::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ternak Lele, Cara Pesantren Al-Ahsan Ringankan Beban Santri

Kamis, 27 Desember 2018 19:00 Pemberdayaan

Bagikan

Ternak Lele, Cara Pesantren Al-Ahsan Ringankan Beban Santri
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Al-Ahsan Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur punya cara tersendiri untuk meringankan beban pembayaran santri. Ikhtiar tersebut dengan mengajari para santri berternak puluhan ribu ikan lele di sekitar lingkungan pesantren.

"Ini coba ternak lele lagi mas, dulu sudah pernah tapi istirahat cukup lama dan mulai lagi. Total ada 15 kolam, per kolam diisi 10 ribu bibit lele," kata Pengurus Pesantren Al-Ahsan, Khairum Muslimin, Kamis (27/12).

Menurutnya, kolam lele ini baru mulai diisi sejak tiga minggu lalu. Dan baru bisa dipanen setelah enam pekan atau sekurang-kurangnya 40 hari di kolam. Setelah dipanen, lele-lele tersebut akan dijual di pasar dan sebagian buat konsumsi santri.

"Ya masih usia tiga pekan, 40 hari baru bisa di panen. Hasil penjualannya untuk gaji guru, makan santri, dan pengembangan pesantren,” ungkapnya. Karena di pesantren ini santri membayar sesuai kemampuan, tidak ada kewajiban tertentu harus membayar berapa, lanjutnya.

Pria asal Tuban ini menjelaskan untuk biaya pembuatan kolam tersebut bersumber dari donatur program pengembangan usaha. Karena selama ini Al-Ahsan banyak dibantu donatur dari berbagai daerah.

"Modal awalnya dari donatur mas, biar ada kelanjutan maka dibuat usaha bernilai ekonomis," tambahnya.

Muslimin di Pesantren Al-Ahsan bertugas bagian keuangan lembaga. Hingga kini lembaganya menaungi sekitar 70 an santri menengah ke bawah. Rata-rata para santri tidak membayar selama di pondok. Karena konsep yang dipakai Al-Ahsan yaitu pesantren hadir meringankan beban masyarakat, bukan malah memberatkan.

"Kalau ada yang mau nyumbang kita terima tapi syaratnya tidak terikat harus begini dan begitu. Pesantren kita masih butuh perbaikan asrama, ruang sekolah dan kebutuhan sehari-hari lainnya," ungkapnya.

Muslimin menyebutkan pihak pesantren juga berencana menambah usaha lain untuk menopang kehidupan pesantren. Hal ini guna memciptakan pesantren yang mandiri dan tetap berguna di masyarakat luas.

"Usaha lain sudah ada rencananya, tapi masih mengumpulkan modal. Kita juga ingin mengajarkan para santri mandiri lewat usaha seperti ini. Jadi nanti lulus dari pesantren tidak bingung kerja apa," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi)