::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mengenal Rasulullah dari Imam At-Tirmidzi

Jumat, 14 Desember 2018 21:30 Pustaka

Bagikan

Mengenal Rasulullah dari Imam At-Tirmidzi
Bagi Anda yang tengah gundah-gulanah mencari referensi sosok manusia paling Agung, Nabi Muhammad SAW saya sarankan untuk membaca buku, Mengenal Rasulullah Lebih Dekat, sebuah karya dari Imam Tirmidzi, yang kualitas keilmuannya sudah tak diragukan lagi, apalagi ihwal hadits nabi yang diriwayatkan olehnya.

Buku yang sudah dialih bahasakan dari Arab ke Indonesia ini, memuat secara spesifik tentang keadaan Rasulullah SAW dari fisik hingga busur panah. Dari bentuk cincin hingga baju besi yang dipakainya dalam peperangan. Yang kesemuanya membuat kita akan lebih karib lagi mengenal sosok pembawa syafaat tersebut. 

Sejalan dengan ironi hari ini, saat saya ditanya, siapa sosok idaman kamu? Maka, dengan sangat trengginas saya katakan: Radtya dhika, Tora sudiro, Syahrini dan sederet nama artis lainnya. Tanpa secuil pun menyebut nama Rasulullah. Sebaliknya, lebih mencintai tokoh perfilman dan manusia-manusia yang kerap mengumbar dagelan di media sosial dan channel-channel youtube. Alamak! 

Nasib generasi muda Muslim pun tak kalah tragis, mereka masih harus meraba identitasnya. Mencari-cari nilai spiritual yang paling sesuai dan gampang bagi mereka. Yang pada akhirnya, menuntun mereka tak bisa lebih detail lagi mencerna dan mendalami karakter Islam yang sebenarnya.

Walhasil, youtube dan anteknya menjadi surau untuk mengkhidmat ilmu agama, menuai pemahaman singkat yang kadang mengkerdilkan keluasan Islam itu sendiri. Dan parahnya, melahirkan sinisme akut kepada yang berbeda pandangan dengan dirinya. 

Sebab itu, membaca kembali literatur keislaman yang penuh nilai dan teladan harus digalakan sebagai gerakan semesta. Lantaran, dari catatan dan karya para ulamalah kita bisa menemukan gairah keislaman yang sebenarnya. 

Mendapati sosok-sosok kharismatik yang dengan peluh keringatnya menebarkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
Salah satunya menziarahi Imam Tirmidzi lewat karyanya, buku yang berasal dari kitab Syamail Muhammadiyah ini mencakup semua tentang nabi Muhammad sebagai teladan paling luhur dan satu-satunya yang patut ditiru. 

Kita akan menemukan kearifan beliau dalam segala bidang; akhlak, ibadah dan muamalah. Semua dikupas tuntas di buku yang diterbitkan Keira Publishing ini. Inilah salah satu trik para ulama dulu untuk mengenalkan Nabinya kepada generasi baru. Membeberkan betapa beliau adalah sumur teladan yang airnya tak pernah habis untuk ditimba. Menyegarkan dada dan kepala.

Seperti, apa yang diriwayatkan oleh Amru bin Ash, “Rasulullah selalu menghadapkan wajah dan bersikap ramah, bahkan kepada orang-orang yang berperilaku paling buruk” (hal. 189). Salah satu upaya Imam Tirmidzi agar generasi Muslim ke depan tak tercerabut akar rumputnya dalam meneladani sosok Rasulullah sebagai contoh paling riil.

Lagi-lagi dalam kehidupan bersosial Rasulullah adalah penuai akhlak paling luhur. Beliau tak pernah marah, kesal apalagi memukul tanpa dasar yang menguatkan. “Rasulullah Saw selalu ceria, berakhlak sederhana, bersikap lemah lembut, tidak kurang ajar, dan tidak pula kasar. Beliau tidak suka berbuat gaduh, tidak berlebihan dalam ucapan, tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencela, serta tidak kikir” (hal.190) hadits ini disampaikan oleh sahabat Ali.

Gambaran-gambaran diri Rasulullah yang dapat kita temukan dengan sangat gamblang. Seperti disinggung di atas, buku ini memuat semua apa dan bagaimana diri Rasulullah dengan terang benderang. Seperti bentuk rambut beliau, dikatakan Anas bin Malik, “panjang rambut Rasulullah Saw sampai di setengah telinga beliau” (hal.16).

Atau apa yang diucapkan Hani binti Abu Thalib, “Saya melihat rambut Rasulullah diikat menjadi empat bagian.” (hal.18). Perbedaan pandangan tersebut tak serta merta dihilangkan oleh Imam Tirmidzi, justeru dimasukan agar umat muslim tak monoton dalam memahami pribadi Rasul yang agung.

Tak hanya fisik dan ibadah Rasulullah yang diutarakan dalam buku ini, melainkan pakaian dan busur panah beliau pun disinggung. Dalam hal pakaian, Ummu Salamah meriwayatkan bahwa, “Pakaian yang paling disukai Rasulullah Saw adalah pakaian gamis.”

Disamping itu, ternyata Rasulullah juga menyukai pakaian dari daerah lain. Semisal apa yang diriwayatkan Anas bin Malik, “Pakaian yang paling disukai Rasulullah Saw adalah hibarah (jenis pakaian yang berasal dari negara Yaman). Itulah Rasulullah tidak pernah kaku dalam menentukan segala sesuatu, termasuk fashion.

Imam Tirmidzi telah hadir sebagai salah satu perawi dan juga penulis handal, utamanya hal-hal yang berkaitan dengan diri Rasulullah, telah dipaparkanya sebagai jalan mulia dan pembelajaran Muslim mendatang.

Dari karya ini jualah berhasil menarik beberapa ulama dan imam besar lainnya untuk men-syarahi bahkan membuat tandingannya. Seperti apa yang dilakukan oleh Imam Ibnu katsir, yang menulis Syamail Rasul.

Apapun itu, membaca buku Mengenal Rasul lebih dekat adalah upaya terbaru dalam memberantas amnesia terhadap Rasulullah SAW memamah setiap lekuk dan ritus Nabi SAW menjadi hal yang tak bisa dielakan begitu saja.

Lantaran, mempelajari dan membaca literatur nabawiyyah akan membuat kita semakin bijak dan bestari. Ditambah, gambar riil dari benda-benda juga peninggalan Rasulullah terdapat dalam buku ini. Semakin khidmat dalam membacanya. Yang jelas, buku ini sangat layak menjadi cermin motivasi kehidupan kita.

Identitas buku:
Judul: Mengenal Rasulullah Lebih Dekat
Penulis: Imam At-Tirmidzi
Penerbit: Keira Publishing
Peresensi: Alif Noerul