::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menag: Sastra Miliki Peran Strategis dalam Pembangunan Bangsa

Rabu, 19 Desember 2018 17:40 Nasional

Bagikan

Menag: Sastra Miliki Peran Strategis dalam Pembangunan Bangsa
Jakarta, NU Online
Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, sastra memiliki peran strategis dalam pembangun peradaban bangsa. Melalui sastra, seseorang dapat mengembangkan ide, imajinasi, harapan, serta cita-cita tentang masyarakatnya sendiri.

Selain itu, lanjutnya, melalui sastra, nilai-nilai kearifan masyarakat dapat terwariskan sehingga generasi mendatang dapat menggalinya.

“Pendek kata, membangun peradaban tidak bisa meninggalkan peran sastra,” kata Lukman saat pembukaan Muktamar Sastra di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur, Rabu (19/12).

Menurutnya, salah satu indikator terbaik sebuah peradaban, ialah dengan tidak mengabaikan sastra dan menempatkannya pada tempat yang baik.

Ia mengungkapkan perjalanan sastra yang menurutnya, sejak dulu, karya sastra menjadi wahana penyimpan dan perawat nilai etis dan moral. Selain menyimpan memori besar manusia, sastra memiliki daya penggerak dan energi perubahan dalam masyarakat. 

“Sastra dapat mengubah sekaligus menggugah jiwa, memberi pencerahan bagi jiwa-jiwa manusia,” ucapnya.

Sastra juga dinilai Lukman mempunyai kedekatan dengan agama. Pasalnya, ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan dalam bentuk kalimat yang indah dan bernilai sastra tinggi. Hal itu tidak dimaksudkan menyamakan keduanya, melainkan menunjukkan bahwa sastra mempunyai nilai yang mampu menggugah jiwa manusia untuk mendalami agama.

Sastra juga diungkapkannya mengandung nilai etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, seorang sastrawan mampu mengungkapkan beberapa hal sekaligus dalam beberapa karyanya, seperti mengungkapkan alam raya dan kondisi masyarakat.

“Kelenturan-kelenturan sastra seperti itulah yang dapat membantu para pencari Tuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga tidak menjadi dirinya sebagai sosok ekslusif yang seolah-olah sendirian di ruang yang hampa,” terangnya. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)