU, seperti Muslimat NU, LTM PBNU, LD PBNU, Matan.

Ketua NU Care-LAZISNU, H Achmad Sudrajat mengatakan pengetahuan akan manajemen usaha atau bisnis sangat penting bagi warga NU untuk bekal kemandirian mereka. "Kemandirian yang dibangun dengan kebersamaan akan menjadikan warga NU kuat," kata Sudrajat di lokasi kegiatan Gedung BNI Kramat, Jakarta Pusat.

Pada saat ini terdapat sejumlah peluang dalam bidang usaha, terbukti dengan kesuksesan orang-orang yang bekerja di rumah namun menghasilkan keuntungan jutaan rupiah. Artinya, jika seseorang mampu menciptakan peluang dengan program-program usaha yang tepat, akan menuai keberhasilan.

"Tantangan ini harus kita tangkap," katanya.

Pihaknya menegaskan saat ini telah merancang sejumlah kemandirian Nahdliyin. Jika program-program tersebut sudah dijalankan diharapkan akan menjadikan Nahdliyin sebagai muzzaki (para pembayar zakat) yang mampu menebarkan rizki mereka kepada masyarakat lain.

Kepada pihak BNI, Sudrajat mengatakan, Nahdliyin dapat mempelajari ilmu manajemen bisnis, seperti tata kelola usaha, keuangan, marketing, termasuk pemanfaatan IT untuk pengembangan usaha. "Apa yang diberikan BNI sebagai sedekah ilmu yang akan memberikan kemanfaatan bagi kami dan sebagai saham di akhirat," selorohnya.

Sementara itu, Kepala BNI KCU Kramat Juma Indra mengatakan BNI merupakan salah satu dari empat BUMN di bidang perbankan, selain Bank Mandiri, BTN dan BRI. Keempat bank BUMN tersebut mengelola 70 persen keuangan di Indonesia. Dua puluh persen peredaran uang di Indonesia dikelola oleh perbankan swasta dan sepuluh persennya oleh perbankan asing.

Sebagai bank BUMN, lanjut Juma, BNI diamanahi oleh pemerintah untuk terjun ke kalangan bawah, bukan saja korporasi besar. Bentuk-bentuk keterlibatan BNI untuk membantu masyarakat menengah ke bawah di antaranya melalui KUR. 

Juma berharap kerja sama dengan NU dapat memajukan kedua belah pihak bahkan para pihak terkait lainnya. Ia mengibaratkan, jika satu tambah satu menjadi dua, kerja sama NU dan BNI kan menjadi lebih dari itu. (Kendi Setiawan)