::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kapolres Jombang Ajak Santri Jaga NKRI Meski Beda Seragam

Kamis, 20 Desember 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Kapolres Jombang Ajak Santri Jaga NKRI Meski Beda Seragam
Acara liwetan di Mapolres Jombang
Jombang, NU Online
Kapolres Jombang AKBP Fadli Widyanto mengadakan acara liwetan bersama santri dan nahdliyin lintas generasi. Kegiatan ini digelar di Gedung Bhakti Bhayangkara (GBB) Mapolres Jombang. Dalam acara tersebut, AKBP Fadli mengajak para santri dan ulama untuk bersama menjaga Indonesia walaupun beda seragam yang dipakai.

"Pada intinya kita itu sama, sama warga negara Indonesia. Hanya beda seragam yang dipakai. Tapi untuk negara kita harus kompak menjaga NKRI dan berjuang bersama demi kehangatan Jombang," katanya, Rabu (18/12).

Kapolres juga meminta para santri berperan aktif merawat persatuan dan menjaga keamanan lingkungan sekitar. Jombang sebagai kota santri dikenal saat menghargai perbedaan antar suku, agama dan budaya. Apalagi sebentar lagi ada acara natal, sehingga butuh keamanan ektra dari berbagai elemen masyarakat termasuk santri.

"Mari saling jaga, melindungi antar sesama anak bangsa, santri jadi icon utama dalam hal ini," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jombang juga memberikan sebanyak 6 SIM (Surat Izin Mengemudi) gratis kepada para peserta yang hadir di acara liwetan. 

Awalnya, diberikan kepada 5 orang, dan kemudian ditambah satu SIM lagi hingga total berjumlah 6 SIM gratis. Para peserta yang menerima SIM cuma-cuma itu, adalah mereka yang beruntung atas nomor undian yang diambil oleh panitia.

"Kami berikan hadiah SIM gratis berjumlah enam baik type SIM A, B, maupun C. Jika penerima sudah mempunyai SIM, bisa diberikan kepada anaknya," ujar AKBP Fadli. 

Acara liwetan tersebut dimodel ala santri, yaitu diawali dengan tahlil bersama dan sambutan-sambutan. Baru dilanjutkan makan bersama ala santri. Cara makannya unik, nasi dan lauknya dituangkan ke lembaran daun pisang dan digelar di lantai. Hal ini sebagai simbol kebersamaan dan tidak membeda-bedakan satu dengan lainnya.

"Selain SIM juga ada pengundian doorprize. Seperti beras 5 kilogram, sarung, handphone dan kipas angin. Jika dalam hitungan tiga kali panggilan tidak ada, maka peserta tersebut gugur mendapatkan door prize," ujarnya.

Salah satu peserta liwet dari Pesantren Bahrul Ulum Amiruddin mengatakan kegiatan ini merupakan rutinan setiap satu bulan sekali dan dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda.

"Ya rutin dilaksanakan setiap bulan, untuk hadiah dari urunan bersama," jelasnya.

Pria yang biasa disapa Bang Udin ini menambahkan, santri dalam kehidupan sehari-hari selalu siap membantu pihak keamanan menjaga kondusivitas lingkungan. Karena dengan aman dan tertib maka anak bangsa bisa berkarya dengan bebas dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Santri cinta damai itu pasti, sejarah panjang negara Indonesia membuktikannya, santri itu berkarakter Pancasila. Jadi kita siap melanjutkan tradisi baik ini," tandas Bang Udin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, KHM Zakky dari Pesantren Tebuireng, KH Fahmi Tebuireng, perwakilan KONI Jombang, perwakilan Ansor NU, Banser, PJU (Pejabat Utama) Polres Jombang dan Kapolsek jajaran Polres Jombang, para santri dan warga nahdliyin di Jombang. (Syarif Abdurrahman/Muiz)