::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketika Rasulullah Mengalahkan Jagoan Gulat Quraisy

Sabtu, 29 Desember 2018 20:00 Sirah Nabawiyah

Bagikan

Ketika Rasulullah Mengalahkan Jagoan Gulat Quraisy
Alkisah, suatu ketika Rasulullah berada di suatu tempat di Makkah bersama dengan Rukanah bin Abdi Yazid bin Hisyam bin al-Muthalib bin Abdi Manaf, orang yang tenaganya paling kuat di kalangan Quraisy. Rukanah memiliki badan dan perawakan yang kekar dan besar, meski demikian ia sangat lincah. Ia juga jago gulat. Tidak ada seorang pun yang berhasil menjatuhkannya ke tanah.

Ketika berdua dengan Rukanah tersebut, Rasulullah menyerunya agar masuk Islam. Kata Rukanah, ia akan mengikuti Rasulullah jika dirinya tahu bahwa yang dibawa dan dikatakan Rasulullah adalah sesuatu yang benar.

Rasulullah lantas menantang Rukanah gulat. Ada riwayat yang menyebut kalau Rukanah lah yang menantang Rasulullah. Kalau Rasulullah menang, maka Rukanah harus mengakui bahwa apa yang dibawa dan dikatakan Rasulullah benar. Sebagai seorang petarung, Rukanah tertarik dengan kata-kata Rasulullah itu. Ia menyambut tantangan dari Rasulullah.

Aturan dari ‘permainan’ ini adalah siapa yang roboh duluan maka dia yang kalah. Rasulullah menyiapkan kuda-kuda. Begitu pula Rukanah. Kemudian mereka saling serang dan saling menjatuhkan. Setelah melakukan beberapa gerakan, Rasulullah berhasil mengunci tubuh Rukanah. Seketika itu, Rasulullah menjatuhkan tubuh Rukanah ke tanah.

Tidak terima dengan itu. Rukanah menantang Rasulullah lagi untuk gulat. Tantangan itu disambut baik oleh Rasulullah. Setelah berhasil memiting Rukanah, Rasulullah lagi-lagi berhasil menjatuhkan tubuh Rukanah untuk yang kedua kalinya dan ketiga kalinya. Sang jago gulat merasa aneh, bagaimana mungkin seorang Muhammad bisa mengalahkannya begitu mudah tiga kali berturut-turut. 

“Ada yang lebih aneh dari itu. Jika engkau mau menundukkan diri dan takut kepada Allah serta menuruti perintahku, akan kuperlihatkan kepadamu yang jauh lebih aneh daripada itu,” kata Rasulullah.

“Apakah itu?” tanya Rukanah.

Rasulullah kemudian memanggil pohon yang kemudian bergerak hingga berada tepat di depannya. Beberapa saat kemudian, Rasulullah memerintahkan agar pohon itu kembali ke tempat asalnya. Kejadian ini membuat Rukanah terheran-heran.  Ia kemudian pergi ke kaumnya dan menceritakan apa yang dialaminya bersama Rasulullah.

“Hai Bani Abdi Manaf, teman kalian itu (Muhammad) sanggup menyihir semua penghuni bumi ini. Demi Allah, saya tidak pernah melihat ada tukang sihir sehebat dia,” kata Rukanah dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam sebagaimana dikutip Hubbur Rasul (Taufik Anwar, 2012).

Rupanya hidayah belum sampai di hati Rukanah. Ia tidak menepati janjinya tersebut, yakni memeluk Islam setelah kalah gulat dengan Rasulullah.  namun hidayah itu akhirnya datang. Dikisahkan bahwa ketika Fathu Makkah, Rukanah menemui Rasulullah dan akhirnya masuk Islam. 

“Demi Allah, aku mengetahui jika engkau bergulat denganku, engkau akan mendapat pertolongan dari langit,” kata Rasulullah. Rukanah kemudian pindah ke Madinah dan menetap di sana hingga masa kekhalifahan Muawiyah. (A Muchlishon Rochmat)