::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Taqwa adalah Kunci Kebahagiaan Seseorang

Kamis, 27 Desember 2018 23:15 Daerah

Bagikan

Taqwa adalah Kunci Kebahagiaan Seseorang
Semarang, NU Online
Dalam rangka meneruskan tongkat estafet kepengurusan, Ikatan Siswa Abiturien (Iksab) Semarang yang merupakan wadah bagi alumnus Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus yang berada di Semarang menggelar acara pelantikan pengurus periode 2018-2020. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/12) ini bertempat di rumah salah satu anggota, Abdul Aziz yang berada di Kecamatan Patemon Semarang.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan anggota Iksab Semarang ini mendatangkan Kiai Abdul Halim dan KH Masykur Muin sebagai pembicara. Pada kesempatan awal, Kiai Halim yang juga melantik pengurus baru berpesan kepada anggota Iksab Semarang agar tidak sampai salah niat dalam mencari ilmu.

“Kalau cari ilmu jangan diniati cari apa-apa. Tapi yakinlah kalau kalian punya ilmu, bisa dibuat untuk melakukan apa-apa,” ujarnya.

KH Masykur Muin juga memberikan beberapa petuah kepada para anggota Iksab Semarang. Ia mengatakan bahwa manusia itu ada nafsu, akal, dan qolbu. “Manusia kalo nafsunya berkembang, maka itu adalah sebuah kegagalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Masykur mengingatkan hadirin agar selalu membaca dan berdzikir. Karena, dengan membaca akan menjadikan akal berkembang, sedangkan dengan berdzikir akan menjadikan hati seseorang berkembang.

“Jangan hanya akal yang berkembang, yakni dengan membaca. Tapi hatinya juga berkembang, melalui dzikir,” ungkapnya.

Di akhir, ia menyatakan bahwa kunci dari kesuksesan seseorang adalah dengan bertaqwa kepada Allah. “Taqwa kepada Allah adalah kunci daripada kebahagiaan, dan mengikuti kesenangan nafsu adalah sumber dari bencana,” tutupnya. (Hanan/Abdullah Alawi)