::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menpora dan Peserta Kongres Pelajar NU Doakan Korban Tsunami

Ahad, 23 Desember 2018 18:15 Nasional

Bagikan

Menpora dan Peserta Kongres Pelajar NU Doakan Korban Tsunami
Cirebon, NU Online
Duka atas musibah tsunami terasa di tengah arena kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12). Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi yang menghadiri forum nasional ini menginformasikan bencana tersebut dan meminta peserta kongres untuk berdoa bersama.

Menpora memimpin doa untuk para korban. Menpora duduk di panggung utama dengan didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora H Asrorun Ni’am Sholeh, Bupati Banyuwangi Abdullah Azawar Anas, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid, dan Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

“Yuk, kita doain mereka. Semoga Allah memberikan tempat termulia bagi mereka, tempat di surga-Nya. Korban yang belum ditemukan, semoga ditemukan dalam keadaan selamat, sehat, wal afiat. Keluarganya diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menerima musibah ini. Amiiin ya Rabbal alamin. Lahum Al-Fatihah. Al-Fatihah. Al-Fatihah,” kata Menpora memimpin doa.

Di hadapan peserta kongres, pria kelahiran Bangkalan, Madura ini pun mengingatkan bahwa musibah bisa datang menimpa siapa pun, termasuk orang-orang tercinta di lingkungannya. Namun demikian, ia menyakini bahwa setiap musibah menyimpan hikmah.

“Allah menguji siapa pun dengan takaranya dengan kapasitasnya. Karenanya kita harus sabar dan ikhlas (dalam menerima musibah),” katanya mengingatkan.

Setelah gempa dan tsunami menimpa sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat dan gempa terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, kini musibah tsunami melanda tiga kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Data sementara per 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB menyebutkan 168 orang meninggal dunia, 745 orang korban luka-luka, dan 30 orang yang belum ditemukan. (Husni Sahal/Alhafiz K)