::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Rancang Fikih Kesenian untuk Forum Munas 2019

Jumat, 21 Desember 2018 16:11 Nasional

Bagikan

PBNU Rancang Fikih Kesenian untuk Forum Munas 2019
Jakarta, NU Online
Pengurus Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) memasukkan sejumlah masalah kesenian ke dalam inventarisasi persoalan yang akan dibahas di Forum Munas NU 2019 mendatang. Mereka akan membahas secara rinci jenis-jenis kesenian pada forum Munas NU 2019 di Kota Banjar, Jawa Barat.

Sekretaris LBM PBNU Ustadz H Sarmidi Husna mengatakan bahwa fiqih kesenian ini cukup penting karena hampir setiap hari masyarakat menikmati pelbagai jenis kesenian. Kesenian sudah menjadi bagian keseharian masyarakat.

“Masalah ini kita angkat untuk mendudukan persoalan kesenian dalam hukum Islam,” kata Ustadz H Sarmidi dalam rapat inventarisasi masalah persiapan Munas NU 2019 di Jakarta, Kamis (20/12).

Pengurus LBM PBNU akan membuat draf pembahasan seni musik, seni tari, seni tarik suara, seni pertunjukan, seni perfilman, dan sejumlah jenis kesenian lainnya. Mereka sedang mengumpulkan sejumlah bahan materi yang diperlukan dalam penyusunan draf.

“Sebelumnya banyak sekali pertanyaan masyarakat yang masuk ke kantor kita perihal pelbagai jenis kesenian. Sementara masalah ini juga menjadi diskusi di tengah masyarakat,” kata Usadz H Sarmidi.

Menurutnya, pembahasan kesenian dalam konteks bahtsul masail ini sangat penting. Masalah ini sebenarnya telah lama menjadi keresahan pengurus LBM PBNU. Hanya saja baru pada kesempatan Munas NU 2019 ini pengurus LBM PBNU berkesempatan memasukkan tema kesenian ini ke dalam daftar pembahasan.

LBM PBNU membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti hasil rapat berupa rancangan materi kesenian. Selain kesenian, LBM PBNU juga membahas masalah perlindungan hak konsumen, soal ekspresi kebudayaan, soal pengelolaan sampah, ekstraksi sumber daya mineral.

“Ini sejumlah masalah yang terpikir oleh kami. Kami juga masih menunggu usulan tema dari pengurus wilayah NU di daerah-daerah,” kata H Sarmidi. (Alhafiz K)