::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KONGRES IPNU IPPNU

Sikapi Musibah di 2018, Ini Pesan Menpora kepada IPNU-IPPNU

Ahad, 23 Desember 2018 21:00 Nasional

Bagikan

Sikapi Musibah di 2018, Ini Pesan Menpora kepada IPNU-IPPNU
Cirebon, NU Online
Malam tahun baru merupakan momentum yang ditunggu sebagian masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sebagian merayakan malam itu dengan cara yang berbeda-beda, seperti berkumpul di alun-alun dengan meniup terompet.

Namun, pada malam tahun baru 2019 nanti, sebaiknya masyarakat mengadakan kegiatan yang mendekatakan diri kepada Allah SWT, seperti istighosah.  Sebab, selama 2018, beberapa musibah gempa dan tsunami terjadi di Indonesia, seperti di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat, di sebagian daerah Sulawesi Tengah, dan yang terbaru di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Demikian di antaranya yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi saat menghadiri Kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12).

Menpora berharap, di antara hasil rekomendasi kongres yang sedang diselenggarakan IPNU-IPPNU nantinya berisi ajakan kepada masayarakat untuk menjadikan malam tahun baru sebagai momentum muhasabah.

“Saya berharap lewat prakarsa kongres di Kempek ini, kita rekomendasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar malam tahun baru ‘ayuk kita jadikan malam muhasabah,  malam taqarrub, istighosah di tempat-tempat karamaian di manapun’. Semoga kongres ini nanti mengamanatkan itu,” kata Imam.

Seperti yang sudah diberitakan oleh NU Online sebelumnya, peristiwa tsunami di kawasan Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, membawa dampak bagi tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lampung Selatan.

Data sementara per 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB, tercatat 168 orang yang meninggal dunia, korban luka-luka 745 orang, dan 30 orang belum ditemukan.

“Dari 745 (total korban luka - luka), di Pandeglang tercatat ada 624 orang luka-luka. Empat orang hilang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Kantor BPBD DIY, Yogyakarta, Ahad (23/12). (Husni Sahal/Muhammad Faizin)