::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jajaki Pasar Internasional, UKM LPNU Blitar Pameran di Singapura

Sabtu, 22 Desember 2018 23:30 Pemberdayaan

Bagikan

Jajaki Pasar Internasional, UKM LPNU Blitar Pameran di Singapura
LPNU Blitar gelar pameran di Singapura
Singapura, NU Online
Sebanyak 18 kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Indonesia mengikuti SING Design Bazaar di pelataran Empress Place, Asian Civilisation Museum, Singapura. 

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Uama (LPNU) Kabupaten Blitar Jawa Timur ikut ambil bagian dalam kegitan itu dengan memamerkan produk Wiranu (wirausaja UKM Nahdlatul Ulama), Kubli (koperasi UKM Blitar Raya), dan kampung cokelat.

Sementara 17 UKM (exhibitors) lain  menawarkan beragam produknya yang terdiri dari fashion, jewelry, handicraft, light-furniture, kopi, hingga makanan dan minuman ringan.

Pameran Produk UKM asal Indonesia ini berlangsung dari tanggal 21-23 Desember 2018 merupakan komitmen Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya untuk mendorong akses pasar di Singapura bagi produk UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan.

RI SING Design Bazaar adalah kerja sama KBRI Singapura, National Design Centre, dan Asian Civilisation Museum. Kegiatan serupa diselenggarakan akhir tahun 2017 di National Design Centre. 

Pada tahun 2018 RI SING Design Bazaar berpindah tempat setelah Asian Civilisation Museum menawarkan kawasan bergengsi Empress Place yang berada di pusat Kota Singapura. Lokasi itu di desain khusus dalam tenda kontemporer yang berada di tengah-tengah bangunan pencakar langit pusat keuangan Singapura.

Dalam sambutanya, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kongkrit KBRI Singapura untuk membuka akses Pasar Singapura dan Global bagi pelaku UMKM. 

“Tiga kunci sukses yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha UKM, yaitu, pemanfaatan teknologi, inovasi dan kualitas, serta jaringan kerja sama, dan ketiga hal inilah yang ditawarkan di RI SING Design Bazaar,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan bazar ini tidak berhenti pada sekedar pameran dan penjualan langsung untuk memanfaatkan hari raya di akhir tahun, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menjalin interaksi dan kerja sama berkelanjutan. 

“Tujuan kita adalah memanfaatkan kontak menjadi kontrak, dan sekaligus memanfaatkan Singapura sebagai hubungan untuk menembus pasar di luar Singapura, termasuk dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujar Dubes Ngurah.

Pada hari pertama RI SING Bazaar, terdapat beberapa inquiries dari pelaku usaha Singapura, antara lain berupa kopi dan teh hitam. Salah satu peserta juga menawarkan produk peternakan, seperti telur dan ikan dari Blitar, Jawa Timur. Mereka bahkan menyampaikan kesiapannya untuk mensuplai telur produksi Blitar ke Singapura.

"Kami siap dan mengamini apa yang disampaikan pak Dubes asal harga telurnya nanti berpihak kepada peternak ayam yang selama ini harganya selalu dipermainkan secara kartel," ujar Ketua LPNU Kabupaten Blitar Abdul Aziz.

Ia mengatakan, selama ini Singapura untuk kebutuhan tersebut disuplai Malaysia dan saat ini kedua negara tersebut nampaknya kurang harmonis dan negeri Ringgit memutuskan menghentikan suplai kebutuhan itu.

"Kalau itu terjadi, Indonesia khususnya LPNU Blitar menyatakan siap ambil alih kebutuhan telur dan ikan ke Singapura, kalau malaysia benar menyetop kebutuhan bahan pokok negara Singapura," kata Aziz. 

Dikatakan, ikan yang dimaksud adalah Ikan lele, Nila Merah, dan Fillet ikan patin frozen. Bahkan kebutuhan buah tropis, lanjut Azis  Blitar juga siap akan memenuhi kebutuhan Singapura. Jumlah ayam petelur blitar sebanyak 20 juta ekor lebih. Sedangkan jumlah penduduk Singapura hanya 4.5 juta orang. 

"Kami sudah koordinasi dengan Pak Bupati Blitar dan BI Kediri dan mereka berdua sangat mendukungnya," pungkasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Muiz)